
A ling pergi meninggalkan bodyguard Lancelot, dia berjalan menuju mobilnya yang terparkir tidak jauh dari mobil Hanifah.
''Sialan, bedebah kau wanita kampung, urusan kita belum selesai aku pasti bisa melumpuhkanmu lihat saja, aku tidak akan menyerah, Lanc harus kembali ke pangkuanku," ucap A ling penuh emosi sambil memukul-mukul setir mobilnya, A ling terus mengumpat tidak suka "Aku pasti menemukan kelengahanmu, An ya An aku harus bisa menculik An, wanita itu terlalu kuat untuk aku lawan secara langsung." gumam A ling lirih, dengan perasaan penuh emosi A ling menancap gas meninggalkan lokasi sekolahan nona An.
"Nyonya, semua sudah beres wanita itu sudah pergi." lapor bodyguardnya.
"Terima kasih tuan, tolong tetap awasi sekolahan putriku, aku yakin wanita itu tidak akan menyerah, jangan sampai kecolongan, aku mau ke kantor tuan dulu." ucap Hanifah sopan dan tegas.
"Baik nyonya, demi keselamatan nyonya anda akan tetap di kawal," ucap bodyguard sopan.
__ADS_1
"Terima kasih tuan, saya permisi hati-hati, saya sksm segera kembali ke sini setelah urusan saya dan tuan selesai, titip untuk keselamatan putriku." ucap Hanifah.
"Baik nyonya." ucap bodyguard sopan.
Setelah memberi instruksi Hanifah segera masuk ke dalam mobil, Hanifah segera meninggalkan sekolahan nona An, dengan di kawal oleh bodyguardnya di belakang mobilnya, mobil yang di tumpangi Hanifah segera menuju kantor Lancelot.
"Pantas saja tuan muda terpikat dengan nyonya Hani, di balik diamnya nyonya Hani, dia memiliki keistimewaan yang luar biasa, bagaimana dia bisa tahu jika dia dalam bahaya." ucap bodyguard 1.
Sesuai dengan perintah Hanifah, beberapa bodyguard siaga di area sekolahan nona An. Para bodyguard melakukan penjagaan yang sangat ketat, bukan saja bodyguard Lancelot para satpam dan guru di sekolahan juga meningkatkan kewaspadaannya.
__ADS_1
Di dalam ruang meting Lancelot masih memimpin meting dengan di dampingi Dandruff, Dandruff yang mengetahui pesan dari Hanifah dia segera memberi tahu Lancelot, jika Hanifah dalam perjalanan menuju kantornya.
Mobil yang di tumpangi oleh Hanifah sudah sampai di depan kantor Lancelot, Hanifah dengan anggun dan sopan melangkah memasuki lobi kantor Lancelot, satpam yang mengetahui kedatangan Hanifah, dia segera menyambut dan menyapa Hanifah dengan sopan dan ramah.
Hanifah menuju ruangan Lancelot tanpa ada pengawal, setelah Hanifah sampai di lantai paling atas di depan lift sudah ada sekretaris Lancelot, yang menyambut kedatangan Hanifah dengan ramah dan sopan, Sekretaris tersebut mempersilakan Hanifah untuk masuk kedalam ruangan Lancelot, karena Lancelot belum selesai dari meting maka Hanifah di suruh menunggunya. Setelah mempersilakan Hanifah masuk ke dalam ruangan sekretaris tersebut pergi meninggalkan Hanifah, sendirian di ruangan Lancelot karena sekretaris tersebut harus melanjutkan pekerjaannya. Setengah jam telah berlalu Hanifah duduk di sofa sambil memainkan telpon pintarnya untuk terus berkomunikasi dengan bodyguard yang bertugas jaga di sekolahan nona An.
"Assalamu'alaikum Ma," sapa Lancelot begitu masuk ruangan dengan di dampingi oleh Dandruff.
"Wa'alaikum salam pa," sahut Hanifah langsung berdiri dan menghampiri Lancelot, Hanifah segera bersalaman dan mencium tangan Lancelot, Lancelot membalasnya dengan mencium kening Hanifah "Maaf jika mama mengganggu kerja papa." ucap Hanifah.
__ADS_1
"Tindakan mama benar, dengan datang ke sini, ternyata A ling masih nekat juga." ucap Lancelot geram "Kita hanrsi lebih hati-hati aku tahu bagaimana tabiat A ling, Dand, perketat penjagaan seprti dulu, jangan beri A ling kesempatan." perintah Lancelot pada Dandruff.
"Baik tuan, semua sudah saya lakukan, sesuai denagn perintah Tuan." sahut Dandruff tegas.