Anak Dari Rahim Kontrak.

Anak Dari Rahim Kontrak.
Part 51


__ADS_3

London merupakan ibukota negara Inggris, London kota dengan keberagaman budaya, di kota London Lancelot, Hanifah, nona An, Garnier beserta tuan dan nyonya Bisseling sangat menikmati pesta ulang tahun nona An. Lancelot memilih salah satu hotel ternama yang ada di kota London, tamu yang hadir tidak kalah jauh banyaknya dengan tamu yang hadir di negara Hongkong, namun pesta yang di kota London bersifat privat, ratusan tamu undangan memenuhi ball rom Hotel yang telah disewa oleh Lancelot. Sebuah kue ulang tahun setinggi satu meter berbentuk istana Disney land lengkap dengan adanya beberapa Putri penghuni Disney menjadi pilihan Lancelot dan keluarga.


Acara ulang tahun nona An sangat meriah pertunjukkan demi pertunjukkan telah di sajikan namun semua pertunjukkan bernuansa anak-anak, termasuk nyanyian anak-anak, balet anak-anak, serta drama anak-anak yang bertajuk Putri dongeng. Pada acara inti nona An memotong kue ulang tahunnya di dampingi oleh Lancelot, Hanifah, nyonya Bisseling tuan Bisseling serta Garnier, selesai memotong kue ulang tahun Lancelot memberi sedikit sambutan sebagai ucapan terima kasih.


"Selamat malam semua, terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang berkenan hadir dan memberi doa diacara ulang tahun yang ke satu tahun Putri saya yang bernama An Jiankang atau Elsa Bisseling nama latinnya, selamat menikmati semua hidangan dan hiburan yang telah kami sediakan, semoga Putri saya menjadi anak yang, sehat, baik dan pintar, terima kasih." Lancelot mengakhiri sambutannya dengan senyum penuh kebahagiaan.


Semua tamu undangan memberi teouk tangan yang meriah kepada Lancelot, setelah acara potong kue sesi foto-foto juga ikut menyemarakkan acara ulang tahun nona An. Selama acara berlangsung Hanifah mengikuti Lancelot yang menggendong nona An untuk menyapa para tamunya.


"Selamat ulang tahun anak manis, cantik," puji salah satu rekan bisnis Lancelot.


"Terima kasih," ucap Lancelot ramah.


Semua tamu mengucapkan selamat ulang tahun pada nona An, dan dari mereka juga banyak yang minta foto dengan nona An, sekarang yang menjadi targed foto bukan hanya nona An dan Lancelot, namun ada Hanifah yang malam ini tampilan Hanifah sangat memukau, sehingga tidak banyak yang tahu jika Hanifah adalah pengasuh nona An, banyak yang mengira Hanifah kekasihnya Lancelot.


"Tuan, kelihatannya nona capek, biar dua saya bawa masuk ke dalam, dan sudah waktunya minum susu." bisik Hanifah lirih pada Lancelot agar tidak terdengar oleh tamu lainnya.


"Baiklah," sahut Lancelot "Maaf anak saya mau minum susu dulu, saya tinggal sebentar." Lancelot pamit pada temannya.


"Silakan." sahut tamu yang duduk di bangku yang barusan di sapa oleh Lancelot.


Lancelot mengantar Hanifah, sebelum menuju ruang khusus, Lancelot meminta nyonya Bisseling untuk menemani Hanifah dalam menyusui nona An. Mereka bertiga berjalan menuju ruang khusus yang telah di sediakan oleh pihak hotel untuk istirahat yang membuat acara.


"Terima kasih, Ma, tolong temani absjju dan Hani, aku mau keluar menyapa para tamu yang lain." pamit Lancelot pada nyonya Bisseling dan Hanifah.


"Serahkan ke mama, mereka aman bersama dengan mama." sahut nyonya Bisseling dengan senyum penuh kebagaiaan.

__ADS_1


Lancelot segera meninggalkan Hanifah dan nyonya Bisseling, Lancelot kembali ke tempat adanya acara dan kembali menyapa tamu lainnya, Lancelot menyapa temannya dulu sewaktu kuliah di London dan sekarang juga masih tetap berada di London.


"Lanc, tidak salah kamu memilih kekasih." puji temannya.


"Benarkah?" tanya Lancelot.


"Ya, tentu aku ini wanita tentu aku tahu bahasa tubuh wanita mana yang baik dan mana yang bukan," sahut teman Lancelot.


"Tentu aku percaya dengan penilaisnmu karena kamu seorang psikolog, terima kasih." sahut Lancelot ramah.


"Masih mau nenyendiri atau di lanjutkan ke jenang pernikahan?" tanya teman Lancelot.


"Belum tahu." sahut Lancelot sambil mengedikkan bahunya.


"Kamu lihat sendiri, berapa usiaku, dia sangat muda sekali," sahut Lancelot.


"Kamu menyukai diakan, aku tahu dari tatapan matamu, kalau kamu tidak menyukainya tidak mungkin kamu dandani dia bak seorang ratu di kediaman Bisseling." tambah temannya lagi.


"Dia, pengasuh anakku, aku tidak akan gegabah yang terpenting sekarang anakku, An, kalaupun aku menikah dua harus bisa menerima An, dia bisa menerima An, tapi tidak denganku," jelas Lancelot.


"What? apa kamu sudah mengatakannya?" tanyanya.


"Tanpa aku mengatakan dan mendengar jawabannya aku paham jika dia tidak menginginkan laki-laki seperti aku," ucap Lancelot.


"Kamu tahu penyebabnya?" tanya teman Lancelot semakin penasaran.

__ADS_1


"Religion, kami sangat berbeda dia wanita yang taat pada agamanya, aku pernah mendengar jika orang yang taat pada agamanya dia hanya menikah dengan yang seiman begitu, yang aku tahu." jelas Lancelot.


"Kamu takut terluka, keputusan ada di tanganmu, seorang anak apabila berada di bawah asuhan seorang wanita yang baik maka anak tersebut bakal menjadi baik sekalipun wanita tersebut bukan ibu kandungnya." jelas temannya Lancelot.


"Aku belum berpikir sejauh itu, yang penting sekarang anakku sehat bisa bertumbuh dengan baik." ucap Lancelot.


"Aku pamit dulu sudah larut, pikirkan ucapanku demi anakmu." temannya Lancelot memberi pesan sebelum meninggalkan pesta ulang tahun nona An.


"Baiklah terima kasih," sahut Lancelot.


Lancelot meninggalkan temannya dan temannya juga pamit pulang, beberapa tamu juga sudah mulai meninggalkan tempat acara, Lancelot kembali bergabung di meja keluarga, Hanifah sudah kembali duduk di tempatnya sambil memanggku nona An yang sudah tertidur, malam ini sengaja tidak membawa stroller karena mereka aksn menginap di hotel teesebut.


"Lanc, anakmu sudah ngantuk biar aku bawa Hani dan anakmu ke kamar acara juga sudah selesai," ucap nyonya Bisseling.


"Baik ma, Han, biar aku gendong An." Lancelot meminta nona An dari tangan Hanifah.


Hanifah memberikan nona An pada Lancelot, Hanifah dan nyonya Bisseling mengikuti langkah Lancelot menyusuri lorong hotel, lorong yang sangat Indah dan mewah, nyonya Bisseling membuka sebuah kamar dengan kartu, begitu masuk Hanifah sangat terkejut karena Hanifah menepati hotel yang sangat mewah sebuah kamar dengan kasur king size, lengkap dengan televisi besar, serta ada satu set sofa besar beserta meja rias yang begitu besar nan indah, tidak lupa sebuah lemari dengan ukuran besar.


"Han, ini kamarmu dengan anakku, aku ada di kamar sebekah kanan, mama ada di kamar sebelah kiri, ada apa-apa segera ketuk pintu kamar kami atau kamu telpon, kamu berani-kan tidur sendiri." ucap Lancelot setelah menaruh nona An di atas kasur King size-nya.


"Berani, Tuan, jangan khawatir." sahut Hanifah sedikit gugup pasalnya ini pertama kalinya Hanifah menginap di hotel yang super mewah dengan fasilitas VVIP.


"Aku keluar dulu, Han, cepatlah istirahat, besok kita jalan-jalan mengunjungi wisata di kota ini." pesan nyonya Bisseling sebelum keluar dari kamar Hanifah.


Sepeninggalan Lancelot dan nyonya Bisseling Hanifah tidak langsung ganti baju dari jendela dia melihat dan menikmati pemandangan Indah kota London di malam hari.

__ADS_1


__ADS_2