Anak Dari Rahim Kontrak.

Anak Dari Rahim Kontrak.
Part 121


__ADS_3

Berita tentang kecelakaan yang menimpa Lancelot semakin santer disiarkan di media elektronik maupun media cetak, mengingat Lancelot merupakan anak pengusaha ternama dan juga merupakan penerus dari perusahaan Brown Group, sebuah perusahaan besar yang sudah mendunia. Beberapa spekulasi tentang perusahaan Lancelot juga ikut menghiasi sebagai pemanis di setiap pemberitaan tentang Lancelot. Jika beberapa tahun ini tidak ada kabar tentang Asmara Lancelot kali ini justru berita tersebut juga ikut muncul dalam setiap berita yang muncul tentang Lancelot. Beberapa berita menyebutkan jika Hanifah, merupakan orang yang paling berharga buat Lancelot, mengingat penjelasan dokter Khong Guan di jumpa pers tadi yang sedikit mencatut nama Hanifah sang pengasuh nona An, namun beberapa berita mengatakan jika Hanifah, tidak pantas jika bersanding dengan Lancelot.


Tidak lebih dari satu minggu polisi sudah menemukan pelaku pemutus kabel rem mobil yang di tumpangi oleh Lancelot sayangnya sang pelaku sangat setia dengan tuannya sehingga sang pelaku tidak pernah mengatakan siapa yang menyuruhnya. Biarpun sang pelaku tetap bungkam namun polisi tidak kehilangan akal, polisi tetap berusaha memburu yang bersangkutan.


Waktu berjalan dengan sangat lamban, hari berganti minggu, minggu berganti bulan, hingga bulan berganti tahun, satu tahun lebih Lancelot berbaring di atas ranjang rumah sakit. Selama itu pula Hanifah dan An, tidak pernah absen untuk datang ke rumah sakit, menjenguk Lancelot, setiap hari Hanifah berdoa untuk Lancelot, setiap kali Hanifah, suci Hanifah, selalu membacakan surat yasin ditelinga Lancelot dengan ditemani oleh nona An, maupun nyonya Bisseling.


Usia nona An, sudah hampir tiga tahun sekarang nona An sudah duduk di bangku nursery (paud), seperti anak-anak pada umumnya nona An, tetap ceria, nona An juga tetap bisa bermanja-manja seperti anak-anak lainnya. Setiap hari Hanifah, mengantar dan menjemput nona An, di sekolahan yang bertaraf International dan hanya orang berduit yang bisa sekolah di sana. Di sekolahan nona An, mendapat perlakuan khusus karena perusahaan Brown Group merupakan donatur tetap dan donatur terbesar di sekolahan tersebut sejak dulu, sehingga nama Lancelot dan Bisseling sudah tidak asing di telinga para pengajar dan seluruh jajaran sekolahan dari paud sampai sekolah menengah atas.


"Mama!" seru nona An, girang setiap kali melihat Hanifah menjemputnya.


Semua guru pengajar tidak heran dengan tingkah nona An, yang begitu manja pada Hanifah, karena mereka juga tahu kedudukan Hanifah di keluarga Bisseling.


"Anak mama pintar sekali." ucap Hanifah tulus penuh kasih.


"Mis Lo, mamaku so beautiful." Nona An dengan senangnya memamerkan Hanifah pada gurunya.


"Tentu nona, mama nona so beautiful, Nyonya, anda memang luar biasa, nona An, merupakan anak yang paling mandiri, tidak cengeng, selalu menolong, selama di sekolah nona An, merupakan anak yang paling di sukai oleh teman-temannya karena noha An memiliki sifat kasih yang luar biasa, sebagai gurunya An, saya perlu belajar dari anda nyonya." ucap Mis Loreal guru nona An.

__ADS_1


"Maaf, Mis alangkah baiknya jika Mis memangil saya dengan sebutan cece saja," pinta Hanifah sopan.


"Tidak Nyonya, jika kami ketahuan berlaku tidak baik pada Nyonya, pekerjaan kami yang menjadi taruhannya, kami di sini semua tahu posisi nyonya di keluarga besar Bisseling, dan kami juga tahu jika nyonya sangat berhasil mendidik nona An, sebagai keturunan keluarga Bisseling, semoga tuan Lanc, nyonya." ucap Mis Loreal bersungguh-sungguh.


"Mis, terima kasih namun pujian Mis Lo, sangat berlebihan," sahut Hanifah tetap sopan.


"Apa yang saya ucapkan tidaklah berlebihan, melihat kualitas Nona An, yang sangat luar biasa pasti ada hati seorang wanita yang luar biasa, yaitu anda Nyonya benar apa yang di katakan nyonya Bisseling tentang anda, sangat beruntung nona An memiliki mama seperti anda nyonya," tambah Mis Loreal.


Hampir setiap hari Hanifah sengaja menjemput nona An, paling akir, karena Hanifah ingin bercakap-cakap langsung dengan gurunya nona An, Hanifah ingin mengetahui perkembangan nona An, selama berada di sekolah, Hanifah kawatir jika nona An, tidak bisa mengikuti pelajarannya.


"Mis Lo, see you tumolo." ucap nona An, cedal sambil bersalaman dan mencium tangan Mis Loreal.


"See you tomorrow, nona," sahut Mis Loreal senang, sebab dari sekian murid hanya nona An, yang selalu bersalaman dan mencium tangan guru-gurunya, sampai-sampai gurunya menanyakan pada nyonya Bisseling, maupun Hanifah, dan juga mencari jawaban melalui Google.


Hanifah dan nona An meninggalkan sekolahan dengan perasaan gembira, seorang sopir sudah menunggu di depan pintu gerbang sekolahan.


"Princess mama tadi belajar apa hayo?: tanya Hanifah sambil jalan menuju pintu gerbang.

__ADS_1


"Tadi An belajar bernyanyi menggambar, tadi teman An ada yang nangis lo Ma," celoteh nona An


"Kenapa?"


"Itu ma pipis di kulsi," ucap nona An yang masih sedikit cedal.


"Terus?"


"An, bantu ke kamal mandi sama bibi, telus An, kasih bekal An."


"Anak pinter,"


"Ma, kita ketemu papa kan?" tanya nona An.


"Tentu sayang, tapi princes mama harus ganti baju dulu, biar papa senang dan cepat bangun." ucap Hanifah lembut.


Nona An dan Hanifah sudah sampai di pintu gerbang, mereka langsung masuk ke dalam mobilnya. Seperti biasa Hanifah dan nona An, selalu mendapat pengawalam secara ketat dan khusus.

__ADS_1


__ADS_2