Anak Dari Rahim Kontrak.

Anak Dari Rahim Kontrak.
Part 122


__ADS_3

Setiap hari Hanifah selalu membawa nona An, untuk menjenguk Lancelot di rumah sakit, setiap hari Hanifah membacakan surat yasin untuk Lancelot, sedangkan nona An yang setiap hari mendengar Hanifah melafadkan surat yasin dan surat Alfatihah serta ayat Kursi, membuat nona An, hafal surat Alfatihah dan ayat kursi. Siang ini Hanifah datang ke rumah sakit dengan nona An, di antar oleh sopir, sedangkan nyonya Bisseling ke rumah sakit datang lebih dulu.


Seperti biasanya Hanifah dan nona An, masuk ke kamar Lancelot dengan di dampingi oleh nyonya Bisseling, selama satu tahun lebih Hanifah melakukan hal yang sama tanpa lelah dan tanpa putus asa, selama satu tahun lebih reaksi yang di berikan Lancelot selalu sama tidak ada perkembangan yang signifikan.


"Shadaqallah hul'adzim." Hanifah dan nona An mengakakhiri doanya dan mengusap mukanya dengan kedua tangannya.


"Ha... Han...An." Lancelot mengeluarkan suaranya untuk yang pertama kalinya setelah tidur hampir dua tahun, walau sangat lirih namun masih terdengar oleh Hanifah, nona An dan nyonya Bisseling, serta suster yang jaga di kamar Lancelot.


"Allahhu Akbar!" seru Hanifah bahagia.


Nona An, tetap diam karena belum paham apa yang terjadi, sedangkan nyonya Bisseling tidak kalah bahagia.


"Ya Tuhan, anaku sus tolong segera periksa anakku, cepat pamgilkan dokter Guan!" seru nyonya Bisseling girang dan terharu.


"Baik nyonya." suster segera memeriksa keadaan Lancelot, setelah memeriksa suster langsung memanggil dokter Khong Guan, beruntung sekali karena dokter Khong Guan, belum pulang.


"Han, anakku sadar Han." nyonya Bisseling langsung memeluk Hanifah dengan tangis haru, begitu juga Hanifah, memeluk nyonya Bisseling dan juga nona An.

__ADS_1


"Oma, Mama, kenapa menangis?" tanya nona An, polos.


"Papamu sudah bisa bicara sayang, papamu akan segera sembuh, papa mu sudah bangun." ucap nyonya Bisseling girang.


"Bagaimana sus, keadaan anak saya," tanya nyonya Bisseling penasaran.


"Tuan dalam keadaan baik dan normal, tuan sudah sadar dari komanya, kita tunggu dokter Guan, datang beliau sekarang menuju ke sini." jawab suster sopan.


Sepuluh menit dari panggilan suster, dokter Khong Guan datang dengan satu suster lagi.


"Bagaimana keadaan pasien Sus?" tanya dokter Khong Guan sambil memeriksa keadaan Lancelot.


Dokter Kong Guan memeriksa keadaan Lancelot sambil mendengarkan laporan dari suster. Dokter berusaha untuk memberi rangsangan pada Lancelot, dengan cara menyuruh nona An, untuk menyentuh tangan Lancelot.


"Tuan, coba pegang tangan nona An!" perintah dokter Kong Guan.


Lancelot merespon perintah dokter Khong Guan, pelan namun pasti tangan Lancelot memegang tangan nona An, yang masih mungil. Nyonya Bisseling dan Hanifah sangat terharu dan bahagia melihat reaksi Lancelot.

__ADS_1


"Selamat nyonya, tuan Lancelot sudah sadar kembali, kita tinggal melakukan pemulihan saja, otak tuan Lancelot masih sangat baik dan normal, hanya butuh sedikit waktu untuk pemulihan tenaganya." jelas dokter Khong Guan.


"Terima kasih Dok." ucap nyonya Bisseling dan Hanifah bersamaan.


"Kami akan berusaha semaksimal mungkin, saya rasa secepatnya tuan bisa sadar sepenuhnya." jelas dokter Khong Guan lagi.


"Lanc, kami sangat senang kamu bisa sadar, ini mama, Han dan An, kami semua sangat merindukanmu." ucap nyonya Bisseling tangisnya sudah pecah.


"Tuan, kami sangat merindukan tuan, lihatlah Nona An, sangat cantik dan pintar." ucap Hanifah yang berdiri bersebelahan dengan nyonya Bisseling.


Lancelot merespon dengan menggengam erat tangan mungil nona An.


"Han... An...ma" suara Lancelot lirih sekali, mata Lancelot juga sudah mulai terbuka.


Mendengar suara dari Lancelot semua yang ada di dalam ruangan nampak bahagia.


"Kami di sini, Lanc, bersyukur sekali kamu sudah sehat kembali, lihatlah Hanifah, dan An, mereka sangat menyayangimu, An sepulang sekolah selalu datang ke sini, lihatlah putrimu sudah besar, dan juga sudah masuk sekolah." jelas nyonya Bisseling saking bahagianya.

__ADS_1


Respon yang diberikan oleh Lancelot sangat bagus, Lancelot memegang erat tangan nona An, dokter Khong Guan melihat itu semua, dengan perasaan lega.


Karena waktu jenguk sudah habis bagi pengunjung maka Hanifah, nyonya Bisseling dan nona An, keluar dari kamar Lancelot, begitu keluar dari kamar Lancelot, nyonya Bisseling segera menghungi Dandruff, dan tuan Bisseling, untuk mengabarkan tentang kesembuhan Lancelot.


__ADS_2