Anak Dari Rahim Kontrak.

Anak Dari Rahim Kontrak.
Part 163


__ADS_3

Tamu undangan sudah memenuhi teras rumah Hanifah, walau acaranya hanya akad nikah dan sedikit resepsi namun warga yang datang banyak sekali, mayoritas mereka sangat penasaran dengan calon suami Hanifah yang katanya orang dari luar negeri.


Keluarga Bisseling sangat heran melihat tamu yang datang ke tempat acara pernikahan Hanifah, bagi keluarga Lancelot melihat acara pernikahan Lancelot dan Hanifah di anggap sangat unik sekali. Jika biasanya mereka menghadiri pesta di dalam gedung dan hotel berbintang lima, baru kali ini mereka menghadiri acara pernikahan di halaman rumah dan dekorasinya sangat Indah dan megah, desain dekorasi seperti di hotel bintang lima. Garnier sibuk sendiri mengabadikan momen tersebut dengan cara membuat video maupun foto.


Sebagaimana acara resepsi adat jawa pada umumnya tuan dan nyonya Bisseling juga di rias, dengan riasan khas jawa lengkap dengan kebaya dan beskabnya. Tadinya Garnier mau di rias adat jawa, ketika melihat nyonya Bisseling yang anggun dengan kebaya dan sanggul membuat Garnier tertarik, akhirnya diapun mau di rias, beruntung Hanifah sudah memesan rias dan baju lengkap dan Garnier juga termasuk daftar yang di rias.


Jam sembilan pagi acara akad di mulai, Hanifah anggun dengan kabaya putih elit panjang, dan Lancelot memakai beskap warna putih. Hanifah dan Lancelot sudah duduk di meja berhadapan dengan pak penghulu dan juga Lagi orang tua Hanifah. Hanifah di apit oleh kedua orang tuanya sedang Lancelot di dampingi oleh tuan Bisseling dan nyonya Bisseling, serta Setu Pon dan salah satu rekan kerja Lancelot untuk menjadi saksi.


Acara akad nikah di mulai dengan bacaan doa yang di pimpin oleh pak penghulu, setelah pembacaan ikas nikah di mulai Hanifah dan Lancelot di nikahkan sendiri oleh Legi.


"Sebelum saya menikahkan kamu ananda Lancelot dengan putriku Hanifah, sekali lagi bapak bertanya kepadamu, apa yang menjadi tujuan mu untuk menikahi putriku Hanifah?" tanya Legi tegas.

__ADS_1


"Alasan pertama karena saya ingin menyempurnakan separuh agamaku, kedua karena saya mencintai Putri bapak karena Allah, dan saya mencintai Putri bapak karena agama Putri bapak." sahut Lancelot tegas, tulus dan sangat meyakinkan.


Hanifah sangat terharu mendengar jawaban tulus dari Lancelot, Hanifah tidak menyadari jika Lancelot sudah bisa berjalan sendiri tanpa memakai alat bantu seperti beberapa minggu lalu, yang terharu bukan hanya Hanifah para tamu undangan juga sangat terharu mendengar jawaban dari Lancelot yang sangat bersungguh-sungguh.


"Baiklah, sekarang kita bisa mulai akad nikanya, Ananda Lanc sudah hafal apa belum kalau belum bisa mundur sebentar dan di hafalkan?" goda Legi.


"Inshaallah sudah Pak." jawab Lancelot berusaha santai.


Legi menjabat tangan Lancelot, walau Lancelot terlihat santai dawu tangannya Legi dapat merasakan kegugupan Lancelot.


"Tanganmu kok dingin sekali, apa kamu baru keluar dari kulkas?" goda Legi lagi lalu di ikuti tawa para tamu undangan lainnya termasuk Hanifah tersenyum kecil.

__ADS_1


Lancelot menjawab dengan sebuah senyuman malu-malu kucing.


"Tuan Lanc, awas nanti malam kamu bakal tidak bisa tenang, mertuamu tidak akan berhenti untuk tidak mengganggu kalian, usahakan jangan sampai berisik mengganggu ketenangan kehidupan kamar sebelah," goda pak naib ikut menimpali godaan dari Legi.


"Apa gak jadi di nikahkan saja, wajah kamu pucet sekali, kaya tahu yang sudah lama kerendam di air." goda Legi lagi.


"Jadi pak." sahut Lancelot.


"Apa kamu sudah benar-benar siap untuk menjadi imam yang Sholeh buat putriku dan anak-anaknya kelak." tanya Legi lagi.


"Bismillah hirrahaman nirrohim, inshaallah saya siap pak," jawab Lancelot tegas penuh percaya diri dan penuh keyakinan.

__ADS_1


__ADS_2