Anak Dari Rahim Kontrak.

Anak Dari Rahim Kontrak.
Part 204


__ADS_3

Lancelot tetap berada di rumah sakit, dengan di temani oleh Ang dan istrinya sedangkan tuan dan nyonya Bisseling mengajak nona An, untuk pulang ke rumah karena, pihak rumah sakit melarang anak kecil untuk terlalu lama berada di dalam rumah sakit. Sebenarnya nona An tidak mau pulang namun aturan rumah sakit tidak bisa di ganggu gugat, dengan tangisan yang tidak mau berhenti, tuan dan nyonya Bisseling terus menggendong dan menenangkan nona An. Tuan dan nyonya Bisseling terus menghibur dan menenangkan nona An, Tuan dan nyonya Bisseling mengajak nona An, pulang kerumahnya. Sesampainya di rumah tuan dan nyonya Bisseling nona An, masih murung.


A ling setelah mendapat perawatan medis sementara, sekarang sedang menjalani introgasi di kantor polisi, A ling, polisi mencecar banyak pertanyaan pada A ling namun A ling sangat berbelit-belit dalam menjawab pertanyaan dari penyidik, hampir tiga jam mengintrogasi A ling namun belum mendapat hasil yang memuaskan.


Dandruff setelah setelah menyelesaikan urusannya di kantor polisi dia ke rumah sakit menemui Lancelot, untuk menginformasikan perkembangan tentang penangkapan A ling.


"Selamat sore tuan!" sapa Dandruff sopan.


"Dand, bagaimana ?" tanya Lancelot dan Ang.


"A ling masih belum memberi keterangannya, dia banyak diam di saat di tanya oleh penyidik." jelas Dandruff.

__ADS_1


"Siapkan pengacara yang handal kali ini jangan lepaskan A ling, karena dia sudah menghilangkan nyawa anakku." ucap Lancelot berapi-api.


"Apa? Menghilangkan nyawa anak Tusn bagaimana tuan?" tanya Dandruff terkejut dan tidak paham pasalnya nona An, dalsm keadaan baik-baik saja.


"Hani, keguguran." jawab Ang sedih.


"Biadab kau A ling!" seru Dandruff spontan karena terkejut langsung dipenuhi amarah "Aku pastikan A ling harus membayar semua ini, Tuan jangan khawatir kali ini A ling tidak akan lolos, saya sudah siapkan pengacara handal untuk menangani kasus ini." jelas Dandruff berapi-api.


"Tuan Lanc, selamat sore," sapa suster perempuan.


"Sore Sus," jawab Lancelot dan yang lainnya.

__ADS_1


"Nyonya Hanifah, sudah melewati masa kritisnya, beliau sangat kuat sebentar lagi nyonya sudah bisa di pindah di ruang inap, namun nyonya Hanifah belum sadar benar jadi hanya satu orang yang diperbolehkan untuk mendampingi nyonya." jelas suster.


"Alhamdulillah, terima kasih Sus, saya sendiri yang akan menjaganya." jelas Lancelot dengan wajah berbinar-binar.


"Semua, akan baik-baik saja Lanc." hibur Ang, Ikut merasakan kebahagiaan.


"Sebelumnya saya sarankan, tuan jangan memberitahukan dulu tentang kegugupannya pada nyonya takutnya nyonya tisak bisa menerima kenyataan, sebab jika nyonya terkejut bisa mempengaruhi, mentalnya." imbuh suster lagi.


Suster pergi meninggalkan mereka semua, Lancelot sangat terharu hingga tidak bisa mengontrol dirinya saat mendengar berita tentang perkembangan Hanifah yang sangat baik. Saking bahagianya Lancelot langsung memeluk Ang dan juga Dandruff secara bersamaan, setelah bisa menguasai diri Lancelot segera menelpon kedua orang tuanya untuk memberitahukan tentang perkembangan kesehatan Hanifah. Tuan dan nyonya Bisseling sangat bahagia dan bersyukur ketika mendengar berita tentang Hanifah.


Lancelot meminta pekerjanya untuk datang ke rumah sakit membawakan baju ganti untuk Hanifah dan juga dirinya sendiri. Berita tentang penusukan yang di alami oleh Hanifah sudah memenuhi media elektronik dan juga media cetak. Berita tentang, Hanifah, Lancelot dan juga A ling menjadi tranding topik paling hangat di petang ini.

__ADS_1


"


__ADS_2