Anak Dari Rahim Kontrak.

Anak Dari Rahim Kontrak.
Part 11


__ADS_3

Lancelot kini sudah kembali disibukkan dengan pekerjaannya seperti malam ini Lancelot baru masuk rumah sekitar pukul sepuluh malam, nona kecil itu kini setiap hari berada di bawah asuhan Hanifah, suster dan nyonya Bisseling.


"Lanc." nyonya Bisseling menegur Lancelot yang baru masuk rumah.


"Ma, bagaimana dengan putriku?" tanya Lancelot pada nyonya Bisseling.


"Baik, mama pesan luangkan waktu untuk putrimu, sudah dua hari ini mama lihat kamu selalu pulang larut, besok mama akan pulang ke rumah, papamu besok kembali, segera temui papamu." pesan nyonya Bisseling lalu meninggalkan Lancelot sendirian.


"Selamat malam tuan, Tuan sudah makan apa belum?" sapa Joyce pada Lancelot.


"Malam Joyce, aku belum makan, tolong siapkan dumpling kuah seperti biasa, setengah jam lagi aku turun, sekarang mau mandi dulu." Lancelot melangkahkan kakinya menuju kamarnya.


"Baik Tuan."


Joyce segera memerintahkan Klear untuk memasak dumpling pesanan Lancelot, Klear sebagai koko di rumah Lancelot dua juga sudah sangat hafal dengan menu favorit Lancelot.


Sesampainya di kamar Lancelot tidak membuang waktu dia segera membersihkan diri sebab cacing dalam perutnya sudah sangat nengusiknya, karena banyaknya pekerjaan membuat Lancelot tidak sempat mengisi perutnya.


Di meja makan sudah terhidang satu mangkuk besar dumpling kuah lengkap dengan sayur, Lancelot langsung menyantap dumpling dengan lahapnya, rumah Lancelot nampak sepi karena sebagian pekerjsnys sudah masuk kamar untuk istirahat biasanya yang paling akir masuk kamar Klear, Klear bagian koki mengingat Lancelot seringnya pulang larut malam. Tanpa di minta Klear juga susah tahu kebiasaan Lancelot, makan buah selesai makan sudah menjadi rutinitas Lancelot, dua buah apel fuji sudah terhidang di atas piring.


"Klear, sudah, kamu cepat tidur." Lancelot langsung meninggalkan meja makannya.


Klear langsung memberesi meja makan bekas Lancelot, sedang Lancelot menuju kamar putrinya, kamar itu sepi sebab Putrinya sudah tertidur dengan lelapnya, suster dan Hanifah juga sudah berada di kamarnya masing-maisng untuk istirahat, Lancelot mengamati putrinya hingga setengah jam lamanya, seperti bayi pada umumnya putri Lancelot selalu bangun jika sedang lapar, seperti sekarang bayi Lancelot mulai menggerakan tubuhnya.


"Tuan." sapa Hanifah terkejut saat mau masuk di kamar nona kecilnya.


"Putriku bangun." ucap Lancelot sambil membelai lembut putrinya untuk menenangkannya.

__ADS_1


"Mons kecil lapar." sahut Hanifah.


"Dia belum nangis bagaimana kamu bisa tahu jika putriku sedang lapar?" tanya Lancelot penasaran.


"Maaf, sebaiknya tuan keluar dulu saya mau menyusui nona kecil, sebelum dia menangis." perintah Hanifah pada Lancelot.


"Baik." Lancelot segera meninggalkan kamar Putrinya tanpa protes.


Kebiasaan Lancelot masih sama mengamati Putrinya dari layar monitor yang sudah tersambung oleh CCTV. Setalah satu setengah jam Hanifah sudah selesai memberi ASI pada nona kecil, sedang nona kecilnya juga sudah kembali terlelap dalam tidurnya.


"Tuan." Hanifah terkejut pasalnya Lancelot sudah berdiri di depan pintu kamar Putrinya.


"Bagaimana putriku?"


"Nona kecil baik-baik saja tisaj asa yang perlu di khawatirkan." jawab Hanifah.


"Permisi tuan, tolong jangan ganggu nona kecil." Hanifah memberi peringatan pada Lancelot.


Lancelot tidak menjawab, setelah kepergian Hanifah, Lancelot menuju bok tempat tidur Putrinya Lancelot mengamati Putrinya yang dua hari ini tidak begitu diperhatiannya.


Pagi-pagi sekali nyonya Bisseling sudah meninggalkan kediaman Lancelot karena tuan Bisseling akan pulang siang ini, sebelum meninggalkan kediaman Lancelot, nyonya Bisseling sudah berperan banyak pada Putranya itu untuk lebih ketat dalam mengawasi Hanifah dan cucunya.


Seharian ini Lancelot berada di rumah karena memang akir pekan, sengaja dia tidak keluar dari rumah karena ingin sekali mengetahui perkembangan putrinya. Biar Lancelot berada di rumah namun tidak banyak yang bisa dia lakukan karena faktanya Lancelot tidak pandai mengurus bayi yang baru lahir antar teori dan fakta sungguh jauh berbeda. Sore ini Lancelot mengikuti saran mamanya agar menemui papanya sambil bersantai untuk makan malam. Sebenarnya Lancelot berencana membawa Putrinya namun di larang oleh nyonya Bisseling sebab anaknya masih terlalu kecil takut jika malam di ajak keluar akan di ganggu oleh setan. Nyonya Bisseling termasuk orang cina yng kuno dia masih memegang beberapa adat apalagi sekarang termasuk bulan setan menurut sejarah di bulan ini bakal banyak setan gentayangan mencari mangsa dan para setan paling suka mengambil nyawa bayi yang baru lahir.


Lancelot sebelum pergi kerumah orang tuanya dia mengumpulkan semua pelayannya, agar ikut menjaga nona kecilnya.


"Tuan, apa sebaiknya tuan ngundang biksu saja agar tidak ada arwah yang mengganggu nona kecil." usul Joyce.

__ADS_1


"Ya, nanti aku bicarakan dengan mama, tapi sekarang tolong jaga nona kecil jangan sampai nona kecil diajak keluar rumah." perintah Lancelot pada semua penghuni rumah."Aku juga sudah pesan pada Hani." tambah Lancelot.


Selesai berpesan pada semua penghuni rumah Lancelot dengan mobil Ferrarinya melaju membelah ramainya jalanan kota Hongkong di sore hari. Jarak tempuh kediaman Lancelot dan kediaman orang tuanya membutuhkan waktu kurang lebih tiga puluh menit. Mobil Lancelot memasuki gerbang rumah yang begitu besar nan mewah, setelah memarkir mobilnya Lancelot segera menuju ruangan di mana ruang dan nyonya Bisseling sedang bersantai


"Hai, Pa, Ma." sapa Lancelot sedikit acuh, sedang ruang Bisseling nampak tidak merespon sapaan Lancelot.


"Lanc, bagaimana cucu mama, mama sudah kangen, dan Hani apakah baik-baik saja, tadi Aku juga sudah pesan pada Hani agar jangan membawa anakmu keluar rumah jika sudah jam lima sore, dan lagi jangan sampai Hani kecapekan beri dua istirahat yang cukup agar anakmu mendapatkan asupan ASI yang cukup" nyonya Bisseling begitu antusias ingin tahu kabar cucunya, pasalnya kedua cucunya dari putrinnya telah tinggal dan menetap di London.


"Baik, belum genep sehari mama tidak bertemu sudah kangen." sahut Lancelot. Lancelot tidak menghiraukan sikap acuh papanya.


"Siapa Hani, apa wanita yang melahirkan anakmu?" tanya tuan Bisseling dingin dan acuh.


"Kenapa ingin tahu, bukankah papa tidak perlu peduli dengan anakku, siapa Hani papa juga tidak perlu tahu." ucap Lancelot dingin.


Mendengar jawaban Lancelot tuan Bisseling segera pergi meninggalkan Lancelot dan istrinya.


"Lanc, sampai kapan kamu akan bersikap begitu pada papamu?"


"Lanc, tidak tahu, aku sudah kabari kak Garnier, dia alam datang pas acara seratus hari putriku, dan aku juga sudah pesan baju padanya agar medesain untuk putriku." jelas Lancelot.


"Untuk mama bagaimana?"


"Ya tadi Aku sudah pesan pada kak Garnier, dia akan menghubungi mama."


"Untuk Hani bagaimana?"


"Apa perlu pesan baju buat Hani?"

__ADS_1


"Tentu perlu Lanc, kamu mau saat acara anakmu nangis minta susu dan Hani hadir dengan baju ala kadarnya, atau kamu gak ngajak Hani?, kan gak mungkin?, kemamapun anakmu pergi kamu harus membawa Hani." oceh nyonya Bisseling "Nanti aku telpon kakakmu biar mama yang pesan buat Hani."


__ADS_2