Anak Dari Rahim Kontrak.

Anak Dari Rahim Kontrak.
Part 61


__ADS_3

Lelahnya setelah seharian jalan-jalan membuat Hanifah, nona An dan juga Lancelot bangun sangat siang, kali ini semua bangun di jam sembilan pagi, padahal biasanya Hanifah selalu bangun jam enam dan paling siang jam tujuh pagi. Nona An yang bangun duluan dengan cara memenggil kata mama, dan menarik-narik Hanifah, merasa ada yang menarik tangannya Hanifah membuka matanya.


"Sudah bangun sayang, maaf mama ketiduran." ucap Hanifah membelai lembut pipi nona An.


"Ma ma ma nen nen ma ma nen nen." celoteh nona An.


"Nona haus? Nona lapar ya, ayo sini minum nen nen dulu, sama mama." ucap Hanifah.


Hanifah segera menyusui nona An dengan posisi tetap berbaring, tentu tetap di bawah selimut karena ada Lancelot berada dalam satu kamar dengan mereka. Nona An begitu antusias saat minum susu, nona An seolah tidak peduli dengan yang lain di saa menyusu tangan nona An bergerilya ke mana-mana, pandangan matanya juga menancarkan sebuah kebahagiaan tersendiri.


Lancelot mendengar percakapan putrinya dan Hanifah membuat Lancelot tidak berani beranjak dari sofa walau sebenarnya dia ingin memeluk putrinya di pagi hari seperti kemarin. Lancelot memainkan hand phone-nya sambil menunggu nona An selesai minum susu.


Nona An begitu selesai minum susu dia beranjak minta turun dari ranjangnya, Hanifah menuruti keinginan nona An, setelah nona An bisa turun dari ranjangnya nona An berjalan menuju arah sofa, nona An walau jalannya belum begitu sempurna namun cukup baik untuk balita berusia satu tahun.


"Selamat pagi tuan," sapa Hanifah pada Lancelot sopan.


"Pagi, Han, pagi anak papa." sahut Lancelot girang melihat putrinya berjalan kearahnya " Ayo sini, sama papa." Lancelot segera meraih dan memeluk nona An kedalam pelukannya.


"Tuan, maaf nitip nona sebentar saya mau ke kamar mandi, maaf saya bangunan kesiangan." ucap Hanifah sopan.


"Tidak mengapa Han, aku tahu kita semua capek, karena kemarin kita seharian jalan-jalan, oh ya nanti siang kita belanja beli oleh-oleh sebab besok sore kita akan kembali ke Hongkong." ucap Lancelot.


"Baik Tuan, Tuan maaf boleh saya pinjam uang tuan dulu untuk beli oleh-oleh, soalnya saya mau beli oleh-oleh buat teman saya dan keluarga saya yang ada di Indonesia namun saya tidak punya uang negara Inggris." ucap Hanifah jujur walau sedikit takut.


"Kamu mau beli Oleh-Oleh apa saja nanti aku bayari." jawab Lancelot tanpa ragu.


"Terima kasih, Tuan." sahut Hanifah girang.


Hanifah segera menuju ke kamar mandi dengan perasaan bahagia, Hanifah sangat bahagia bisa membelikan Oleh-Oleh untuk keluarganya dari negara Eropa, sesuatu yang tidak pernah dibayangkan oleh Hanifah sebelumya.


Lancelot dengan senang hati menemani nona An bermain nona An mulai bisa bermanja-manna pada Lancelot.

__ADS_1


"Princes papa hari ini cantik sekali, senang tidak papa temani tidur, atua jangan-jangan princess papa mau papa keloni," goda Lancelot dengan perasaan berbunga-bunga.


"Ma ma ma ma ma." ocehan nona An.


"Pa pa, ayo sekali lagi pa pa." Lancelot dengan sabar mengajari nona An supaya bisa memanggil papa.


"Ma ma ma ma." nona An tetap dengan ocehannya.


"OK, papa kalah, Princess, kalau Princess sayang sama mama Hani papa akan berusaha agar mama Hani tidak meningalkan kita, OK princess." ucap Lancelot sambil menciumi pipi nona An.


"Ma ma ma ma." oceh nona An.


"Doakan papa ya sayang, kita ikat bareng-bareng mama Hani, agar mama Hani bersedia tetap bersama dengan kita."


Hanifah begitu sekali mandi segera menyusul Lancelot dan nona An yang tetap bercengkerama di sofa.


"Nona An sayang ayo mandi dulu biar Seger, cantik dan sehat." rayu Hanifah pada nona An.


Bau Harum yang keluar dari tubuh Hanifah membuat Lancelot semakin terpukau dan salah tingkah, namun sayang Hanifah sama sekali tidak tahu dan tidak peduli dengan sikap salah tingkah Lancelot.


"Ayo, Princess papa segera mandi, nurut sama mama Hani ya, atau papa mandikan." goda Lancelot bahagia.


"Saya bawa nona kecil untul mandi dulu, tuan." pamit Hanifah seperti biasa. Sedang nona An, memeluk erat tubuh Hanifah dengan perasaan bahagia "Nona harus segera mandi biar cantik, katanya papa mau ngajak kita semua untuk shopping." celoteh Hanifah.


Hanifah segera membawa nona An untuk masuk ke kamar mandi, sedang Lancelot mengukuti dari belakang.


"Papa temani mandi." ucap Lancelot.


Lancelot pagi ini ikut memandikan nona An, Lancelot bermain-main dengan nona An di kamar mandi, dengan kehadiran Lancelot menjadikan Hanifah tidak begitu leluasa dalam membantu memandikan nona An.


Pagi ini setelah semua bersih dan sudah mandi semua, Lancelot segera mengajak Hanifah untuk keluar dari kamarnya untuk menuju lobi hotel, ternyata begitu sampai di lobi hotel nyonya Bisseling, tuan Bisseling serta Garnier sudah menunggu kehadiran mereka bertiga.

__ADS_1


"Selamat pagi, Tuan, nyonya." sapa Hanifah sopan.


"Selamat pagi semuanya." sahut nyonya Bisseling, Tuan Bisseling dan Garnier bersamaan.


"Keponakan tante sudah cantik dan Harum." puji Garnier pada nona An.


"Kak, kita ke pusat Oleh-Oleh, Hani mau belanja Oleh-Oleh." ucap Lancelot.


"Ya." sahut Garnier enteng.


Hanifah yang mendengar ucapan Lancelot merasa tidak enak, nyonya Bisseling menangkap ketidak nyamanan Hanifah.


"Mama juga mau beli Oleh-Oleh buat teman-teman mama," ucap nyonya Bisseling senang "Lanc kamu juga jangan lupa beli Oleh-Oleh untuk semua pekerja di rumahmu, kelihatannya kamu juga sudah lama tidak membeli Oleh-Oleh buat para pekerja yang ada di rumahmu." perintah nyonya Bisseling pada Lancelot.


"Benar, Ma, memang sudah lama, kelihatannya aku beli Oleh-Oleh buat mereka itu lima tahun lalu, saat ulang tahun anaknya kak Nier yang nomor dua." jawab Lancelot jujur.


"Baiklah, kita belanja hari ini." ucap tuan Bisseling, Tuan Bisseling susah terbiasa mengantar nyonya Bisseling untuk shopping saat liburan.


Mereka berangkat dengan perasaan bahagia, Garnier masih sebagai sopir, Garnier membawa mobilnya dengan kecepatan sedang karena hari acaranya hanya shoping. Mobil yang di kebdari Garnier menuju sebuah department store yang menjual Oleh-Oleh khas London.


Harrod's Department store menjadi tujuan Garnier, di sana dijual banyak sekali oleh-oleh khas London, mulai dari jenis makanan sampai dengan aksesoris. Setelah memarkir mobilnya mereka semua langsung berjalan masuk Harrod's Department store, Hanifah sangat kagum dan terpukau melihat semua yang di pajang di sama semua indah nan cantik tentu dengan harga yang sangat fantastis.


"Han, kamu mau beli apa untuk keluargamu?" tanya Garnier pada Hanifah.


"Saya tidak tahu nyonya, mungkin tas atau dompet." ucap Hanifah sedikit ragu karena dari segi harga bikin dompet sekelas Hanifah langsung kering keronntang, meronta-ronta.


"Baiklah, kita ke toko bulberry saja di sana kualitasnya bagus-bagus." ucap nyonya Bisseling enteng tanpa beban.


"Siap ma." sahut Garnier Lancelot da tuan Bisseling bersemangat namun tidak dengan Hanifah, siapa yang tidak tahu dengan merek terkenal tersebut semua harganya sangat fantastic.


Mereka masuk ke sebuah toko dengan merek terkenal tersebut, Garnier dan nyonya Bisseling sudah mulai sibuk melihat-lihat dan memilih-milig sedangkan Hanifah masih bingung untuk memilih karena tidak ada yang murah sesuai dengan isi dompet Hanifah.

__ADS_1


__ADS_2