
A ling menyamar memakai seragam pelayan kapal pesiar yang di gunakan oleh Lancelot, dalam perayaan pesta pernikahan. Sayangnya usaha A ling sia-sia tidak seorang pun membiarkan A ling bebas berkeliaran ternyata tanpa A ling sadari penyamarannya telah di ketahui oleh Lancelot dan seluruh anak buahnya.
Lancelot walau tahu telah kedatangan A ling namun tidak merubah semuanya, acara tetap berjalan seperti semula dan seolah tidak terjadi sesuatu. Lancelot dan Hanifah setelah acara makan malam mereka menikmati indahnya malam di kapal pesiar, deru ombak memecah heningnyanya malam serta semilir angin laut menerobos jendela kapal laut.
Di salah satu Bar mini A ling sedang dikerjai oleh orang-orang Lancelot, orang-orang suruhan Lancelot menggelar pesta minum-minum di salah satu Bar mini yang ada di kapal pesiar tersebut. Beberapa orang-orang Lancelot menuang Red wine yang sudah di campur dengan bubuk obat tidur yang di sediakan khusus untuk A ling.
Mereka bersulang tanpa menunjukkan suatu hal yang mencurigakan, mereka terus melakukan permainan dan yang kalah dia harus minum, untuk menjebak A ling orang-orang Lancelot melakukan kecurangan sehingga A ling selalu kalah dan minum Anggur merah sebanyak-banyaknya hingga A ling terkapar tidak berdaya, setelah A ling tidak sadarkan diri A ling di bawa ke ruangan khusus untuk di tidurkan tentu dengan penjagaan yang ketat.
"Pagi tuan, nyonya." sapa Dandruff, saat menemui Lancelot dan Hanifah yang sedang sarapan pagi di deck paling atas.
"Pagi, Dand bagaimana A ling?" tanya Lancelot tenang.
"A ling masih tidur belum bangun sebab semalam dia minum terlalu banyak." lapor Dandruff.
"Biarkan dia, beritahu aku jika A ling sudah bangun, nanti siang aku dan istriku baru pulang ke rumah, awasi terus A ling, jangan sampai dia celaka." pesan Lancelot pada Dandruff.
__ADS_1
"Baik Tuan, saya permisi dulu." pamit Dandruff meninggalkan Lancelot dan Hanifah yang sedang menyantap sarapan.
"A ling?" tanya Hanifah terkejut.
"Ya, A ling dari hari pernikahan kita dia sudah mengintainya dan semalam di telah di biarkan menyelinap ke sini, namun orang-orangku telah menahannya dengan cara memberi tugas yang tidak asa hubungannya dengan kita sehingga A ling tidak bisa berkutik, dan semalam orang-orangku juga mengajaknya pesta serta memberinya obat tidur," jelas Lancelot santai.
"Lalu?" tanya Hanifah penasaran.
"Lihatlah! mama jangan khawatir papa tidak akan melakukan tindakan bodoh yang akan merugikan kita sendiri," ucap Lancelot menunjukan sebuah video dari CCTV, tentang A ling yang masih tierlelap dalam tidurnya berada di kamar yang layak huni, bahkan bisa di bilang mewah.
"Alhamdulillah jika papa tidak melukainya," ucap Hanifah lega.
"Takut sama siapa?" tanya Hanifah.
"A ling, mungkin?" ucap Lancelot.
__ADS_1
"Segala sesuatunya sudah menjadi suratan takdir, jadi biarlah kalau memang kita di takdir kan celaka seberapapun usaha kita untuk menghindar ya tetap celaka." ucap Hanifah tenang.
"Bagaimanapun kita harus tetap hati-hati ma, besok kita ke kantor, papa akan kenalkan mama ke seluruh karyawan kantor pusat," ucap Lancelot.
"Apa itu perlu Pa, bukankah mereka sudah tahu?" ucap Hanifah.
"Sudah tahu, tapi belum mengenal mama." ucap Lancelot.
"Papa tidak malu menggandeng mana di depan kolegan papa?" goda Hanifah.
"Kalau papa malu gak mungkin kan papa selalu ngajak mama ke setiap acara, kalau dulu hanya sebagai mamanya An, sekarang menjadi nyonya Lancelot." ucap Lancelot dengan senyum kebahagiaan.
"Maksud mama papa gak malu, berjalan dengan mama yang tidak fashionable, seperti istri dari kolegan papa." ucap Hanifah.
"Papa itu sebenarnya sangat malu setiap mengajak mama," goda Lancelot.
__ADS_1
"Ya, kan." ucap Hanifah santai.
"Malu sebab, papa tidak bisa untuk tidak kagum ke mama, mama yang terbaik, dan yang teribdah dan kehadiran mama membuat hidup papa dan An semakin berwarna." ucap Lancelot bahagia.