
Kehadiran Hanifah, nona An, nyonya Bisseling dan Garnier sudah di tunggu oleh tuan Bisseling, Tuan Bisseling sengaja tidak pulang malah pagi-pagi sekali tuan Bisseling sudah ke kantor untuk menghandel perusahaan Brown Group. Para wartawan sudah berada di parkiran rumah sakit menanti kedatangan keluarga Bisseling untuk mengorek keterangan dari dokter yang merawat Lancelot maupun keluarga Bisseling .
Para bodyguard berusaha untuk melindungi nyonya Bisseling, nona An, Hanifah dan Garnier dari para pekerja pencari berita.
"Maaf, beri jalan, jumpa persnya nanti tuan Bisseling yang akan memberi keterangan setelah selesai menjenguk tuan Lancelot." ucap salah satu bodyguard tuan Bisseling yang di percaya untuk menjaga keluarganya.
Rombongan nyonya Bisseling masuk ke rumah sakit dengan pengawalan yang sangat ketat. Begitu mereka sampai di ruangan Lancelot, tuan dan nyonya Bisseling masuk terlebih dahulu ke ruangan Lancelot.
"Lanc, bangun Nak, kakakmu datang kembalilah bersama kami, apa kamu tidak kasihan melihat mamamu yang terus menerus mikirkanmu, usia papa juga tidak muda lagi, bangun ya nak." ucap tuan Bisseling memelas mata sudah sebab penuh airmata.
"Sayang, lihat lah kami sudah renta, bangun sayang." ucap nyonya Bisseling haru." Lanc, kamu tahu nggak sekarang An sudah semakin pintar dia sudah bisa memanggil mama dengan sebutan oma."
Lancelot merespon ucapan tuan dan nyonya Bisseling dengan airmata, tuan dan nyonya Bisseling mendapat respon dari Lancelot sangat terharu, setelah tiga puluh menit tuan dan nyonya Bisseling keluar dari ruangan Lancelot. Setelah nyonya dan tuan Bisseling sudah keluar sekarang giliran Garnier, Hanifah dan nona An, yang masuk ke dalam ruangan Lancelot.
__ADS_1
Garnier begitu melihat keadaan Lancelot, dia langsung lemas karena tidak tega melihat keadaan adiknya, beruntung ada suster yang sangat sigap menahan tubuh Garnier.
"Nyonya duduk saja dulu." perintah suster pada Garnier supaya Garnier duduk di kursi yang telah di sediakan.
Garnier menangis tersedu-sedu, tangannya menutup mulutnya agar tidak keluar suaranya Hanifah dan suster berusaha menenangkan Garnier, setelah beberapa saat Garnier baru bisa tenang. Begitu Garnier tenang Hanifah segera membacakan doa untuk Lancelot sambil memegang tangan nona An, agar tangan nona An bisa memegang tangan Lancelot. Dua puluh menit berlalu Hanifah selesai membacakan doa untuk Lancelot, kali ini respon Lancelot masih sama dengan kemarin Lancelot, menitikan airmata dan juga menggerakan jemarinya yang dipegang oleh nona An.
"Tuan, sesuai dengan janji saya, saya dan nona An setiap hari pasti datang ke sini untuk menjenguk tuan dan melantunkan doa untuk tuan, sesuai permintaan tuan, jangan lama-lama istirahatnya kami semua menunggu tuan untuk kembali di tengah-tengah kami," ucap Hanifah menahan sesak di dada.
Garnier menumpahkan kepedihan dan kepiluan hatinya sambil terus memeluk tubuh Lancelot, respon tubuh Lancelot juga masih sama.
"Nyonya, waktu jenguk pasien sudah hampir habis, biarkan pasien istirahat dulu." suster memperingatkan Garnier dan Hanifah.
"Baik, sus." sahut Hanifah lebih tenang "Nyonya kita keluar dulu, biarkan tuan istirahat, saya yakin tuan pasti cepat bangun," ucap Hanifah lembut.
__ADS_1
Garnier tidak menjawab ucapan Hanifah, Garnier pelan-pelan melepas pelukannya pada Lancelot.
"Lanc, kakak sangat merindukanmu, cepat bangun jangan buat kami cemas seperti ini, anak nakal, bangunlah." ucap Garnier memegang tangan Lancelot yang tidak ada infusnya.
Garnier sebelum pergi dia mencium wajah Lancelot, begitu juga Hanifah membimbing nona An, untuk mencium tangan Lancelot, Garnier dan Hanifah meninggalkan kamar Lancelot dengan perasaan berat. Selesai menjenguk Lancelot, Hanifah, Garnier, nyonya Bisseling dan Hanifah duduk di koridor rumah sakit, sedangkan tuan Bisseling, dokter dan pihak kepolisian melakukan pertemuan pers, untuk memberikan keterangan tentang kecelakaan yang terjadi pada Lancelot.
Pertemuan pers, di lakukan di salah satu ruang serbaguna yang ada di rumah sakit, para wartawan yang datang juga di batasi agar tidak mengganggu pengunjung rumah sakit lainnya. Seorang polisi menjelaskan tentang kasus kecelakaan yang menimpa Lancelot, polisi mengatakan dari hasil penyidikannya bahwa salah satu kabel rem telah di putus oleh seseorang, kini polisi juga sudah melakukan pemburuan kepada sang pelaku karena polisi sudah mengantongi identitas pelaku dari pengamatan CCTV, yang ada di parkiran Bandara dan CCTV jalan.
Setelah polisi kini giliran dokter Khong Guan yang memberikan penjelasan tentang kondisi Lancelot. Dokter Khong Guan mengatakan walau Lancelot mengalami koma namun keadaan Lancelot baik-baik saja. Dokter Khong Guan juga menjelaskan tentang reaksi Lancelot ketika ada pihak keluarganya yang datang untuk menjenguknya, lebih-lebih ketika Hanifah dan nona An datang.
Tuan Bisseling tidak berbicara banyak, dia hanya meminta doa dari masyarakat luas untuk kesembuhan putranya Lancelot. Pertemuan pers berjalan tidak lama tidak lebih dari satu jam, setelah junpa pers, tuan Bisseling menemui keluarganya yahg masih duduk menunggu di koridor rumah sakit depan kamar Lancelot di rawat.
Kepedihan dan kesedihan masih menghinggapi mereka semua, setelah jam jenguk habis, mereka semua pulang ke rumah, sekarang ganti Dandruff dan para bodyguard lain nya yang berjaga di rumah sakit.
__ADS_1