
Kehidupan keluarga Bisseling semakin hari semakin damai, Lancelot maupun tuan dan nyonya Bisseling tidak lagi khawatir atau ketakutan seperti dulu, lagi. Nona An semakin besar dan pintar kontrak kerja Hanifah juga tinggal seumur jagung namun Hanifah belum melihat ada tanda-tanda bahwa Lancelot akan mengambil pengasuh baru buat nona An. Sebenarnya Hanifah sudak berkali-kali bertanya pada Lancelot namun jawaban Lancelot masih sama, Lancelot selalu bilang pengasuh nona An sudah ada, tinggal menunggu waktu yang tepat saja. Nona An, yang baru tiga tahun lebih dia juga sudah hafal beberapa surat pendek, Bukan hanya hafal surat pendek tapi juga tahu dan hafal huruf hijaiyah. Sore ini Hanifah, mengajari nona An, untuk menghafal surat Al falaq, setelah nona An hafal surat Alfatihah, An-nas, dan Al ikhlas.
"Assalamu'alaikum, anak Papa, ternyata sudah tambah pinter saja." ucap Lancelot yang baru masuk ke kamar Hanifah, sampai hari ini Lancelot Hanifah dan nona An masih tinggal di kediaman keluarga Bisseling.
"Wa'alaikum salam, Tuan." sahut Hanifah menoleh ke pintu.
"Papa!" seru nona An, langsung bangkit berdiri dan menyongsong Lancelot yang sedang berada di depan pintu duduk di kursi rodanya, nona An, di didik oleh Hanifah sesuai dengan budaya Indonesia dan Hongkong, seperti sekarang nona An, selalu bersalaman dan mencium tangan Lancelot setiap Lancelot pulang kerja maupun mau berangkat kerja.
"Nona, bukannya menjawab Salam dari papa kok langsung nyelonong saja." protes Hanifah pada nona An.
"Eh... maaf Papa." ucap nona An, dengan wajah dibuat seimut mungkin.
"Lain, kali anak papa ini jawab Salam dulu ya sayang." Lancelot memberi pengertian pada nona An.
Lancelot dan nona An, masuk ke dalam kamar Hanifah dan nona An, sampai hari ini Lancelot membiarkan kamarnya yang begitu besar untuk Nona An, dan Hanifah.
__ADS_1
"Tuan, sudah pulang?" tanya Hanifah pada lancelot.
"Sudah Han, kalian sudah sholat?" tanya Lancelot.
"Alhamdulillah, sudah." jawab Hanifah tetap sopan.
"Han, kontrak kerja kamu tinggal sebulan lagi itu artinya kamu akan segera pulang ke Indonesia?" ucap Lancelot tenang.
"Iya, tuan apa tuan sudah membelikan ticket untuk saya?" tanya Hanifah ragu.
"Sudah," sahut Lancelot tenang.
"Aku akan mengantarmu pulang sesuai dengan janjiku padamu dulu." ucap Lancelot.
"Tapi Tuan?" tanya Hanifah tidak percaya dengan ucapan Lancelot, pasalnya Lancelot masih mebggunakan kursi roda.
__ADS_1
"Tidak ada kata tapi, aku sudah pernah ke rumahmu, dan sekalian aku mau melihat proyekku yang ada di kotamu." ucap Lancelot tetap tenang.
"Terserah tuan, sebelumya terima kasih." ucap Hanifah.
"An, jika mama tidak lagi tinggal sama kita bagaimana?" tanya Lancelot pada nona An.
"An mau ikut mama." sahut nona An yang tidak tahu akan rencana dua orang dewasa di dekatnya itu.
Hanifah tercekat tidak bisa berbicara apa-apa, mendengar ucapan nona An.
"Mama, aku mau ikut mama." ucap nona An tetap pada pendiriannya.
"Iya, sayang." sahut Hanifah penuh kasih.
"Kita akan ikut kemanapun mama pergi, setuju?" ucap Lancelot meyakinkan nona An.
__ADS_1
"OK, papa." sahut Hanifah percaya diri.
Sore ini Lancelot melihat dan menunggu secara langsung Hanifah dalam mengajari nona An, mulai dari belajar tentang pelajaran umum sampai pelajaran agama. Nona An, dengan percaya diri menunjukan kebolehannya dalam menghafal surat-surat pendek dan juga kepiwaiannya dalam melafadkan huruf hijaiyah. Lancelot sangat terpukau dengan kemampuan putrinya, Lancelot tidak pernah menyangka jika putrinya sudah bisa menguasai huruf hijaiyah tanpa mengundang guru khusus buat nona An.