
"Selamat pagi tuan, selamat pagi nyonya." sapa Dandruff dan semua staf yang berada di lantai atas, tepatnya yang terletak satu lantai dengan Lancelot, karena mereka berjajar menyambut kedatangan Lancelot dan Hanifah.
Hanifah dan Lancelot membalas sapaan mereka sangat ramah, Lancelot dan Hanifah setelah menyapa para stafnya yang berjajar mereka berdua segera masuk ke dalam ruangan Lancelot, dengan diikuti oleh Dandruff karena ada yang harus Dandruff laporkan. Di dalam ruangan kerja Lancelot Hanifah duduk di sofa sedangkan Lancelot mendengarkan laporan dari Dandruff.
"Tuan, masih ada setengah jam lagi junoa pets, akan segera dimulai." Dandruff berusaha mengingatkan Lancelot.
"Baik Dand, tidak ada masalah, toh pekerjaanku juga sudah selesai." sahut Lancelot.
Dandruff pergi meninggalkan ruangan Lancelot, di dalam ruangannya Lancelot fokus dengan komputernya sedangkan Hanifah, mengotak-ngatik telpon pintarnya. Setelah tiba saatnya Lancelot mengandeng tangan Hanifah menuju ruangan tempat mereka untuk melakukan jumpa pers. Lancelot sengaja mengadakan jumpa pers untuk menjelaskan tentang hubungannya dengan A ling yang sudah lama berakhir dan juga untuk menyangka berita yang selama ini beredar tentang dirinya, yang dianggap sebagai pecinta satu jenis.
__ADS_1
Di dalam jumpa pers tersebut Lancelot dengan bangga menperkenalkan Hanifah, sebagai istri sahnya, selain mengumumkan tentang status Hanifah, Lancelot sedikit menceritakan tentang kisah perjalanan cinta Lancelot dengan Hanifah, Bukan hanya itu saja tentang pernikahan mereka semua juga tidak lepas peran serta dari nona An, Putri senjata wayang Lancelot.
Acara jumpa pers sedikit memakan waktu, satu jam Lancelot menanggapi tanya jawan dari para pemburu berita, wartawan yang hadir juga banyak seluruh wartawan utusan dari media elektronik maupun media cetak dalam dan luar negeri mereka semua dipersilakan datang untuk meliput berita tentang Lancelot dan Hanifah. Dalam jumpa pers tersebut tidak ada kecanggunan dalam diri Hanifah, Hanifah terlihat tenang dan berwibawa sangat serasi berdampingan dengan Lancelot.
Setelah selesai jumpa pers, Lancelot mengajak Hanifah untuk berkeliling di kantornya mulai lantai dua puluh sampai lantai empat puluh, Lancelot juga memperkenalkan Hanifah pada seluruh karyawannya. Tidak semua karyawan bisa menerima kehadiran Hanifah sebagai bagian dari keluarga Bisseling, apalagi mengingat selama ini yang mengejar Lancelot dari kalangan atas, namun semua di abaikan oleh Lancelot.
"Papa pijiti ma." Lancelot menawarkan diri untuk memijit kaki Hanifah.
"Terima kasih Pa, tidak usah mungkin efek tidak pernah jalan jauh, jadi Begini mudah capek, dan minggu-minggu ini aku mudah capek." ucap Hanifah kelelahan.
__ADS_1
"Ya, jelas mama kecapek-an, banyak sekali acara kita berdua, rencana mama ingin liburan dan bersantai di rumah gatot." ucap Lancelot miris.
"Entahlah pa, mama benar-benar mudah capek, pinginnya tidur terus." ucap Hanifah jujur.
Lancelot ikut duduk di samping Hanifah , ya benar adanya jika akir-akir Hanifah mudah lelah "Ma, tidurlah sin," Lancelot menepuk pahanya agar Hanifah tidur di pangkuannya, karena sedikit pusing Hanifah nurut dengan perintah Lancelot, Lancelot memijit mijit kepala Hanifah, Hanifah sangat menikmati perlakuan manja Lancelot. "Untuk makan siang papa susah pesan dari restaurant, jadi kita makan siang di sini saja, sebentar lagi mereka datang." jelas Lancelot.
"Bagaimana dengan An?" tanya Hanifah.
"Mama yang menjemputnya nanti, karena kebetulan mama ada hal penting denngan pihak sekolahnya An, jadi sekalian saja," ucap Lancelot terus membelai lembut kepala Hanifah.
__ADS_1