
Pesawat yang di tumpangi oleh Lancelot sudah mendarat dengan baik, setelah menyelesaikan urusan imigrasi Lancelot langsung meluncur ke rumah tuan dan nyonya Bisseling. Di rumah tuan dan nyanya Bisseling menyambut keadangan Lancelot dengan serangan hati apalagi semakin hari kaki Lancelot semakin kuat, kini Lancelot tudak lagi menggunakan kursi roda namun lebih ke penyangga. Lancelot juga tidak lupaemberi kabar pada Hanifah dan nona An jika dia sudah sampai di rumah dengan selamat.
Karena hari masih sangat siang, Lancelot setelah menemui kedua orang tuanya dia segera menuju di kantor, Lancelot juga sudah membuat janji dengan Ang sahabat karibnya, seadangkan Lancelot sudah disibukkan dengan pengurusan surat untuk perniakahan Lancelot dengan Hanifah.
Lancelot dan Ang, melakuakan pertemuan di hotel Lancelot, karena hanya di hotelnya Lancelot bisa memesan menu halal untuk dirinya. Ang beserta istrinya menemui Lancelot sambil menikmati makan malam.
"Akirnya kamu bakal menikah Lanc, aku sangat senang sekali!" seru Ang memberi ucapan selamat pada Lancelot.
"Aku juga tidak menyangka jika genteng yang aku bangun seal a bertahun-tahun bisa runtuh oleh pengasuh putriku." sahut Lancelot.
"Selamat Lanc, tadinya aku tidak percaya ketika suamiku bilang kamu bakal menikah dengan Hani, sekarang aku percaya sudah sampai mana persaipannya, tante dan om sangat antusias untuk membuat pesta pernikahanmu." beber Ang.
"Terima kasih, atas semua dukungannya persiapan sramha syadg lima puluh persen, kalian tahu sendiri untuk acara ini biar mama dan papa yang merencanakan, yang penting mereka bahagia,"
"Kami tidak punya pilihan konsep sendiri?" tanya Ang.
__ADS_1
"Ada, aku dan Hanifah memilih konsep adat jawa saat di Indonesia, kalau yang di Hongkong aku serahkan ke mama dan papa serta kak Nier." sahut Lancelot santai.
"Kamu semakin matang, banyak sekali perubahan pads dirimu Lanc, semakin hari kamu semakin tenang dan juga baik, bagaimana apakah semua karyawanmu sudah tahu dengan rencana pernikahanmu." ucap Ang.
"Mungkin sudah, tapi belum tahu juga karena untuk acara di Hongkong, baru akan kami laksanakan dua bulan lagi, sekarang fokus untuk acara di Indonesia dulu, semoga semua bisa berjalan sesuai dengan rencana, aku juga belum yakin apakah dalam satu bulan semua dokumen bisa selesai," ucap Lancelot.
"Menurut info menikah di Indonesia tidak bagitu ribet, itu menurut penduduk asli sana tapi jika menikah dengan orang manca negara aku sendiri juga kurang tahu, apapun itu aku selalu berdoa yang terbaik untukmu." ucap Ang.
"Bagaimana An, sekarang?" tanya nyonya Ang.
"Sifat memaksamu masih tetap kamu pelihara juga, jadi Hani, menikah denganmu karena terpaksa, ya Tuhan Lanc!" seru Ang tidak percaya dengan pengakuan Lancelot barusan.
"Tidak seratus persen terpaksa, tapi yang aku tahu Hani, menerima lamaranku karena dia tidak bisa berpisah dengan An, anakku aku sendiri sangat mencintainya, tapi aku yakin walau Hani, belum bisa menerima dengan sepenuh jiwa secepatnya dia bakal menerimanya, tinggal bagaimana aku memperlakukannys, kalian jangan khawatir aku tahu apa yang harus aku lakukan, walau tidak mudah." ucap Lancelot percaya diri.
"Aku yakin kamu bisa, kami akan membantumu." ucap nyonya Ang antusias.
__ADS_1
"Oh ya sekalian aku mau mengundang kalian berdua untuk menghadiri pernikahanku dengan Hanifah, sekalian kalian bisa liburan di vilaku yang ada di Indonesia, di jamin bikin ketagihan, pemandangannya Indah dan selaku sejuk tidak ada yang namanya panas menyengat, sebenarnya aku kerasan tinggal di sana, damai." cerita Lancelot.
"Yo pasti kamu kerasan di sana ada belahan jiwamu, aku pingin lihat bagaimana aktifitas anakmu dan Hani di sana." pinta Ang "Kelihatannya anakmu senang sekali berada di Indonesia.
Lancelot mengambil tabletnya, dengan bangga Lancelot memutarkan video nona An, yang sedang beraktifitas di desa Hanifah bersama dengan dirinya, Hanifah maupun dengan kedua orangtua Hanifah. Ang buksn hanya melihat video, dia juga melihat foto-foto yang sudah di Simpan oleh Lancelot.
"Wah, asyik sekali di sana bisa malsm buah dan sayur langsung dari ladangnya, masih segar-segar, jelas An kerasan di sana bebas bermain." ucap Ang.
"Barusan Hani, kirim video lihatlah An, belajar naik sepeda." ucap Lancelot dan menunjukan sebusg video An yang sedang belajar mengendarai sepeda.
Lancelot, nyonya Ang dan Ang, tertawa terbahak-bagak melihat foto maupun video nona An, yang sedang beraktifitas di alam bebas.
"Lihatlah, kukut anakmu sedikit gelap, Begini benar-benar cocok jika Hani menjadi mamanya, An, dan aku yakin jika tidak tahu mereka pasti mengira jika An, itu abaknha Hani." never nyonya Ang.
Pertemuan mereka bertiga berakhir di jam sepuluh malam, Ang dan istrinya juga tidak bisa pulang terlalu larut karena Pagi-pagi sekali mereka harus berangkat kerja dan juga mengantar anaknya pergi ke sekolah. Selain itu nyonya Ang, selalu berusaha sampai rumah sebelum jam sebelas malam. Ang sangat disiplin dalam mendidik Putra putranya, jika jam sekolah masuk maka jam sepuluh malam, seluruh anaknya harus segera masuk kamar tidur dan tidak boleh ada yang berada.
__ADS_1
Selesai melakukan pertemuan dengan Ang, Lancelot segera menuju rumah orang tuanya, sebenarnya Lancelot ingin pulang di rumahnya sendiri namun di larang oleh tuan dan nyonya Bisseling, dengan alasan Lancelot belum sembuh benar dari musibah kecelakaan tempo dulu, dan masih harus diawasi dan perawatan ektra.