Anak Dari Rahim Kontrak.

Anak Dari Rahim Kontrak.
Part 199


__ADS_3

Hanifah melangkah dengan tenang namun penuh kewaspadaan. Hanifah berjalan meninggalkan kelas nona An, bersama dengan lalu lalang orang tua murid maupun pengasuh yang sangat padat, mereka semua mengantar anak-anak ke sekolah sampai ke kelas masing-masing, saking padatnya bahkan dari parkiran mobil menuju sekolahan harus berjalan agak jauh, seperti sekarang jarak mobil dan pintu gerbang harus berjalan sejauh dua puluh meter.


"Tuan, apa anda baik-baik saja?" tanya Hanifah di balik telepon.


"Saya sudah ada di depan pintu gerbang nyonya saya juga sudah melihat Nyonya, pengawal sekarang juga sudah menuju ke sini," sahut sopir yang berdiri di depan pintu gerbang sambil mengawasi gerak-gerik Hanifah.


"Baiklah, maaf tuan jika saya terlalu curiga dengan seseorang dan mambuat kalian semua repot." ucap Hanifah begitu sudah berhadapan dengan sang sopir.


"Melindungi nyonya dan nona An, sudah menjadi tanggung jawab kami karena itu tugas kami." sahut sopir sopan.

__ADS_1


"Tuan, tetap waspada orang itu masih ada di sekitar sini, tolong perketat penjagaan, saya mau ke kelas An, saya mau bilang ke satpam sekolahan dan guru An supaya mereka memperketat penjagaan khususnya untuk An, aku takut mereka melukai An, hindari pertikaian di sekolah ini, jangan pergi dari sini jika orang itu belun ketangkap." perintah Hanifah, sopan.


"Baik nyonya," sahut sopir itu patuh.


Hanifah berjalan menuju kelas nona An, setelah berbincang dengan satpam sekolahan. Beberapa bodyguard Lancelot sudah datang, dengan kemampuannya mereka dapat mendeteksi seseorang yang mencurigakan, sehingga dalam waktu singkat sudah bisa menangkap orang tersebut.


"Nona, jika tidak ada urusan dengan sekolahan ini saya harap nona pergi dari area sini," gertak bodyguard Lancelot dingin.


"Kami tahu anda mau mengincar nyonya dan nona kami," ucap bodyguard dingin.

__ADS_1


"Anda salah orang." ucap wanita tersebut dengan tatapan sinis.


"Sepintar apapun anda nona A ling, kami tetap bisa membuntutimu walau anda menggunakan topeng sekaligus." gertak bodyguard "Oh ya nona, nyonya kami bisa mengetahui gerak-gerik anda, jadi kami harap anda lebih berhati-hati jika ingin melawan nyonya Hanifah, dia bukan lawan anda nona." jelas bodyguard.


"Bedebah, kalian salah orang, aku tidak kenal siapa orang yang anda sebut, aku tidak kenal A ling maupun Hanifah nyonyamu itu." sahut A ling emosi.


"Nona A ling, sangat mudah bagi kami untuk membuktikannya kami tahu anda menggunakan topeng, dan dari anda berbicara kami sudah tahu anda nona A ling." jelas bodyguard.


"Silakan, kalian memang hebat memangnya nyonyamu tidak berani keluar tanpa pengawasan dari kalian apa?" ejek A ling sinis.

__ADS_1


"Nyonya kami bukan tandingan anda nona A ling, jangan bermain-main dengan nyonya kami, oh ya tadi sebenarnya kami tidak tahu tentang kedatangan Anda, namun nyonya kami yang memberitahu kami, nyonya kami bisa mendeteksi musuh tanpa menggunakan alat, apa nona ingin di lumpuhkan lagi," jelas bodyguard tegas.


"Baiklah aku menyerah kalah kali ini." Akirnya A ling mengakuinya, karena usahanya tidak ada hasilnya"Kalian memang bedebah, terutama nyonya kalian yang berlagak itu.!" Seru A ling kesal penuh amarah "Aku akan pergi tapi ingat aku tidak akan membiarkan nyonyamu bisa memiliki Lanc, seutuhnya."ucap A ling penuh amarah.


__ADS_2