Anak Dari Rahim Kontrak.

Anak Dari Rahim Kontrak.
Part 89


__ADS_3

Dandruff setelah mengambil beberapa rekaman berbentuk video, lalu Dandruff dengan pelan-pelan memanggil untuk membangunkan Lancelot, Lancelot mulai menggerakan tubuhnya karena merasa ada yang membangunkannya.


"Tuan, Tuan ayo bangun sudah siang." panggil Dandruff pelan.


Lancelot belum benar-benar sadar, Lancelot masih dengan matanya yang tertutup dan bersembunyi di bawah selimut tebalnya, Lancelot bertanya" Jam berapa, Han?" tanya Lancelot yang masih setengah sadar.


"Sudah hampir setengah sepuluh tuan. " sahut Dandruff hati-hati, otomatis Dandruff senyum-senyum sendiri.


Lancelot segera sadar ketika suara laki-laki yang membangunkannya bagaimana bisa ada seorang laki-laki yang membangunkannya dan bisa masuk ke dalam kamarnya.


"Dand, bagaimana kamu bisa masuk?" tanya Lancelot masih dengan setengah kesadarannya.


"Maaf, tuan tadi saya sudah telpon tuan berkali-kali tidak ada jawaban, saya sangat khawatir terhadap tuan, jadi saya minta kunci serep pada resepsionis, agar saya bisa melihat keadaan tuan saya takut terjadi apa-apa pada tuan." jelas Lancelot yang masih duduk di tepi ranjang Lancelot.


"Oh," sahut Lancelot.


"Untuk metting kita hari ini saya undur sampai siang, saya bilang ke mereka jika tuan lagi kurang enak badan dan butuh istirahat sebentar, " jelas Dandruff lagi.


"Baiklah tidak masalah, semalam aku baru bisa tidur hampir empat," ucap Lancelot.


"Apa tuan sakit, tidak biasanya Tuan tidur dijam segitu jika tidak ada acara pesta?" tanya Dandruff mulai khawatir.

__ADS_1


"Hanya sedikit kecapek-an," sahut Lancelot.


"Hani, apa saya salah dengar?" tanya Dandruff penuh selidik.


"Oh, itu hanya salah sebut aku kira aku berada di rumah dan bermain dengan An," elak Lancelot.


"Hari ini jika tidak ada hanbatan pekerjaan kita akan selesai malam ini, dan besok kita bisa terbang ke Jawa Timur untuk mengantar baju orang tuanya Hani, dari Bandara yang ada di jawa timur kita langsung tolak ke Hongkong, atau kita juga bisa mengirim lewat ekpedisi jika kita kirim lewat ekpedisi, jadi besok kita bisa langsung tolak ke Hongkong." Dandruff memberi solusi pada Lancelot.


"Aku akan tetap ke jawa timur, sebab di kota Hani, terkenal dengan wisatanya dan dari informasi yang aku dapat, di sana tidak ada panas udaranya sejuk karena pegunungan, jika cocok aku akan mendirikan Hotel di sana atau villa," jelas Lancelot "Sekarang aku mandi dulu, tunggu sebentar jangan kemana-mana." perintah Lancelot pada Dandruff.


"Baik, tuan." sahut Dandruff.


"Tuan, saya rasa kota tempat tinggal Hani sangat berpotensi untuk kita bangun hotel atau villa, namun kalau saya lebih cenderung ke villa karena lokasinya yang berada di pegunungan, kota tempat tinggal Hani, sangat luar biasa indahnya dan ternyata di sana terdapat ratusan tempat wisata yang sangat menjanjikan untuk kita jadikan targed kedua setelah pulau Bali." terang Dandruff mengutarakan analisanya.


"Ya, semalam aku juga sudah browsing analisamu cukup bagus, semalam aku juga berpikir begitu, dan semalam aku juga mendengar orang tua Hani, dia mengusulkan pada Hani untuk membeli tanah, semalam Hani juga sudah bilang minta tolong padaku untuk ntransfer kepada orang tuanya, " jelas Lancelot.


Dandruff mendengarkan Lancelot sambil geleng-geleng kepala mendengar penuturan Lancelot yang sangat antusias apapun tentang Hanifah .


"Namun aku juga khawatir, semalam orang tua Hani, juga meminta Hani untuk segera pulang, Hani menyetujui permintaan orang tuanya, aku hanya ada waktu tiga tahun untuk bisa mendapatkan Hani, dan aku berharap dengan membangun bisnis di kota tempat tinggal Hani, bisa memudahkanku untuk lebih dekat dengan Hani, dan jika kami tidak berjodoh minimal An, masih bisa dekat dengan Hani," jelas Lancelot secara panjang lebar.


"Apa itu, yang menjadi alasan tuan tidak bisa tidur semalam?" tanya Dandruff penuh selidik.

__ADS_1


"Itu, salah satunya, kamu tahu sendiri bagaimana An, sangat tergantung pada Hanifah," sahut lancelot jujur.


"Kita, selesaikan pekerjaan kita hari ini, supaya besok kita bisa terbang ke jawa timur Tuan, sekarang sudah agak siang sebaiknya kita makan dulu, tadi tuan sudah meninggalkan waktu sarapan," ajak Dandruff pada Lancelot.


"Ayo sekarang kita turun," ajak Lancelot yang sudah rapi dan siap untuk berangkat.


Lancelot dan Dandruff meninggalkan kamar Lancelot, mereka langsung menuju di salah satu restaurants yang ada di hotel tersebut, kali ini Dandruff dan Lancelot mencoba menu khas Indonesia tepatnya makanan khas Bali. Selesai makan mereka berdua langsung menuju tempat meeting yang sudah di sepakati, Lancelot dan Dandruff menggunakan jasa sopir yang telah di sediakan oleh pihak kontraktor rekan kerja Lancelot. Sepanjang perjalanan Lancelot maupun Dandruff menggali informasi tentang jawa timur karena kebetulan sang sopir orang asli Jawa Timur yang sedang bekerja di Bali namun beda kota dengan kota hanifah. Lancelot dan Dandruff sampai di lokadi meeting tepat waktu, selama metting tidak ada kendala sama sekali kedua belah pihak sudah menyetujui sesuai dengan kesepakan awal.


Lancelot dan Dandruff berusaha untuk menggali informasi tentang kota Hanifah dari pihak kontraktor, pihak kontraktor dengan sangat antusiasbya dia memberikan informasi pada Lancelot dan Dandruff secara lengkap. Pihak kobtraktor dengan suka rela menyuruh salah satu orang kepercayaannya untuk mendampingi Lancelot dan Dandruff selama berada di Jawa Timur.


"Terima kasih Tuan, sudah sangat membantu kami, semoga saya bisa membangun hotel di kota itu, tentu saya pasti mempercayakan pada perusahaan Tuan." ucap Lancelot pada pemilik kontraktor.


"Suatu kehormatan jika tuan masih mempercayai perusahaan yang saya pimpin," sahut pemilik kontraktor.


Lancelot dan Dandruff segera meninggalkan tempat meting selama dalam perjalan Dandruff sibuk dengan tabletnya, Dandruff segera memwsan ticket untuk ke-esokan harinya, karena Lancelot sudah memutuskan untuk pergi ke jawa timur segera.


"Tuan, besok kita berangkat pagi, saya sudah ambil penerbangan pertama agar sampai di kota Hani, tidak terlalu sore, menurut orang tadi dari bandara untuk sampai di pelosok desa Hani butuh waktu kurang lebih empat jam, itu jika tidak ada macet atau kendala hujan lebat." jelas Dandruff sambil tetap fokus pada tabletnya.


"Lakukan yang terbaik, sekalian carikan Hotel untuk kita menginap." perintah Lancelot yang juga fokus pada tabletnya.


"Baik tuan, semua akan saya bereskan." jawab Dandruff.

__ADS_1


__ADS_2