
Seperti yang sudah terjadwal pagi ini ada pertemuan wali murid di sekolahan nona An, pertempuran wali murid kedua orang tua harus hadir semua, Lancelot dan Hanifah yang mendampingi nona An, di sekolah. Berita tentang pernikahan Lancelot dan Hanifah belum tersebar luas, yang tahu baru kalangan kekuarga into saja, bahkan karyawan di kantornya juga belum tahu.
"Tuan, maaf untuk pertemuan kali ini hanya orang tua yang boleh masuk." ucap salah satu guru penjaga buku tamu, karena di buku tamu hanya ada nama Lancelot saja tidak ada nama Hanifah.
"Biar saya tunggu di mobil saja tuan." ucap Hanifah sopan ingin pergi meninggalkan Lancelot.
"Tidak Ma, Mama tetap ikut bersama Papa ." ucap Lancelot "Nyonya Hani itu istriku dan dia yang menjadi mama anakku, di dalslam tubuh anakku mengalir darahnya, dan saya punya bukti jika nyonya Hani itu istri sah saya." ucap Lancelot tenang, sambil mengeluarkan buku nikahnya berapa hari yang lalu.
Guru penjaga membaca buku nikah mereka berdua, setelah membacanya, mereka mengucapkan kata maaf.
"Maaf tuan, nyonya kami tidak tahu." ucap guru penjaga gugup.
__ADS_1
"Tidak mengapa, Miss, karena pernikahan kami baru beberapa hari yang lalu dan di lakukan bukan di negara Hongkong, jadi sudah sewajarnya jika miss tidak tahu." ucap Lancelot sopan, lalu pergi menuju ruang aula tempat untuk pertemuan.
"Miss Lo!" seru nona An, ketika melihat gurunya liwat.
"Hai anak manis, tambah cantik saja." puji miss Loreal pada nona An."Tuan, Nyonya, selamat pagi" sapa miss Loreal sopan, walau miss Loreal belum tahu tentang pernikahan hanifah dan Lancelot, dia tetap sopan pada mereka.
"Selamat pagi miss Lo, saya tadi sudah bawa oleh-oleh buat miss Lo dan guru lainnya tapi masuh di mobil, selesai acara saya hubungi miss Lo." ucap Hanifah sopan.
"Kemarin, sebulan penuh says bawa Nona, An untuk pulang kampung, ini saja sebenarnya tidak mau pulang ke sini," cerita Hanifah jujur.
"Pantas saja ceritanya paling unik sendiri, pasti di sana temannya banyak." tebak nis Loreal.
__ADS_1
"Iya, miss Lo temanku banyak sekali sekalang aku juga sudah bisa mengayuh sepeda." pamer nona An polos.
"Anak pinter." miss Loreal tidak henti-hentinya memuji nona An.
Setelah ngobrol beberapa saat dengan miss Loreal, akirnya Hanifah dan Lancelot menuju tempat yang sudah di sediakan, sambutan demi sambutan telah di sampaikan oleh kepala sekolah, setelah sambutan usai Lancelot dan Hanifah menuju ke kelasnya nona An. Di dalam jelas nona An, sudah tentu hanya Hanifah yang memakai gamis lengkap dengan hijabnya, bagi wali murid menjadi pemandangan aneh, namun bagi guru kelas nona An, sudah tidak aneh, apalagi para guru kelas nona An, sudah akrab dengan Hanifah.
Para guru membacakan semua tugas para muridnya, setelah dikoreksi hasil karya nona An yang paling unik, selain tulisan ada video nona An yang sedang bercerita, dengan beground kebon belakang rumah Hanifah. Setelah mematikan video nona An, para guru meminta nona An agar mau maju ke depan untuk menceritakan tentang kegiatan masa Liburannya, bersama dengan kedua orang tuanya. Lancelot dan Hanifah maju kedepan, nona An mulai menceritakan satu persatu.
"Selamat pagi semuanya, saya An, saya pelgi ke lumah omanya mama, di sana saya pelgi ke taman yang banyak sekali tanamannya, dan saya juga sudah beltemu dengan banyak bintang, saya di sana satu bulan, sebelum pulang ke sini mama dan papa ada pesta-pesta bagus sekali, oh ya di sana saya punya banyak sekali teman belmain dan juga sekalang saya sudah bisa mengayuh sepeda kecil, saya di sana sama mama, omanya mama dan opanya mama, kalau papa kelja." cerita nona An, sesuai dengan imajinansinya.
Setelah selesai bercerita, para guru dan para orang tua bertepuk tangan dan melontarkan berapa pertanyaan dan semua bisa di jawab oleh nona An, benar sesuai dengan tulisan yang di kirim ke guru beberapa waktu yang lalu, nona An, mendapatkan hadiah dengan kategori cerita paling unik, sebab semua cerita hanya nona An yang bercerita asli berbaur dengan alam. Setelah satu jam acara selesai, semua mulai meninggalkan ruang kelas tersebut, Hanifah me it's para guru untuk menunggu sebentar, tidak betapa lama Hanifah sudah kembali dengan beberapa kantong oleh-oleh khusus buat guru kelas nona An. Setelah menyerahkan oleh-oleh Hanifah kembali menuju ke mobil, untuk pulang ke rumah.
__ADS_1