Anak Dari Rahim Kontrak.

Anak Dari Rahim Kontrak.
Part 195


__ADS_3

Lancelot dan Hanifah meninggalkan kapal pesiar setelah menemui A ling sesaat. Hanifah maupun Lancelot sama sekali tidak goyah dengan semua pernyataan A ling. Sesuai dengan janjinya pada Hanifah, Lancelot segera mengajak Hanifah untuk pulang ke rumah orang tuanya karena An, berada di bawah pengawasan tuan dan nyonya Bisseling serta kedua orang tua Hanifah.


Mobil yang di tumpangi oleh Hanifah dan Lancelot telah terparkir rapi di depan rumah tuan dan nyonya Bisseling, dari luar sudah terdengar suara An yang sedang bermain dengan sepupunya yaitu anak-anak Garnier, anak Garnier sangat suka menggoda An, apalagi sikap An yang cenderung periang membuat banyak orang suka padanya, nona An, walau tipe periang dia sangat sulit dekat dengan siapun. Hanifah dan Lancelot masuk ke dalam rumah, di ruang keluarga Lancelot dapat melihat seluruh keluarganya yang telah menunggu kepulangannya, di dalam ruangan tersebut selain keluarganya sendiri masih ada Ang beserta anak dan istri Ang.


"Hai, pengantin baru sudah pulang." sapa Ang riang, Ang langsung menghampiri Lancelot dan Hanifah yang baru masuk ke dalam rumah.


"Hai, semuanya." sapa Lancelot tidak kalah riang.


"Mama, papa!" seru nona An, bahagia sekali, langsung berlari memeluk Hanifah penuh rindu" Mama jangan jauh-jauh dari aku ya." rengek nona An.


"Tentu tisak sayang mama akan selalu berada di dekat putri mama yang cantik ini, bagaimana tidurnya semalam?" tanya Hanifah lembut.


"Gak bisa tidul." jawab nona An, tidur.


"Kenapa?" tanya Hanifah.


"Gak di peluk mama jadinya gak bisa tidul, pokoknya nanti malam An mau tidul sama mama, papa tidul sendili saja." ujar nona An, bersungut-sungut.

__ADS_1


"Baiklah, tapi Putri mama harus bilang ke papa dulu ya." perintah Hanifah pada nona An.


"Mama kan, mamanya An, papa dulu gak pelnah tidul sama mama." protes nona An yang sedang cemburu dengan Lancelot.


"Han, kamu harus lebih banyak bersabar menghadapi papa dan anaknya, mereka bakal berkompetisi untuk mendapatkanmu." ujar Ang.


"Kamu benar Ang, tapi aku akan mengalah sebentar, nikmatnya menikah setelah memiliki anak, seru sekali dan aku harus bersaing dengan anakku sendiri." ujar Lancelot sambil geleng-geleng kepala mihay tingkah nona An, yang keliwat manja dari biasanya.


"Lanc, apa kamu maskeran wajah pakai darah?" goda Garnier.


"Kenapa kak?" tanya Lancelot.


"Wajah kalian memerah." goda Garnier.


Lancelot dan Hanifah tersenyum " Ah kak Nier ini ngacau saja." ujar Lancelot.


"Kak Nier bukannya ngacau, memang benar adanya wajah kalian merah berseri-seri," goda Ang, dengan sebuah senyum yang merakah.

__ADS_1


Malam ini kita makan malam di sini semua," ujar nyonya Bisseling "Han, Lanc malam ini nginep di sini-kan?" tanya nyonya Bisseling.


"Malam ini kita tidur di rumah kita sendiri saja Ma, Mama lihat sendiri bagaimana An, jika kita tidur di sini aku bakal kalah bersaing dengan anakku." ujar Lancelot santai.


"Halah, kamu ya ketularan manjanya sama anakmu, biasanya juga kamu juah tidur sendiri, puluhan tahun tidur sendiri juga betah, masak semalam saja gak betah." goda nyonya Bisseling.


"Mama, kan beda kalau dulu kan tidak ada istri, sekarang kan ada istri yang harus aku manja Ma." jawab Lancelot percaya diri.


"Tante, namanya juga pengantin baru." goda nyonya Ang.


"Lain kali kita pasti nginep di sini kok Ma, soalnya besok papa harus ke kantor dan An, juga harus sekolah banyak yang harus saya siapkan." sahut Hanifah sopan.


"Baiklah, mama percaya pada kamu Han," jawab nyonya Bisseling.


"Lanc, besok jangan lupa untuk konferensi pers, Han kamu harus ikut." tuan Bisseling mengingatkan jadwal untuk kerja besok.


"Baik Pa." sahut Hanifah dan Lancelot.

__ADS_1


__ADS_2