Anak Dari Rahim Kontrak.

Anak Dari Rahim Kontrak.
Part 59


__ADS_3

Nyonya Bisseling dengan kartu kamar milik Hanifah , mereka berdua masuk ke kamar Hanifah, di dalam kamar sudah ada Garnier, dan tuan Bisseling, untuk anak Garnier tidak ikut karena masuk sekolah sedangkan suami Garnier harus bekerja.


"Kamu apa kembali tidur lagi Lanc ?" tanya Garnier.


"Iya, habis ngantuk sekali." jawab Lancelot asal.


"Nikmatkan tidur di sofa, apalagi bisa sekamar dengan putrimu." goda Garnier.


"Nier, udah jangan banyak bicara sudah siang, nanti keburu panas." pungkas tuan Bisseling.


"Han, biar aku gendong An," pinta Lancelot sambil menggendong nona An.


"Kamu gak sarapan dulu?" tanya tuan Bisseling "Gendong anak itu harus punya energi dobel, kamu kira gendong anak semudah menyetir mobil," oceh tuan Bisseling.


"Kelamaan, Pa." jawab Lancelot.


"Sebaiknya tuan, sarapan dulu soalnya nona An kalau merona kuat sekali, saya takut tuan kuwalahan sebab tuan tidak terbiasa mengatasi nona An." Hanifah menjelaskan secara terperinci.


"Baiklah." Lancelot menyetujui ucapan Hanifah.


Lancelot langsung manyantap menu sarapan yang tadi dipesannya roti bakar dengan telur setengah matang, daging asap, sayur, serta kentang bakar. Lancelot sarapan sendiri sebab yang lain sudah pada sarapan, Lancelot sarapan sangat cepat sekali karena ingin segera mengajak kekuarganga untuk jalan-jalan.


Garnier dengan pelan mengendarai mobil membawa keluarganya untuk jalan-jalan, Garnier mengendarai di temani oleh tuan Bisseling, Lancelot, Hanifah, nona An dan nyonya Bisseling duduk di bangku belakang. Momen indah seperti ini sudah lama tidak terjadi di keluarga Bisseling, terakir bisa jalan-jalan bersama-sama saat anak Garnier yang nomor dua berulang tahun yang pertama kira-kira lima tahun lalu. Mobil berjalan dengan lambat Lancelot, nyonya Bisseling maupun tuan Bisseling menunjukkan beberapa tempat penting yang dilewati sebelum sampai tempat wisata, dari wajahnya nona An terpancar sebuah kebahagiaan.


Tower bridege yang menjadi tujuan pertama mereka, Garnier memarkir mobilnya di parkiran, Lancelot menaruh nona An di strollernya serta Lancelot mendorongnya sendiri dengan di dampingi oleh Hanifah karena nona An yang tidak mau jauh-jauh dari Hanifah. Garnier yang melihat pemandangan langka itu segera mengabadikannya dalam sebuah foto maupun video berapa serasinya Lancelot berjalan bersama dengan Hanifah sambil mendorong stroller yang berisi nona An, bila orang tidak mengenal mereka pasti mengira bahwa Lancelot dan Hanifah pasangan suami istri. Mereka mengajak Hanifah untuk menikmati dan melihat keindahan Tower bridege, sebuah Tower yang sangat ekonik, klasik, berpadu arsitektur yang mempunyai sistem tutup buka bila ada kapal yang lewat di bawah Tower bridege. Hanifah sangat terpukau melihat keindahan Tower bridege, tidak lupa mereka mengabadikan dalam sebuah foto dan video.


Tempat wisata selanjutnya mereka menuju ke Big Ben sebuah menara jam klasik megah dan bersejarah, kedua kalinya Hanifah dibuat benar-benar terpukau dengan indahnya bangunan di kota London. Perjalanan selanjutnya mereka menuju ke London Eye sebuah wahana kincir bianglala terbesar di Eropa, mereka sebenarnya mengajak Hanifah untuk naik biang lala tersebut supaya bisa melihat keindahan kota London dari ketinggian, namun Hanifah tidak mau takut nona An menangis. Untuk menyingkat waktu di London Eye hanya sebentar selanjutnya menuju Buckingham Palace kediaman Ratu Inggris yang sangat terkenal, di Buckingham juga tidak terlalu lama setelah melihat-lihat dan mendokumentasikan mereka melanjutkan ke Madame Tussauds London.

__ADS_1


Madame Tussauds London merupakan museum patung lilin dengan berbagai macam tema dan zona, di sana Hanifah benar-benar dibuat terpukau untuk kesekian kalinya. Hanifah dan yang lainnya mengambil foto dan video di setiap tema dan zona, pertama ambil foto di spirit, scream , A list party, marvel super heroes, mega star, culture, A royal appointment, sports zon, premier nigh, serta terakir mereka berselfi di Bollywood star. Di Madame Tussauds London merupakan tempat wisata yang sangat Indah untuk di jadikan objek foto.


"Huh, capek sekali." keluh Garnier saat baru saja keluar dari Madame Tussauds London" Nanun aku sangat puas, sudah lama kita tidak bisa libur a bareng seperti ini."


"Semua bangunan di sini indah-Indah," puji Hanifah girang pasalnya ini pertama kalinya liburan di luar negeri, biarpun sudah satu di negara Hongkong Hanifah sama sekali belum pernah yang namanya pergi ke tempat wisata untuk liburan.


"Kamu senang Han?" tanya Lancelot ingin tahu jawaban Hanifah.


"Saya senang sekali tuan," sahut Hanifah yang tetap setia berjalan di samping Lancelot agar tetap bisa menjaga nona An.


"Ma ma ma ma." nona An mulai menangis karena capek, dari tadi pagi hanya duduk di stroller, mendengar tangisan nona An, Hanifah segera mengambil dan menggendong nona An.


"Tuan, sebaiknya kita cari tempat, karena nona An, sudah lapar dia perlu minum ASI." ucap Hanifah.


"Kita cari dulu tempatnya," sahut Lancelot " Kak Nier ada toilet untuk balita, putriku mau minum ASI?" tanya Lancelot pada Garnier.


"Tidak apa-apa nyonya," ucap Hanifah.


"Lagian kita sudah dekat dengan mobil," tambah nyonya Bisseling.


Hanifah dengan dibantu olehGarnier dan juga ditemani oleh Garnier, Hanifah menyusui nona An di dalam mobil sedang yang lain berada di luar mobil untuk melihat pemandangan di sekitar area Madame Tussauds London. Nona An walau perempuan semakin besar nyusunya sangat kuat.


"An, An, beruntung kamu punya mama Hani, kamu bisa minum ASI sepuasnya, tidak seperti kakak sepupumu." ucap Garnier yang berada di bangku kemudi "Han, bagaimana rasanya menyusui anak yang sudah kejuar giginya?" tanya Garnier penasaran.


"Biasa saja nyonya, bedanya cuma jika di gigit, menang nyonya sampai usia berapa menyusui tuan muda?" tanya Hanifah penasaran.


"Anakku minum ASI hanya sampai enam bulan saja dan lagian produksi ASI-ku tidak bagus, jadi ya tidak bisa memberi ASI dalam jangka waktu yang lama," jawab Garnier jujur.

__ADS_1


"Oh, begitu," sahut Hanifah singkat.


Selesai minum susu nona An langsung terbuai dalam mimpinya.


"Sudah, selesai? berarti kira bisa kembali ke hotel, sudah malam." ucap Garnier.


"Sudah, nyonya, iya sebaiknya kita kembali ke hotel saja, biar cepat istirahat, sudah capek sekali." ucap Hanifah jujur.


"OK." sahut Garnier, Garnier segera memanggil tuan Bisseling, nyonya Bisseling dan Lancelot agar segera kembali masuk mobil.


"Kita langsung kembali ke hotel, kasihan An, dan Hani, mereka capek sekali," ujar Garnier.


Semua setuju dengan usul garnier untuk segera kembali ke hotel, malan ini Garnier menjalankan mobilnya pelan dengan tujuan agar Hanifah bisa menikmati indahnya kerlap-kerlip lampu di tengah kota. Selama dalam perjalanan secara bergantian mereka menjelaskan pada Hanifah. Tidak perlu memakan waktu lama mobil yang di tumoangi dari mereka sudah terparkir di parkiran hotel.


"Biar An, aku saja yang gendong Han." pinta Lancelot.


"Biar saya yang gendong saja takut nona An nangis seperti siang tadi," ucap Hanifah.


"Kalau begitu aku pamit pulang, besok aku ke sini lagi setelah mengantar anak-anak ke sekolah." pamit Garnier pada Lancelot, Hanifah beserta tuan dan nyonya Bisseling" Lanc, jaga yang baik." pesan Garnier sebelum kembali masuj ke mobilnya dan meninggalkam mereka.


"Beres, kak, terima kasih untuk semuanya." jawab Lancelot.


"Hati-hati Nier, segera istirahat jika sudah sampai rumah." pesan nyonya dan tuan Bisseling.


"Beres, selamat malam semuanya." Garnier segera menutup jendela kaca mobilnya dan meninggalkan area parkiran Hotel.


Meraka melambaikan tangan setealh kepergian Garnier mereka berempat menuju kamar hotel masing-masing, Tuan dan nyonya Bisseling masuk kamar mereka sendiri.

__ADS_1


__ADS_2