
Lima hari menjelang dari hari yang diperkirakan oleh dokter, Lancelot tidak masuk ke kantor dua puluh empat jam Lancelot, menjaga Hanifah, pagi ini perut Hanifah, mulai merasakan kontraksi dalam perutnya , namun Hanifah masih tetap tenang, dan membiarkan Lancelot, mengantar nona An, pergi ke sekolah.
Hanifah dengan di temani oleh Joyce dia jalan-jalan di taman belakang sambil sekali-kali sedikit meringis menahan rasa sakit yag di timbulkan oelh pergerakan bayi dalam perutnya.
"Nyonya, apa nyonya sudah mau melahirkan?'" tanya Joyce ketika melihat Hanifah yang sedang meringis.
"Kayanya begitu kak, tapi kemungkinan masih empat sampai enam jam lagi, kak Joyce jangan kawatir." ucap Hanifah tetap tenangĀ duduk di bangku taman belakang.
''Perlu aku telponkan tuan?'' tanya Joyce.
''Tidak perlu Kak,sebentar lagi tuan juga pulang." ucap hanifah masih tetap berusaha tenang.
Lancelot sepulang dari mengantar nona An ke sekolah, Lancelot segera menemui Hnaifah yang sedang bersantai di tamab bersama dengan Joyce.
"Beruntung Tuan cepat pulang!'' seru Joyce gugup'
''Ada masalha apa kak Joyce?'' tanya Lancelot cemas.
''Nyonya sepertinya mau melahirkan,'' lapor Joyce.
__ADS_1
Lancelot langsung cemas'' Benar Mama sudah waktunya untuk melahirkan? kita ke dokter Ma!'' seru Lancelot gugup dan cemas.
''Sepertinya namun kita tunggu saja, Aku ngnatuk sekali ingin tidur,' ucap Hanifah santai.
''Kak Joyce tolong bilang ke sopir kita ke rumah sakit sekarang dan jangan lupa segera hubungi Dokter Silk.'' Lancelot segera memerintahkan Joyce.
''Ya tuan.'' Joyce segera pergi meninggalkan Lancelot dan Hanifah, dengan cekatan Joyce segera melaksanakn perintah dari Lancelot.
''Papa jangan kawatir kaya gitu, belum waktunya paling juga msih nunggu enam jam lagi.'' Hanifah tetap bersikeras tidak mau pergi ke rumah sakit.
''Mama, kita harus segera ke rumah sakit Papa tidak ingin terejadi apa-apa pada kalian berdua.'' ucap Lanacelot sambil memeluk tubuh Hanifah, Lancelot juga dapat melihat ketika Hanifah sedang meringis menahan rasa mulas dalam perutnya.
''Tuan semua sudah siap.'' lapor Joyce.
''Baik Tuan,'' sahut Joyce.
Lancelot memepah Hanifah menuju tempat mobil di parkir.
''Kita nenti pasti juga masih nunggul lama Pa, kita tunggu An pulang sekolah dulu,'' pinta Haifah , namun Lancelot sama sekali tidak menghiraukan ucapan Hanifah.
__ADS_1
Mobil melaju dengan lamban karena jalanan sedang padat-padatnya, Lancelot terus memeluk tubuh Hanifah serta membelai lembut perut Hanifah "Sayang sabar dulu ya,'' ucap Lancelot.
Jarak tempuh rumah sakit dan rumah hanya dua puluh menit, sekarang Haifah sudah sampai di rumah sakit sesampaimya di rumah sakit Lancelot segera mendaftarkan nama Hanifah, setelah selsai pendaftaran Hanifah segera masuk ke ruangan Dokter Silk, Dokter segera memeriksa keadaan Hanifah.
"Bagaiman Dok?'' tanya Lancelot cemas.
''Sebentar lagi nyonya akan melahirkan kita bawa nyonya ke ruang bersalin.'' jawab Dokter Silk.
Dokter segera memerintahkan susternya untuk memindahkan Hanifah ke ruang bersalin, Lancelot terus mendampingi Hanifah, sesampainya di ruang bersalin dokter Silk segera mempersiaopkan tim dan juga peralatan untuk proses persalinan. Lancelot tetpa berada di samping Hanifah untuk memberi dukungan.
Proses persalina Hanifah tergolong cepat, apalgi kondisi hanifah yang tetap tenang sehingga memudahkan segala proses persalinan, setelah dua kali mengejan seorang bayi laki-laki mungil telah lahir dengan dengan selamat, mendengar sura tangis bayinya Hanifah maupun Lancelot mengucap syukur, Lancelot segera mendaratkan ciuman di kening Hanifah, tangis bahagia mewarnai mereka berdua.
Selesai proses persalinan suster membantu Hanifah untuk membersihkan diri, dan juga bayinya di mandikan , setelah ibu dan anaknya bersih Hanifah dipindah di ruang rawat inap biasa, Hanifah menempati kamar VVIP. Nyonya dan tuan BIsseling begitu mendapat kabar jika Hanifah melahirkan mereka segera menyusul ke rumah sakit.
''Terima kasih sayang.'' ungkap Lancelot haru.
Hanifah tersenyum bahagia.
''Tuan nyonya saatnya nyonya untuk memberi ASI,'' ucap suster sambil menyerahkan bayinya pada Hanifah.
__ADS_1
''Pa.'' panggil Hanifah pada Lancelot.
"Ya.'' Lancelotr paham akan maksud Hanifah, segera mengambil bayinya dari suster, sesuai dengan syraiat Lancelot melantunkan adzan di telinga anaknya, setelah selesai melantunkan adzan Lancelot membantu Hanifah untuk menyusui bayinnya.