Anak Dari Rahim Kontrak.

Anak Dari Rahim Kontrak.
Part 106


__ADS_3

Lancelot terbangun dari tidurnya setelah beberapa saat terpejam matanya, Lancelot terbangun dengan keringat bercucuran dan nafas yang tersengal-sengal, setelah mimpinya tadi tentang nona An dan Hanifah. Lancelot untuk menenangkan kegelisahan hatinya langsung mengambil air dari atas nakas yang berada di dekat ranjang tidurnya. Setelah minum air putih Lancelot melihat jam yang ada di telepon pintarnya.


"Ah, masih jam dua, berarti aku tidurku belum ada satu jam." gumam Lancelot sambil melihat jam di telepon pibtarnya.


Lancelot memandangi telpon pibtarnya dia ingin sekali menelpon Hanifah, tapi jam susha sangat larut atua menjelang pagi, akhirnya Lancelot hanya memandangi foto Hanifah dan nona An di telpon pibtarnya yang sedang berpelukan dengan di hiasi sebuah senyum kebahagiaan.


"Senyum kalian adalah kebahagiaanku, selamat malam sayang." ucap Lancelot terus memandangi foto Hanifah dan nona An.


Setelah beberapa saat memandangi foto Hanifah dan nona An, Lancelot kembali memejamkan matanya, untuk kembali ke alam mimpinya. Pagi ini Lancelot bangun lebih awal dari pada biasanya karena dalam hati dan pikirannya tidak tenang, Lancelot terus kepikiran Hanifah dan nona An. Lancelot setelah bangun dia langsung melakukan pekerjaannya, dia melanjutkan meneliti proyek hotel yang ada di Harbin tersebut. Jam tujuh pagi Dandruff, menghubungi Lancelot, Dandruff bermaksud untuk membangunkan tuannya agar tuannya tidak telat, dia takut tuannya kesiangan seperti saat di Indonesia dulu.


Bangun pagi sudah merupakan agenda rutin dari Lancelot, kecuali jika tidak enak badan baru Lancelot bangun telat, dari dulu kebiasaan Lancelot memang begitu, sehingga Dandruff tidak begitu terkejut dengan aktifitas tuannya itu, namun jika Lancelot bangun kesiangan itu malah buat Dandruff khawatir. Lancelot menyuruh Dandruff untuk segera bersiap-siap, dan menungunya di lobi Hotel sambil menikmati menu sarapan yang di sediakan oleh hotel tempat mereka menginap.


"Selamat pagi Tuan," sapa Dandruff menghampiri Lancelot yang sudah duduk di kursi salah satu sudut lobi tersebut.

__ADS_1


"Pagi, Dand, duduk" sapa balik Lancelot santai sambil terus melihat tabletnya.


Lancelot segera mengambil tempat duduk yang ada di hadapan Lancelot.


"Tuan sudah sarapan?" tanya Dandruff.


"Belum, nunggu kamu, kita sarapan dulu setelah iri kita bahas agenda kita hari ini." ajak Lancelot.


"Baiklah, Tuan, Taun ambil saja dulu sarapannya, biar saya yang nunggu mejanya, gantian ambil makannya." ucap Dandruff.


"Dand, usahakan sore ini kita berangkat ke Macau, aku tidak ingin lama-lama berjauhan dengan Hanifah dan nona An." perintah Lancelot.


"Baik, Taun, saya akan segera mengecek jadwal keberangkatan kereta cepat untuk ke Macau hari ini ada apa tidak," sahut Dandruff segera membuka tabletnya.

__ADS_1


Kedua insan itu diam menikmati sarapannya tanpa bersuara, mereka sarapan berdua sarapan cepta sekali sekali setelah selesai sarapan metsak kembali fokus pada tablet masing-maisng.


"Taun, ada pemberangkatan jam lima sore bagaimana?" tanya Dandruff.


"Ambil," sahut Lancelot.


"Tapi tuan jarak stasiun dan kota ini cukup jauh memakan dua jam perjalan, " jelas Dandruff.


"Ambil, soal waktu bisa kita atur." ucap Lancelot santai.


"sepuluh menit lagi meting dimulai Tuan, kita harus segera menuju lokasi," ajak Dandruff.


"Aku tahu," sahut Lancelot enteng namun serius.

__ADS_1


Mereka berdua segera berdiri dan berjalan menutu tempat mereka mengadakan rapat, tidak sampai sepuluh menit mereka berdua sudah duduk di ruangan yang mereka sewa untuk meting. Meting kali ini juga tidak sampai memakan waktu yang lama, jam dua belas siang meting selesai, Lancelot dan Dandruff segera kembali ke kamarnya masing-masing untuk segera berkemas. Selesai berkemas mereka berdua segera menuju ke stasiun dengan diantar oleh sopir suruhan kantor cabang, tujuan mereka sekarang negara Macau, kereta cepat yang mereka berdua gunakan telah sampai di Macau setelah beberapa jam melakukan perjalan dari propinsi Harbin ke negara Macau.


__ADS_2