Anak Dari Rahim Kontrak.

Anak Dari Rahim Kontrak.
Part 110


__ADS_3

Nyonya Bisseling dengan perasaan gelisah sudah menunggu kedatangan Hanifah di lantai bawah, tidak berselang lama Hanifah sudah muncul dengan nona An, serta suster.


"Nyonya." sapa Hanifah dengan wajah cemas.


"Han, kita harus ke rumah sakit!" ucap nyonya Bisseling panik.


"Baik, nyonya, siapa yang sakit?" tanya Hanifah bingung.


"Lanc... Lanc putraku kecelakaan sekarang berada di rumah sakit." tutur nyonya Bisseling.


Hanifah terkejut dan terpaku sesaat, begitu mendengar penuturan nyonya Bisseling "Innalillahi wainna illaihi roji'un." gumam Hanifah lirih, secara sepontanitas air mata Hanifah juga langsung jatuh tidak bisa lagi di tahan.


"Ayo, Han!" perintah suster serta menarik tangan Hanifah yang masih terpaku tidak percaya dengan ucapan nyonya Bisseling barusan.


Nyonya Bisseling melangkah dengan digandeng pelayan, Hanifah menggendong nona An, suster yang membawa peralatan bayi. Mereka menuju mobil yang sudah siap di halaman rumah, dengan kecepatan sedang mobil yang mereka tumpangi menuju rumah sakit tempat Lancelot berada. Selama dalam perjalanan mereka diam larut dengan pemikirannya masing-masing, nona An masih sedikit rewel, Hanifah terus berusaha menenangkan nona An, suster dan pelayan menenangkan nyonya Bisseling.


"Sayang, berdoa untuk papa ya." ucap Hanifah lirih di telinga nona An, masih dengan mata yang berkaca-kaca serta sesak di dada.


Dandruff setelah membersihkan dirinya dia membuka hand phone-nya yang dari tadi mati karena kehabisan baterai, puluhan panggilan dari nomor yang tidak di kenal memenuhi laporan panggilan yang masuk termasuk nomor dari nyonya Bisseling. Tanpa pikir panjang Dandruff segera melakukan panggilan balik ke Nyonya Bisseling.


"Selamat malam nyonya," sapa Dandruff sopan.


"Malam Dand, aku baru sampai rumah sakit kamu di mana?" tanya nyonya Bisseling.

__ADS_1


Mendengar kata rumah sakit Dandruff sangat terkejut "Nyo... Nyonya, sa... Saya ada di rumah siapa yang sakit nyonya?" tanya Dandruff sedikit panik.


"Lanc, Dand, Lanc kecelakaan sekarang dia berada di rumah sakit xxx, segera datang!" pinta nyonya Bisseling dengan suara bergetar pikirannya nyonya Bisseling juga sudah tidak jernih.


"Baik, saya segera ke sana nyonya." sahut Dandruff panik.


"Aku tunggu Dand, sekarang aku sama Hani, dokter bilang Lanc, lagi kritis dan berada di ICU." tutur nyonya Bisseling.


"Baik nyonya," sahut Dandruff.


Dandruff segera memakai pakaiannya dengan sempurna dia segera meluncur ke rumah sakit. Nyonya Bisseling juga segera menghubungi Garnier dan juga tuan Bisseling, mengabarkan tentang kecelakaan yang menimpa Lancelot malam ini, Garnier dan tuan Bisseling sangat terkejut mendengar berita tersebut.


Nyonya Bisseling segera menuju tempat resepsionis rumah sakit, dia menanyakan tentang ruang tempat Lancelot dirawat, seorang suster memberi instruksi pada nyonya Bisseling untuk menuju ke ruang ICU, dengan di kawal oleh pengawal nyonya Bisseling beserta lainnya menuju di ruang ICU, di sana sudah ada petugas polisi yang susah menunggunya.


Seorang dokter keluar dan mengabarkan tentang keadaan Lancelot.


"Ya, dok!" sahut nyonya Bisseling.


"Tuan Lancelot, sudah melewati masa kritisnya, namun tuan Lancelot sekarang mengalami koma," jelas dokter.


"Ya Tuhan!" nyonya Bisseling terkejut, hampir saja jatuh pingsan.


"Innalilahi wainna illaihi roji'un." gumam Hanifah lirih, tidak kalah terkejut.

__ADS_1


"Lakukan yang terbaik dong!" pinta nyonya Bisseling.


"Kami, akan berusaha semaksimal mungkin nyonya." ucap Dokter tersebut.


"Berapa lans tuan Lanc, mengalami koma doak?" tanya Hanifah panik.


"Kami tidak tahu sampai kapan, namun kami harap keluarganya bisa dapat memberi dukungan moril, tadi kami sempat mendengar pasien menyebut nama Hani dan An, saya rasa mereka kekuatan terbesar bagi pasien." jelas dokter.


"Kapam kita bisa menjenguk anak saya Dok?" tanya nyonya Bisseling tidak sabar.


"Setelah, pasien kita pindah ke ruangan umum keluarga bisa menjenguk namun hanta sebentar saja." jelas dokter


"Baik, dok terima kasih." ucap nyonya Bisseling penuh syukur.


"Nyonya bisa kami meminta keterangan dari nyonya?" ucap polisi A.


"Baik, tuan boleh saya tunggu sekretaris anak saya dulu dia sedang dalam perjalanan menuju ke sini," sahut nyonya Bisseling.


"Baik, nyonya." sahut polisi A.


Di saat sedang menunggu kedatangan Dandruff, tuan Bisseling menelpon nyonya Bisseling.


"Halo pa, bagaimana Lancelot bisa kecelakaan, kenapa papa tidak mengabari mama kalau Lanc, pulang hari ini." rancau nyonya Bisseling.

__ADS_1


"Mama tenang dulu, papa akan kembali besok di penerbangan pertama, tadi Aku sudah telpok Dandruff, dan sekarang sudah dalam penanganan polisi." ucap tuan Bisseling di balik panggilan telepon.


"Mama tidak tahu lagi, pa." ucap nyonya Bisseling panik.


__ADS_2