
Dandruff begitu sampai di rumah sakit, dia langsung mencari keberadaan nyonya Bisseling dan Hanifah, serta yang lainnya. Dandruff berlari dari lantai satu ke lantai enam, entah mengapa kali ini lift selalu penuh dengan keluarga pasien atau para staf rumah sakit yang berlalu lalang menggunakan lift, dan malangnya lagi ada salah satu lift yang sedang dalam perbaikan. Sampai di lantai enam Dandruff sudah ngos-ngosan karena dia naik lewat tangga darurat setelah menunggu hampir setengah jam liftnya penuh terus.
"Nyonya, nona Han, di mana tuan muda mengalami kecelakaan dan bagaimana kronologinya?" tanya Dandruff panik.
"Dand," sahut nyonya Bisseling cemas dan panik.
Hanifah menyahut sapaan Dandruff hanya dengan anggukan kepala dan senyuman sambil menggendong, dan menenangkan nona An.
"Maaf, nyonya," ucap Dandruff merasa bersalah.
"Kamu tidak bersalah Dand, aku tahu kebiasaan Lanc, biar polisi yang menyelidiki kasus kecelakaan yang di alami Lanc." ucap nyonya Bisseling pasrah "Tuan, sekretaris anak saya sudah datang, dia yang sebelumnya mendampingi anak saya sebelum kecelakaan." ucap nyonya Bisseling pada polisi yang bertugas dan berdiri di area tersebut.
"Anda sekretarisnya tuan Lancelot?" tanya polisi A.
"Iya, Tuan, bagaimana kronologinya Tuan," sahut Dandruff jujur.
__ADS_1
"Saya akan mengajukan beberapa pertanyaan pada anda? saya berharap anda bisa bekerja sama dengan kami secara jujur." ucap polisi B.
"Silakan Tuan," sahut Dandruff.
"Tolong KTP-nya Tuan dan Nyonya." polisi A, meminta identitas nyonya Bisseling dan Dandruff.
Dandruff dan nyonya Bisseling menyodorkan KTP-nya masing-masing, sebelum mengintrogasi keduanya kedua polisi itu mencatat data nyonya Bisseling dan Dandruff.
"Tuan, tolong ceritakan kebersamaan anda dengan tuan Lancelot, sebelum tuan Lancelot mengalami kecelakaan, kami masih menyelidiki kasus ini." jelas polisi B.
"Begini Tuan, kami berdua berpisah di bandara tuan meminta saya agar saya cepat pulang untuk istirahat karena kami beda arah, tuan di jemput oleh sopir tuan Lanc yang biasa antar jemput tuan Lanc, ketika tuan Lanc membutuhkannya," jelas Dandruff.
"Soal itu memang ada tuan, mantan kekasih tuan Lanc, yang selama ini ingin menghancurkan tuan Lanc, namun untuk kasus kecelakaan tuan Lanc, saya sendiri belum ada bukti." jelas Dandruff.
"Kami akan rangkum untuk semua keterangan dari anda Tuan informasi tuan sangat di hutuhkan dalam penyidikkan kami selanjutnya," ucap polisi.
__ADS_1
"Kami akan segera menyewa pengacara untuk mengungkapkan kasus ini." ungkap Dandruff.
Kurang lebih tiga puluh menit polisi mengorek keterangan dari Dandruff dam juga nyonya Bisseling, karena menurut polisi ada keganjalan dalam kecelakaan yang menimpa Lancelot. Selama berada di ruang ICU Lancelot mendapat penjaga an lebih ketat, Dandruff bukan hanya mengurus Lancelot, namun juga harus mengurus sopir yang bersama dengan Lancelot, saat kecelakaan tadi, sang sopir mengalami hal yang sama, korban kecelakaan sama-sama dalam keadaan koma.
"Nyonya dan nona Hani, sebaiknya pulang saja biar saya yang menunggu tuan Lanc di sini," ucap Dandruff pada nyonya Bisseling dan Hanifah.
"Tidak apa tuan, biar kami tetap di sini." sahut Hanifah cemas dan khawatir.
"Terima kasih Han," ucap nyonya Bisseling haru begitu menangkap betapa khawatir dan cemasnya Hanifah."Dand, biar kami tetap di sini." ucap nyonya Bisseling.
"Baiklah Nyonya, Nona," sahut Dandruff.
Nyonya Bisseling duduk berdekatan dengan Hanifah, sambil membelai lembut nona An, yang sedang terlelap di dalam pelukan Hanifah.
"Han, terima kasih aku mohon jaga An, kasihan dia, selama ini yang An, tahu kamu mamanya, sekarang papanya dalam keadaan kritis." ucap nyonya Bisseling dengan airmata yang tidak bisa di bendung lagi.
__ADS_1
"Saya akan menjaga merawat dan mendidik nona An, Sebagaimana janji saya pada tuan Lanc, saya harap tuan bisa segera sembuh dan bisa segera bersama dengan kita seperti sedia kala." ucap Hanifah sedih.
Kedua wanita itu larut dalam kesedihan, nyonya Bisseling memeluk Hanifah yang tengah memeluk nona An, penuh kasih sayang, Nyonya Bisseling memeluk Hanifah seperti meneluj putrinya sendiri.