Anak Dari Rahim Kontrak.

Anak Dari Rahim Kontrak.
Part 180.


__ADS_3

Senin pagi merupakan hari yang sangat menyibukkan, satu bulan lebih setelah nona An libur panjang hari ini untuk pertama kalinya noan An, kembali masuk sekolah. Hanifah seperti hari-hari sebelumnya bangun pagi-pagi menyiapkan segala keperluan nona An. Lancelot pagi ini juga ikut bangun pagi, karens ini hari pertama masuk sekolah Lancelot mau ikut ngantar nona An untuk pergi ke sekolah.


Nona An sudah duduk di meja makan dan sudah rapi dengan seragam sekolahnya. Sedang Hanifah dengan telaten menyiapkan sendiri bekal untuk nona An, maupun sarapannya sendiri nona An, maupun Lancelot.


"Selamat pagi Putri papa yang cantik dan pintar, sudah siap ke sekolahnya?" tanya Lancelot.


"Pagi papa, lihatlah aku sudah cantik, hari ini mama, membantuku mengepang rambutku," Nona An pamer pada Lancelot.


"Pantesan cantik sekali." puji Lancelot.


"Sekarang, kita sarapan dulu, jangan sampai telat." perintah Hanifah.


"Siap mama." sahut Lancelot dan Nona An, bersamaan.


Lancelot, Hanifah dan nona An, sarapan bersama, mereka sarapan dengan sup makaroni lengkap dengan cornet daging sapi, sayur dan telur mata sapi, selesai sarapan Lancelot dan Hanifah mengantar nona An, pergi ke sekolah, Lancelot menyetir sendiri sedangkan nona An dan Hanifah duduk di bangku belakang.


"Papa, tidak ke kantor hari ini?" tanya Hanifah pada Lancelot, karena Lancelot masih memakai pakaian santai.


"Ya, nanti ke kantor setelah mengantar An," jawan Lancelot.

__ADS_1


"Papa, nanti jemput ya?" pinta nona An.


"Nanti siang oma dan opa yang menjemput An, soalnya oma sama opa kepingin jemput, An dan sepulang sekolah oma sama opa mau ngajak An, jalan-jalan." ujar Lancelot.


"Beneran Pa?" tanya Hanifah.


"Iya, semalam mama dan papa sudah bilang, dia pingin jemput di hari pertama sekolahnya An." jelas Lancelot "An, mau kan jalan-jalan sama oma dan oma tapi papa dan mama tidak ikut?" tanya Lancelot memastikan.


"Ehm... kalau mama gak ikut aku gak mau," gerutu nona An.


"An, mau punya adik gak?" tanya Lancelot.


"Kalau, mau adik ya An, nurut ya, hari ini An, bersama oma dan opa dulu, soalnya mama dan papa harus bekerja." jelas Lancelot.


"Memangnya, karyawan di kantor apa kurang Pa, lagian hari ini, sepertinya aku tidak punya pekerjaan deh." ujar Hanifah yang tidak paham dengan ucapan Lancelot.


"Lihat saja nanti, Ma." jawab Lancelot santai.


"Aku gak bisa kerja di kantor pa," ucap Hanifah jujur.

__ADS_1


"Cukup menenaniku saja sudah cukup." sahut Lancelot "Sekarang sudah sampai ayo segera turun, nanti sepulang sekolah An, di rumah oma dan opa setelah jalan-jalan, nanti malam setelah papa dan mama menyelesaikan pekerjaan baru kita jemput." pesan Lancelot pada nona An.


"Beres pa." sahut nona An.


Lancelot dan Hanifah mengandung tangan mungil nona An, meraka berdua mengantar nona An, untuk menuju ke kelasnya. Semua murid di antar oleh kedua orang tuanya, nona An sangat bahagia sekali sebab di antar oleh papanya biasnya hanya Hani saja, kadang tuan dan nyonya Bisseling.


"Bagaimana senang papa antar, belajar yang rajin ya." tanya Hanifah lembut.


"Tentu senang sekali." sahut nona An, bahagia.


Setelah An, masuk ke dalam kelas Hanifah dan Lancelot kembali ke parkiran, sekama jalan menuju parkiran Lancelot selaku menggenggam erat jemari Hanifah. Hanifah tidak banyak tanya, dia malu sendiri dengan tingkah Lancelot, padahal hal seprti itu sudaj biasa di negara Hongkong.


"Sudah aku hilang ma, maka harus biasa dengsn posisi ini aku gak bisa ngebayangin di ranjang nanti." bisik Lancelot lirih.


"Papa!" seru Hanifah lirih memukul lengan Lancelot manja, dengan wajah sudah merah padam.


"Hari ini, waktu untuk kita berdua, makanya aku minta mama dan papa untuk menjaga An, lihatlah baru gitu saja wajah sudah seperti kepiting rebus" ucap Lancelot.


"Oh, itu yang papa bilang mau bekerja." jawan Hanifah baru paham.

__ADS_1


__ADS_2