
Jam sepuluh pagi semua sudah bangun dan siap-siap untuk jalan-jalan, dan Hanifah sudah memberi kabar pada Tatuk jika Hanifah akan menemuinya di pasar Sham shui po, nyonya Bisseling tidak ikut jalan-jalan karena akan menemani tuan Bisseling berakhir pekan di rumah, sedang yang berangkat jalan-jalan, Lancelot beserta anak, suster dan Hanifah, serta Garnier dengan kedua anaknya dan suaminya. Sesuai dengan kesepakatannya beberapa hari yang lalu Lancelot akan mengantar Garnier belanja di pasar tradisional yang namanya begitu sangat populer disemua kalangan. Dari rumah mereka sengaja menggunakan taxi untuk menuju stasion kereta api bawah tanah, sesuai dengan persyaratan dari Garnier.
Suatu hal yang baru buat Lancelot bepergian menggunakan alat transportasi umum, khususnya transportasi di negara Hongkong. Sebelum pergi belanja Lancelot mengajak senua makan di sebuah restaurant yang berada di sekitar area satasisun kereta bawah tanah, jam sebelas acara makan telah usai setelah makan mereka menuju ke stasion kereta bawah tanah, Lancelot mendorong sendiri kereta bayinya sedang Hanifah dan suster berjalan di belakang Lancelot, sedang anak Garnier di pegangi tangannya oleh suami Garnier, jadi tiga wanita itu berjalan lenggang kanggkung(santai ), karena hari minggu tentu penumpang di kereta sangat banyak sekali, waktu seperti sekarang karena waktu menjelang makan siang, mayoritas penduduk hongkong jika sedang libur mereka menggunakan waktu Liburnya untuk menikmati makan bersama keluarganya di restaurant, karena banyak pembantu yang libur di hari minggu, sehingga para majikan tidak mau ribet dengan urusan dapur dan karena banyak orang di Hongkong tidak bisa memasak.
Tujuan pertama Garnier menuju pasar Mongkok atau yang lebih terkenal dengan sebutan ladies market, empat bulan bekerja di negara Hongkong ini pertama kalinya Hanifah menginjakan kaki di pasar tradisional dengan menjual berbagai macam pakaian dewasa, pakaian, anak, tas, baju dan masih banyak lagi. Pasar Mongkok penuh sesak lautan manusia dan yang membuat Hanifah terheran-heran adalah pengunjungnya mayoritas orang Indonesia yang sedang bekerja di Negara Hongkong.
__ADS_1
Hanifah terus mengikuti kemanapun langkah Garnier, Garnier tidak hanya melihat-lihat saja namun Garnier juga membeli beberapa potong baju, kelakuan Garnier sungguh di luar malar Lancelot pasalnya selama ini Garnier tidak pernah menginjakan kalau di pasar tradisional. Selama satu jam Garnier berjalan di pasar Mongkok, selesai dari pasar Mongkok mereka menuju pasar Prince Edward di pasar Prince Edward juga menghabiskan waktu kurang lebih satu jam, setelah satu jam dan semua merasa haus dan lapar mereka berhenti di KFC, di samping para orang tua yang lapar nona An juga sudah lapar waktunya untuk minum susu, tangisan nona An semakin kencang.
"Tuan nona kecil sangat kelaparan, waktunya minum susu," jelas Hanifah pada Lancelot.
"Kita cari kamar mandi dulu," ucap Lancelot.
__ADS_1
"Di depan sana ada kamar mandi khusus bayi, di dalamnya kamu bisa dengan bebeaa menyusui anakku." jelas Lancelot terus melangkah menuju kamar mandi khusus bayi.
Setelah menemukan kamar mandi yang di maksud Hanifah segera masuk kedalam, begitu sudah berada di dalam Hanifah segera menyusui nona An, tanpa menghiraukan keadaan sekitar, sedangkan Lancelot berada di luar untuk menunggu Hanifah selesai menyusui nona An.
Kamar mandi khusus bayi didesain khusus buat orang tua yang memiliki bayi, di dalam kamar mandi tidak ada WC, yang ada hanya sebuah meja lengkap dengan kasur kecil untuk membaringkan bayinya saat ganti diapers, dan juga ada tempat duduk yang sangat nyaman, gunanta untuk duduk seorang ibu yang ingin menyusui anaknya, di dalam juga di pasang wastafel, lengkap dengan tisunya.
__ADS_1
"Tuan sudah." Hanifah keluar setelah menyusui nona An hampir satu jam di dalam.