Anak Dari Rahim Kontrak.

Anak Dari Rahim Kontrak.
Pat 203


__ADS_3

Ambulan yang di tumpangi Lancelot beserta anak dan istrinya melesat dengan cepat hanya dalam waktu sepuluh menit ambulan sudah sampai di rumah sakit, begitu sampai di rumah sakit Hanifah, langsung di bawa ke ruang ICU, sedangkan Lancelot mengurus pendaftaran di ruang resepsionis.


Lancelot segera menghubungi Dandruff, tuan dan nyonya Bisseling, serta Ang, Lancelot memeluk nona An dengan perasaan sangat panik, di dalam ruangan operasi dokter sedang melakukan operasi karena luka tusukan yang dalam membuat Hanifah, mengeluarkan banyak darah.


"Bagaimana semua ini bisa terjadi Lanc, papa sudah bilang dari dulu lenyapkan perempuan ular itu, kamu tidak menggubrisnya." ucap tuan Bisseling, emosi dan panik.


"Bagaimana keadaan Han?" tanya nyonya Bisseling panik juga.


"Belum tahu Ma, Pa , dia sedang di operasi, karena banyak sekali darah yang keluar," jawab Lancelot parau.


"Oma, mama oma, mama gak bangun-bangun." oceh nona An, di antara tangisnya "Aku takut, oma, mama beldalah-dalah."


"Oma yakin, mama orang yang kuat, mama An, pasti bangun, sabar ya sayang." bujuk nyonya Bisseling lembut.


Suasana duka menyelimuti depan ruang tempat Hanifah melakukan operasi, Lancelot yang biasanya tegar kali ini terlihat sangat rapuh.


"Lanc, memang tidak berguna ma, pa, menjaga anak dan istri saja tidak sanggup." ucap Lancelot lirih, merutuki dirinya sendiri.

__ADS_1


Tuan dan nyonya Bisseling diam tidak menjawab, ketiganya larut dalam kesedihannya. Dua jam lebih operasi Hanifah belum juga usai, Lancelot, tuan nyonya Bisseling terus menunggu di koridor rumah sakit depan ruang operasi. Lampu operasi telah padam, seorang dokter laki-laki dan seorang suster telah keluar dari ruang operasi.


"Bagaimana Dok, keadaan istri saya?" tanya Lancelot cemas.


"Iya bagaimana dengan menantu kami?" tanya tuan Bisseling juga masih di selimuti rasa panik.


"Sebelumnya kami minta maaf tuan, kami sudah berusaha dengan maksimal namun Tuhan berkehendak lain," ucap Dokter, belum juga dokter selesai berbicara sudah di potong oleh Lancelot.


"Apa?... apa yang terjadi dengan istri says Dok?" tanya Lancelot terkejut dan semakin panik, begitu pula tuan dan nyonya Bisseling juga mengalami hal yang sama.


"Nyonya Hanifah, selamat namun anak yang ada dalam kandungannya tidak bisa kita selamatkan." jelas dokter.


"Apa Hani, hamil!" seru nyonya Bisseling juga terkejut.


"Iya, Tuan , Nyonya, usia kandungan nyonya Hanifah, berusia dua bulan di usia segitu kandungan masih lemah jadi sangat rentan untuk keguguran." jelas dokter.


"Ya Allah anakku, maafkan papa yang tidak bisa menjaga kalian." ucap Lancelot lirih.

__ADS_1


Lancelot langsung luruh jatuh ke lantai tidak bisa lagi membendung airmatanya, Lancelot sangat terpukul begitu mengerahui jika istrinya sedang hamil dan sekarang anaknya tidak bisa di selamatkan.


"Lanc, benar-benar tidak berguna." ucap Lancelot lagi menyalahkan dirinya sendiri.


"Bangun Lanc, Hani perempuan hebat dan kuat, sekarang kita fokus dulu pada Hani, yang terpenting sekarang Hani, sudah selamat, dan kita harus menjebloskan A ling ke dalam penjara karena sudah mencelakai anak dan cucuku, jangan biarkan dia berkeliaran lagi dan mengganggu keluarga kita." ucap tuan Bisseling, sambil menopang Lancelot agar bangun dan duduk di bangku rumah sakit.


Ang dan istrinya dengan tergopoh-gopoh menemui mereka di rumah sakit.


"Tante, Om, bagaimana keadaan Hani?" tanya Ang.


"Ang, anakku... aku tidak bisa menjaga dan menyelamatkan anak dan istriku." ucap Lancelot dengan air muka kesedihan, mata Lancelot sudah banjir air mata.


Ang dan istrinya bingung dengan jawaban Lancelot, pasalnya nona An dalam keadaan sehat.


"Maksudnya?" tanya istrinya Ang.


"Hani selamat namun bayi dalam kandungannya tidak bisa di selamatkan." jawab nyonya Bisseling.

__ADS_1


"Ya Tuhan!" seru Ang fab istrinya.


__ADS_2