
Acara resepsi berjalan lancar, tuan dan nyonya Bisseling serta Garnier jam delapan malam mereka mutuskan untuk kembali ke villa karena rasa capek yang tidak terakira, akibat mengikuti semua prosesi pernikahan Lancelot dan Hanifah, sebelum pamit tiabg dan nyanya Bisseling serta Garnier mengambil barang bawaannya yang tersimpan di salah satu kamar yang ada di rumah orang tua Hanifah.
"Lanc, Han, biarakan An, bersama kami saja," pinta Garnier.
"An, gak mungkin mau kak, kalau gak sama mamanya, kakak tanya sendiri saja pada anaknya," jawab Lancelot.
"An, mau tidur sama tante di kamar yang besar di rumah yang tingakat itu lo." rayu Garnier.
"Dak mau tante, aku mau sama mama dan papa." kekeh nona An.
"An, mau punya adik kecil gak?" rayu Garnier lagi.
"Mau, bial aku ada temannya, tapi gimana tante?" tanya nona An polos.
"Makanya itu, biarkan mama dan papa bikin adik buat An, jadi An bisa punya adik." rayu Garnier.
"Aku mau lihat papa dan mama buat adik buat aku." celoteh nona An polos sekali.
Semua yang mendengar jawaban polos nona An, hanya saling pandang, sambil geleng-geleng kepala.
__ADS_1
"Nier, Nier kamu kira mudah untuk merayu An, kalau An, bisa berpisah dengan Hanifah, tidaj perlu An, di tinggal dai sini bersama Hani, janganka kamu Lanc, papanya saja gak bisa merayu anaknya kok." timpal tuan Bisseling santai.
"Biarkan nona tetap bersama sama kami, soalnya nona An itu baru bisa tidur jika dalam pelukan saya." ucap Hanifah jujur.
"Gagal, buka segel kamu Lanc, kamu itu seperti menikahi janda beranak satu, nyatanya terbalik seorang janda tanpa anak menikahi perjala beranak satu." goda Garnier lirih, jangan sampai terdengar oleh Hanifah dan An, terutama.
"Sudah resiko kak, lagian masih banyak waktu, lihat saja jika An, sekolah tidak alasan lagi" sahut Lancelot berusaha santai.
Garnier mendengar jawaban dari Lancelot tertawa cekikikan, membayangkan pengantin baru harus kucing-kucing am dengan anaknya.
"Kalau An tidak mua ikut bersama kami, kami kembali ke villa dulu, mau istirahat sudah sangat capek sekali, besok mau istirahat lusa harus kembali ke Hongkong lagi," pamit nyonya Bisseling" Dan kamu Nier kenapa tertawa begitu, ayo ke villa kasihan anak dan suamimu." ucap nyonya Bisseling.
"Nier, jangan goda terus Adikmu." protes tuan Bisseling.
Tuan dah nyonya Bisseling segera pamit pulang, setelah berpamitan dengan Hanifah dan kedua orang tua Hanifah, tuan dan nyonya Bisseling seta Garnier menuju mobil jemputan yang di kendarai oleh Lancelot yang di temani oleh Setu Pon. Setelah kepergian kedua orang tua Lancelot, Hanifah Lancelot dan nona An, kembali menemani orang tua Hanifah untuk menyambut beberapa tamu undangan yang masih datang silih berganti. Para tamu undangan seolah tidak berhenti hingga pukul sepuluh malam para tamu undangan baru mulai berjuang tinggal satu atau dua saja.
"Han, sudah larut bawa An, tidur istirahatlah kalian, kasihan suamimu Han, kelihatannya dia sudah capek." perintah Semi pada Hanifah.
"An, kelihatan sudah ngantuk buk, aku sendiri juga sudah capek, kalau begitu aku masuk dulu pak buk." pamit Hanifah pada kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Ibuk juga mau istirahat biar bapak sama paklekmu nanti yang menemani para tamu yang masih ingin di sini." ucap Semi.
"Tian, ayo masuk, nona sudah ngantuk." ajak Hanifah pada Lancelot lirih.
Lancelot mengangguk tanda setuju, dalam hatinya Lancelot sangat senang sekali, karena dari siang berdiri dan menyalami para tamu membuat tangan dan kaki Lancelot terasa pegal sekali. Hanifah dan Lancelot meninggalkan pintu depan tenda, nona An yang sudah terlihat kecapek an dia gendong oleh Lancelot unyuk menuju kamar. Ketika melintasi para tetangga yang maisg beras di area rumah Hanifah, Hanifah maupun Lancelot melontarkan sebuah senyuman ramah, tidak lupa Hanifah mengucapkan permisi dah juga terima kasih.
Sesampainya di kamar Hanifah, pertama yang di lakukan Hanifah adalah membantu nona An untuk ganti baju dan membersihkan diri dan juga sikat gigi. Setelah nona An selesai Hanifah baru mengurusi dirinya sendiri, tidak ada yang istimewa Hanifah mengganti baju pestanya dengan baju tidur model celana panjang dan lengan panjang karena hawa dingin malam yang sangat menusuk tulang, sehingga membuat orang tidak betah jika tidak memakai pakaian serba panjang.
Hanifah juga tidak lupa menyiapkan baju ganti untuk Lancelot, Hanifah juga menyiapkan baju yang sama dengannya baju lengan panjang dan juga celana panjang.
"Sayang, ucapkan selamat malam pada papa dulu." perintah Hanifah pada nona An.
Nona An menuruti perintah Hanifah sebelum Lancelot masuk ke kamar mandi, Hanifah ingin menidurkan noan An, di samping nona An, yang sudah ngantuo dirinya sendiri juga sudah terlalu capek dan ngantuk.
"Selamat tidur putri papa, cepat istirahat papa mau sikat gigi dulu, biar gak kena marah mama." ucap Lancelot penuh kasih pada noan An.
"Selamat malam papa, nanti papa tidur bersama lagi kan?" tanya nona An penuh harap.
"Tentu sayang, kita akan tidur bertiga malam ini." ucap Lancelot.
__ADS_1