
"Tuan, nyonya." sapa para bodyguard dan Dandruff yang sudah berdiri di depan pintu kamar A ling.
"Tolong bukakan pintu-nya." perintah Lancelot.
"Baik tuan." sahut Dandruff.
Tok Tok Tok
"Nona, tuan Lanc sudah datang." seru bodyguard.
"Baik, masuklah." perintah A ling dari dalam kamar, hari A ling sudah berbunga-bunga dia sangat salah tingkah untuk menyambut kedatangan Lancelot, A ling tidak tahu jika Lancelot datang bersama dengan Hanifah.
"Silakan Tuan, Nyonya." Dandruff mempersilakan Lancelot dan Hanifah untuk masuk.
"Ayo Ma." ajak Lancelot.
Hanifah mengangguk Lancelot berjalan masuk dengan tangan tetap menggandeng jemari Hanifah, dengan mesra. A ling yang tadinya berbunga-bunga akan bertemu dengan Lancelot dia sangat terkejut ketika mendapati Lancelot datang bersama dengan Hanifah. Namun demikian A ling berbuat seolah tidak ada Hanifah, A ling ingin memeluk Lancelot namun dengan sigap kedua bodyguard Lancelot dan Dandruff sudah menghalangi niat A ling.
__ADS_1
"Nona, bersikaplah sopan pada Tuan." perintah Dandruff tegas dan dingin.
"Dia itu kekasihku!" seru A ling.
"A ling duduklah." perintah Lancelot dingin masih tetap menggandeng tangan Hanifah.
"Sayang, aku jauh-jauh datang dari London agar bisa bersama kamu sayang, aku sudah meninggalkan suamiku semua demi kamu sayang." rayu A ling pada Lancelot lembut.
"A ling duduk dan tenanglah atau aku akan pergi dari sini dan aku kirim kamu langsung ke negara asalmu tanpa ada pembicaraan." perintah Lancelot dingin.
Hanifah tetap diam di samping Lancelot tanpa menenangkan Lancelot. A ling mengikuti perintah Lancelot mereka bertiga duduk di sofa yang ada di kamar A ling, tentu dengan penjagaan ketat sehingga A ling juga tidak bisa berkutik.
"A ling, aku hanya akan mengatakan jika di antara kita sudah selesai, selama ini aku membiarkannu untuk berulah karena tidak ada yang berarti dalam hidupku, but from now on, aku tegaskan ke kamu apa yang terjadi di antara kita dulu semua sudah berakhir dan tidak akan pernah terulang lagi, ya dulu memang kamu cinta pertamaku dan aku juga terpuruk saat kamu pergi meninggalkanku, tapi itu dulu, sayang dan cintaku ke kamu sudah hilang sejak kamu pergi, bahkan aku juga sudah lupa akan semua luka yang kamu torehkan, lebih baik kamu pergi dari kehidupanku dan keluargaku, sekarang dan selamanya aku sudah bahagia dengan anak dan istriku." tegas Lancelot tenang dan dingin.
"Kamu keterlaluan Lanc, lihat foto-foto kita dulu, kita sangat bahagia, kita sering melewatkan hari-hari bersama, apa kamu lupa." ucap A ling sambil menaruh beberapa foto seksi antara dirinya dan Lancelot.
Hanifah hanya diam tanpa ekpresi mendapati foto seksi dirinya dan Lancelot yang di tunjukkan oleh A ling.
__ADS_1
"Berapa usia kita waktu itu, istriku sudah tahu tentang semua foto-foto itu, A ling kamu terlambat untuk menunjukkan semua ini pada istriku," ucap Lancelot santai.
"Aku, tidak percaya sayang jika wanita murahan ini bisa merebut kamu dariku!" teriak A ling penuh amarah.
"Cukup A ling!" gertak Lancelot "Hanifah bukan wanita murahan, kamu tahu A ling untuk bisa mendapatkan wanita seperti istriku ini bukan perkara yang mudah bahkan aku membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk bisa bersamanya, Hanifah sangat berbeda dan dia lebih berkelas dari pada kamu A ling, sebenarnya aku tidak ingin mengatakan ini semua tapi, aku tekankan sekali lagi istriku wanita yang sangat terhormat dan berharga." tegas Lancelot penuh penekanan.
"Aku tidak percaya sayang!" teriak A ling frustasi.
"Semua sudah jelas, di antara kita tidak ada hubungan apapun A ling, kembalilah ke negaramu atau orang-orangku yang akan mengirimu kembali." tegas Lancelot.
Lancelot langsung berdiri dan mengajak Hanifah untuk pergi meninggalkan A ling.
"Lanc, aku pasti bisa merebutmu dari tangan wanita itu!" teriak A ling semakin frustrasi.
Lancelot sama sekali tidak menggubris ucapan A ling, Lancelot dengan tenang menggenngam jemari Hanifah dan meninggalkan A ling yang sudah di kuasi emosi.
"Nona, mau kami antar atau nona pergi sendiri?" tanya Dandruff sinis.
__ADS_1
"Aku bisa pergi sendiri."
A ling yang masih di kuasai amarah melangkah pergi meninggalkan kamarnya. Dandruff dan beberapa bodyguardnya masih terus mengawasi gerak gerik A ling, A ling tahu jika sedikit saja dia ceroboh maka nasibnya akan menjadi buruk. A ling tidak pernah menyangka jika Lancelot bisa mengatakan semua ini, yang membuat A ling semakin tidak percaya ternyata Hanifah juga sama sekali tidak terpengaruh.