
Pagi-pagi sekali di rumah lancelot sudah sangat sibuk seperti biasa, Hanifah di samping sibuk dengan nona An, dia juga harus sibuk dengan kemanjaan Lancelot, semakin hari Lancelot semakin manja pada Hanifah bahkan kadang antara nona An dan Lancelot harus bertengkar untuk mendapatkan perhatian dari Hanifah.
"An, sama papa ayo cepetan sarapan jangan sampai telat." perintah Hanifah lembut.
"Suapi ya Ma." pinta nona An manja.
"Papa juga." Lancelot juga minta di suapi.
"Ih, papa makan sendili, papa kan sudah besal, masa minta di suapi mama," protes nona An sewot.
"An, juga sudah besar jadinya juga harus makan sendiri kan," jawab Lancelot tidak mau kalah.
"Aku, kan belum jadi kakak, kalau sudah jadi kakak besok makan sendili kaya temanku di lumah oma mama." celoteh An, polos
"Kalau begitu, sekarang juga dong, sekarang An, kan belum punya adik jadi papa juga mau di suapi mama." sahut Lancelot tetap pada pendiriannya.
"Kalian jangan bertengkar mama suapi semua, tapi nanti jika An punya adik harus makan sendiri ya, dan juga tidak boleh minta di suapi." pesan Hanifah.
__ADS_1
"Tetep minta di suapi dong, di dalam kamar." bisik Lancelot lirih.
"Yeahhhh aku mau punya adik, aku tidak sendilian lagi." ucap nona An, girang.
"An, mau jika punya adik?" tanya Lancelot.
"Mau, sepelti temanku di lumah oma mama," sahut nona An, girang.
"Siapa? Mama tahu siapa yang di maksud An?" tanya Lancelot pada Hanifah.
"Anak, tetangga seusia An, dan sudah punya adik makanya An, betah tinggal di rumah ibuk soalnya tiap hari ada teman bermain, padahal kalau ngomong kadang mereka tidak nyambung satu sama lainnya." cerita Hanifah.
"Temanku ada, satu, dua, tiga...banyak pak," jawab nona An sambil menghitung dan mengingat-ingat jumlah temannya.
"Ayo, sudah siang kita berangkat." perintah Hanifah yang sudah selesai menyuapi nona An dan Lancelot secara bergantian.
Lancelot dan nona An, menuruti perintah Hanifah, mereka segera berdiri dan membawa tasnya masing-masing, Lancelot mengantar nona An, dulu berangkat ke sekolah sebelum berangkat ke kantor bersama dengan Hanifah.
__ADS_1
Setelah mengantar nona An, di sekolahan Lancelot dan Hanifah menuju kantornya Lancelot, setelah resmi menjadi istri Lancelot ini yang pertama kalinya hanifah datang ke kantor Lancelot. Lancelot mengenakan setelah jas seperti biasa sedangkan Hanifah, mengenakan pakaian keluaran terbaru dari salah satu perusahaan baju merek terkenal dunia, Lancelot memesannya khusus untuk Hanifah. Lancelot sebagai CEO perusahaan terbesar nomor satu di negara Hongkong, tentu tahu semua produk merek terkenal dunia entah itu untuk wanita maupun pria.
Lancelot dan Hanifah, segera turun dari mobil begitu sudah sampai di lobby kantornya, Lancelot menyerahkan kunci mobilnya pada satpam jaga agar di parkirkan mobilnya. Lancelot dengan mesra mengandeng tangan Hanifah untuk masuk ke dalam kantornya.
"Selamat pagi tuan, nyonya." sapa satpam kantor sopan dan ramah.
"Selamat pagi tuan." sapa balik Lancelot dan Hanifah" Tuan, kenalkan ini istriku sewaktu-waktu istriku datang persilakan dua masuk." perintah Lancelot pada satpam jaga.
"Baik, tuan." sahut satpam sopan.
karena semua pekerja sudah mulai bekerja maka di lobby kantor tidak ada karyawan yang berlalu lalang yang ada hanya satpam saja. Lancelot dan Hanifah segera menuju lift dengan di bantu satpam untuk membukakan liftnya.
"Mama, semakin hari semakin cantik." puji Lancelot pada Hanifah.
"Perasaan dari dulu mama itu cantik lo Pa." sahut Hanifah percaya diri.
"Masa? Kok Papa, gak tahu sih." goda Lancelot.
__ADS_1
"Jelas gak tahu papa merem gitu." jawan Hanifah asal.
Kedua insan itu berbincang dan tertawa lepas, menyiratkan betapa bahagianya mereka berdua.