Anak Dari Rahim Kontrak.

Anak Dari Rahim Kontrak.
Part 113


__ADS_3

Pesawat yang di tumpangi oleh tuan Bisseling mendarat di bandara internasional hongkong, tuan Bisseling setelah melewati pintu imigrasi dia segera menuju pintu kedatangan di sana bodyguardnya sudah menanti. Tuan Bisseling dengan dikawal oleh bodyguardnya segera meluncur ke rumah sakit tempat Lancelot di rawat. Tuan Bisseling tidak banyak bicara dari wajahnya terdampar gurat kesedihan yang mendalam.


Tut tut tut.


Hand phone tuan Bisseling berdering nama Garnier yang muncul.


"Halo, Nier!" sahut tuan Bisseling dengan suara berat karena menahan kesedihannya.


"Pa, papa sudah sampai di mana?" tanya Garnier di balik telepon.


"Sekarang, papa dalam perjalanan menuju rumah sakit."


"Nier, akan melakukan penerbangan setengah jam lagi, papa hati-hati, tadi Nier telpon mama tapi tidak bisa mungkin baterai habis lupa belum di cas atau gimana Nier tidak tahu." ucap Garnier, dengan suara menahan kepedihan atas apa yang telah menimpa Lancelot.


"Hati-hati Nier, kami tunggu kedatangan mu, hand phone mama u memang mati, baterainya habis" sahut tuan Bisseling dengan suara berat.


Mereka berdua memutus sambungan telponnya setelah berbicara beberapa saat, tuan Bisseling kembali fokus dengan apa yang telah menimpa Lancelot sang putranya. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih setengah jam tuan Bisseling sampai di rumah sakit, bodyguard segera mengarahkan tuan Bisseling untuk menuju tempat Lancelot di rawat. Tuan Bisseling segera menghampiri dan memeluk nyonya Bisseling yang tengah duduk dengan di dampingi oleh pelayannya.


"Pah, anak kita." tangis nyonya Bisseling pecah dalam pelukan tuan Bisseling.


"Mah, papa yakin Lanc, bakal sembuh dia anak yang kuat," ucap tuan Bisseling menenangkan nyonya Bisseling "Bagaimana keadaan Lanc?" tanya tuan Bisseling.


"Dia, mengalami koma, kapan bangunnya kita tidak tahu, dojter masih berusaha dan kasusnya masih dalam penyidikan." ucap nyonya Bisseling di sela isak tangisnya.

__ADS_1


"Mama yang sabar, papa sudah menyiapkan dokter terbaik di negara ini untuk menangani kasus Lancelot, sekarang dokter sedang berusaha keras untuk kesembuhan Lanc, papa sudah menerima laporan dari dokter jika Lancelot, memiliki semangat yang sanga kuat untuk bisa sembuh kembali." ucap tuan Bisseling untuk menenangkan nyonya Bisseling yang sangat kacau.


"Ya, tadi kami melihat reaksi Lanc saat kami masuk dan berbicara padanya," sahut nyonya Bisseling.


Kudua orang tua itu duduk, dengan posisi nyonya Bisseling bersandar dan memeluk tuan Bisseling, begitu juga tuan Bisseling, Nyonya Bisseling sangat rapuh di hadapan tuan Bisseling.


"An dan Hani mana?" tanya tuan Bisseling.


"Baru saja mama suruh pulang untuk istirahat, dari semalam Hani, tidak tidur dan juga tidak mau pulang." terang nyonya Bisseling.


"Papa lihat Lanc, dulu setelah itu kita pulang, mama harus mandi agar tetap segar, sementara biar Dandruff yang menunggu Lancelot," ucap tuan a Bisseling.


"Iya, nyonya benar apa yang dikatakan tuan, biar saya yang menunggu tuan Lancelot," timpal Dandruff membenarkan usual tuan Bisseling.


Tuan dan nyonya Bisseling menuju tempat suster jaga mereka minta ijin untuk masuk ke ruangan Lancelot untuk melihat keadaan Lancelot, suster mengijinkan nyonya dan tuan Bisseling untuk menjenguk Lancelot yang tengah berbaring kalau bertemankan alat media yang menenpel dalam tububnya. Setelah mengenakan pakainya khusus mereka masuk ke dalam ruangan tempat Lancelot dirawat. Airmata tuan dan nyonya Bisseling tidak bisa di tahan lagi dua orang tua itu sangat sedih melihat putranya yang tidak berdaya.


"Lanc, papa sudah datang, jangan tinggalkan papa dan mama Lanc, kembalilah pada kami, dalam beberapa bulan ini kamu mengukirkan sebuah kebahagiaan pada kami, apa ini yang menjadi alasannya, sesuai pesanmu pada mama dan papa, kami akan menjaga melindungi dan merawat permatamu, papa pesan cepatlah bangun tugasmu masih banyak anak nakal, bangunlah jangan lama-lama istirahatnya, kami sangat merindukanmu." ucap tuan Bisseling dengan airmata bercucuran membasahi pipinya.


Kali ini respon Lancelot masih sama dengan air mata yang mengalir dari kedua pelupuk matanya.


"Mama tahu kamu mendengar ucapan kami, bangun ya sayang mama sayang sayang sama kamu nak." ucap nyonya Bisseling dengan isak tangis yang tidak bisa di tahannya.


"Tuan nyonya, maaf waktunya sedah habis, biarkan pasien istirahat dulu." nasehat suster yang mendampingi tuan dan nyonya Bisseling berada di ruang ICU, tempat Lancelot di rawat.

__ADS_1


Setelah berapa saat, tuan dan nyonya Bisseling keluar dari ruang ICU dengan mata yang masih sembab. Setelah dari ruang ICU tuan dan nyonya Bisseling meninggalkan rumah sakit, mereka menuju rumahnya sendiri, tuan dan nyonya Bisseling pulang ke rumah selain untuk istirahat juga ingin membersihkan diri sebelum kembali lagi ke rumah sakit untuk menunggu Lancelot, dan tentunya juga untuk mengetahui perkembangan kesehatan Lancelot. Mobil yang di tumpangi tuan dan nyonya Bisseling telah memasuki pintu gerbang kediaman tuan dan nyonya Bisseling, semua pelayan di rumah tuan dan nyonya Bisseling menyambut kedatangan tuan dan nyonya Bisseling dengan gurat kepedihan.


Tuan dan nyonya Bisseling begitu masuk rumah mereka langsung menuju kamar mereka sendiri, tidak ada kata yang terucap dari dua orang tua tersebut, tuan Bisseling dengan telaten dan sabar menggandeng Nyonya Bisseling yang tidak begitu bersemangat. Sesampainya di kamar nyonya Bisseling duduk di sofa yang ada di kamarnya.


"Pa, sebaiknya kita panggil Joyce untuk membantu Hani, biarkan suster istirahat." usul nyonya Bisseling.


"Baiknya juga begitu bagaimana keadaan Hani?" tanya tuan Bisseling.


"Hani, sedikit terguncang, entah apa yang ada di pikiran Hani, saat ini man's tidak mengerti jalan pikiran Hani," ucap nyonya Bisseling yang menyabsarkan tubuhnya di sofa.


"Mama hubungi Joyce, suruh dia segera ke sini, dan jangan lupa peketat penjagaan untuk Hani dan An." perintah tuan Bisseling.


"Apa yang menyebabkan kecelakaan Lancelot?" tanya nyonya Bisseling.


"Papa, yakin semua ini ada sangkut pautnya dengan A ling, sebagaimana beberapa kasus yang menimpa Lancelot akir-akir ini, termasuk masalah hotel yang menimpa di Taiwan." bebera tuan Bisseling.


"Apa yang harus kita lakukan?" tanya tuan Bisseling.


"Papa sudah menerintahkan detektif untuk menyelidiki kasus ini secara tuntas, dan pasti papa akan buat perhitungan dengan orang yang mebuat hidup Lanc, berantakan." geram tuan Bisseling.


"Semoga kasus ini cepat terungkap, jika A ling dalang dari semua ini, maka mama akan buat perhitungan juga." tambah nyonya Bisseling.


"Sebaiknya kita bersihkan tubuh kita dulu, setelah itu papa ingin melihat An, kasihan anak itu, hanya memiliki papa dan papanya sekarang dalam keadaan koma." ucap tuan Bisseling sambil berlalu menuju kamar mandi.

__ADS_1


Nyonya Bisseling masih duduk di sofa dengan tubuh lemasnya karena tenaganya dari semalam belum diajaknya untuk istirahat. Nyonya Bisseling sambil menunggu tuan Bisseling dia membaringkan tubuhnya di atas sofa sambil memejamkan matanya.


__ADS_2