
Setelah meladeni para wartawan sekejap, mobil yang di tumpangi Lancelot Hanifah, nona An dan Dandruff, meluncur menuju kediaman keluarga Bisseling. Tuan dan nyonya Bisseling menaiki mobil yang berbeda, perjalanan yang mereka tempuh hanya butuh waktu dua puluh menit dari rumah sakit menuju rumah kediaman Bisseling. Tuan dan nyonya Bisseling, sengaja melarang Lancelot untuk pulang kerumahnya sendiri dengan alasan Lancelot belum sembuh benar, dan agar tuan Bisseling mudah jika ada urusan perusahaan yang harus melibatkan Lancelot.
Mobil yang di tumpangi Lancelot sampai rumah lebih awal dari pada mobil yang di tumpangi oleh tuan Bisseling. Lancelot sangat bahagia sekali bisa pulang ke rumah, saat masuk rumah keluarga Bisseling tidak banyak yang berubah seperti terakir Lancelot meninggalkan rumah sebelum kecelakaan itu terjadi.
Berita kepulangan Lancelot sudah sangat menghebohkan penghuni di rumah Bisseling maupun Lancelot, seperti sekarang para pelayan yang di rumah Lancelot semua ke rumah keluarga Bisseling dan mereka sudah berjajar di depan rumah menyambut kepulangan Lancelot.
"Selamat, datang tuan." sapa Joyce sopan dan hormat.
"Joyce." sapa Lancelot.
Tuan dan nyonya Bisseling sengaja menyuruh semua pekerja di rumah Lancelot untuk datang menyambut kepulangan Lancelot, dan juga untuk mengetes daya ingat Lancelot, setelah koma hampir dua tahun.
"Iya tuan." sahut Joyce.
"Ini, Athena, Klear, Kao." Lancelot masih mengenali semua pekerjanya dengan baik bahkan dokter Silk, yang kebetulan ada waktu juga ikut serta dalam penyambutam kepulangan Lancelot.
Tuan dan nyonya Bisseling membuat pesta kecil-kecilan di taman untuk menyambut kepulangan Lancelot, dan pesta tersebut dihadiri oleh orang terdekat Lancelot, dan keluarga Bisseling, seperti yang terlihat sekarang keluarga teman akrabnya Ang.
__ADS_1
"Lanc, senang sekali kamu bisa kembali ke rumah ini." Ang menyambut kedatangan Lancelot penuh suka cita, Ang langsung memeluk Lancelot haru.
"Ang, terima kasih atas semua bantuan yang kamu berikan pada keluargaku." Lancelot membalas pelukan Ang, haru.
Tidak sampai sepuluh menit mobil yang di tumpangi tuan dan nyonya Bisseling telah memasuki halaman keluarga Bisseling, begitu juga mobil yang di tumpangi oleh dokter Khong Guan datang di belakang mobil tuan Bisseling. Semua yang ada di kediaman keluarga Bisseling nampak sangat bahagia, ternyata berita kesembuhan dan kepulangan Lancelot, sudah sampai di telinga para wartawan sehingga banyak wartawan yang meminta keluarga Bisseling untuk melakukan jumpa pers.
Keluarga Bisseling merupakan keluarga yang tidak sombong, sehingga keluarga Bisseling tetap memberi kesempatan para wartawan untuk memuat berita tentang keluarganya. Di taman belakang sudah tersusun rapi sebuah meja untuk jumpa pers, setelah Lancelot dan tuan Bisseling istirahat sejenak, para wartawan yang masih di luar gerbang diijjnkan untuk masuk ke dalam taman yang ada di samping rumah.
Tuan Bisseling, Nyonya Bisseling, dokter Kong Guan, Lancelot dengan di dampingi Ang dan Dandruff duduk di meja di hadapan beberapa wartawan dari media elektronik dan media cetak untuk melakukan jumpa pers.
Pertama tuan Bisseling memberi sambutan dan mengucapkan rasa syukur, lalu di lanjut dengan keterangan dari dokter Khong Guan tentang kesehatan Lancelot, dan terakir ucapan rasa syukur Lancelot atas kesembuhan ya hari ini.
"Apalah tuan, berencana menikah?" wartawan lain.
"Apa hubungan anda dengan pengasuh nona An." warywan elektronik.
"Apa benar, nona Hani, calon istri anda." wartawan media cetak.
__ADS_1
Beberapa pertanyaan telah di lobtarksn oleh para wartawan yang datang di acara jumpa pers kali ini.
"Baiklah, akan saya jawan satu-satu," sahut Lancelot tetap sopan, walau dalam keadaan sakit Lancelot tetap memancarkan aura wibawa sebagai seorang pemimpin perusahaan "Pertama langkah yang saya ambil, pastinya menjadi ayah yang baik untuk anak saya, kedua memegang kembali kendali brown group, ketiga memberikan mama untuk putriku, An, soal menikah saya akan menikah secepatnya, soal nona Hani, jika dia bersedia untuk aku nikahi maka lebih enak menikah dengan nona Hani, sebab dengan begitu aku tidak khawatir tentang An, putri Saya." Lancelot menjelaskan secara jelas." Tapi tolong saya Mohon, jangan mengorek keterangan apapun dari Hanifah, dan tolong jangan ganggu dia dan putriku, takutnya kalian kecewa." pungkas Lancelot percaya diri dan mengakhiri jumpa pers mereka hari ini.
Setelah selesai jumpa pers, semua wartawan mendapat jamuan khusus dari keluarga Bisseling, sedangkan untuk merayakan secara khusus dengan keluarga, keluarga Bisseling membuat pesta di taman belakang.
Lancelot nampak bahagia sekali bisa berkumpul kembali dengan keluarga, nona An, sudah menghambur ke taman yang ada bunganya, Hanifah lebih fokus ke nona An dari pada ke yang lainnya. Hanifah dengan telaten mengikuti kemanapun nona An, berlari.
"Tuan, anda mau makan apa biar saya ambilkan," tanya Dandruff.
"Tidak, terima kasih Dand rasanya seperti mimpi tanpa aku sadari ternyata sudah hampir dua tahun aku sama sekali tidak membuka mata," ucap Lancelot.
"Iya, tuan tidak terasa, sekarang nona sudah sangat besar." timpal Dandruff.
"Benar kamu, Dand, dan Hanifah sampai tidak bisa ambil cuti kerjanya, dia memilih tetap tinggal dengan kami, menjaga, mendidik dan merawat An." pungkas Lancelot.
Acara berjalan dengan lancar, semua pekerja Lancelot dan keluarga Bisseling saling bahu-membahu, untuk merapikan tempatnya tadi. Para wartawan juga sudah pamit pulang, setelah mendapat berita yang akurat dan tentunya sudah kenyang, karena jamuannya sangat lezat memanjakan lidah.
__ADS_1
Setelah selesai acara, Hanifah membawa nona An, untuk masuk ke kamarnya Hanifah, segera membesihkan nona An, mencuci kaki dan tangan serta mengganti baju An dengan baju tidur atau baju santai.