
Pulau Bali merupakan wisata Indonesia yang sudah sangat terkenal di mata dunia, sangat di minati turis manca negara ya bukan hanya turis yang ingin menikmati indahnya surganya dunia di pulau Bali, namun banyak pengusaha yang begitu antusias untuk membangun bisnis di sana, salah satunya Lancelot yang sangat tertarik untuk membangun sebuah hotel bintang lima dengan di lengkapi mall besar. Lancelot sengaja berangkat lebih awal dari yang dijadwalkan karena Lancelot ingin bersantai sebelum melakukan pekerjaannya yang bakal menguras tenaga, pagi ini Lancelot bersantai di dalam kamar hotel sambil menikmati indahnya pemandangan laut lepas diuar sana. Lancelot sangat takjub dengan apa yang di lihatnya walau bukan yang pertama kali datang ke pulau Bali namun baru kali ini bisa menikmati indahnya pemandangan dibpulaib Bali, sebab setiap kali datang ke Bali Lancelot, tidak pernah sesantai ini, biasanya Lancelot datang langsung melakukan pekerjanya tanpa memikirkan untuk berlibur atau menikmati indahnya alam di pulau Bali.
Lancelot hampir satu hari mengahabiskan waktu hanya untuk menikmati indahnya pemandangan di pulau Bali sambil menunggu kedatangan Dandruff di pulau Bali, sesuai dengan jadwal Dandruff tiba di sore hari. Jam lima sore Dandruff baru mendarat di bandara internasional yang ada di pulau Bali, Dandruff dengan mobil jemputan dari partner brown group, dua langsung di bawa ke hotel tempat Dandruff menginap. Dandruff Sesampainya di hotel dia menaruh barang-barangnya lalu segera menemui Lancelot yang sedang duduk di lobi Hotel.
"Tuan," sapa Dandruff seperti biasa.
"Dand, duduk bagaimana perjalananmu?" tanya Lancelot.
"Semua aman dan baik-bain saja Tuan, tuan sendiri bagaimana setelah bersantai di sini?" Dandruff malah tanya balik.
"Semua berbeda, entah kali ini semua terasa Indah, mungkin sebelumya aku tidak pernah santai seperti sekarang," ucap Lancelot "Hani dan putriku bagaimana?" tanya Lancelot.
"Semua baik-baik saja tuan, dan nona Hani juga bersikap biasa tidak ada yang berubah," sahut Dandruff asal namun sebenarnya dia kepo tentang hati Lancelot pada Hanifah.
__ADS_1
"Emange Hani, sailor moon yang bisa berubah-ubah, atau mungkin kamu kira dia power rangers." sahut Lancelot asal juga.
"Bukan begitu Tuan, maksud saya siapa tahu Hanifah berubah memcintai anda." ucap Dandruff sedikit ragu.
Lancelot tertawa mendengar ucapan Dandruff, "Kamu gak tanya kenapa dia menolakku?" tanya Lancelot iseng.
"Ya, saya tanya, dan jawabannya juga bikin pusing," ujar Dandruff.
"Hani, wanita yang tenang dan dia bukan wanita yang gegabah dalam mengambil sebuah keputusan, aku sudah tahu jawabannya itu sudah cukup, besok pagi-pagi sekali kita ada kunjungan ke tempat proyek kita, setelah itu kita ada meting, selama satu bulan ini jadwal kita padat sekali." ucap Lancelot.
"Ya, semua sudah aku pikirkan dan aku juga sudah siapkan semuanya, semoga berjalan lancar," ucap Lancelot.
"Tentu Tuan, semua akan baik-baik saja." Dandruff menimpali ucapan Lancelot.
__ADS_1
Dandruff dan Lancelot tidak lagi bersama karena mereka masuk kamar masing-masing, dan mereka berdua juga sudah di sibukkan untuk acara meting ke-esokan harinya, Lancelot sengaja hanya membawa Dandruff karena hanya Dandruff yang sangat di percaya oleh Lancelot. Sesuai dengan jadwal semula Pagi-pagi sekali Lancelot maupun Dandruff sudah bersiap-siap untuk pergi ke tempat proyek pembangunan hotel milik brown group, Lancelot dan Dandruff 0ergi dengan di antar oleh sopir yang di sediakan oleh partner kerja brown group. Perjalanan dari hotel menuju lokasi memakan waktu kurang lebih lima belas menit dengan di tempuh dengan kendaraan mobil.
Mobil yang di tumpangi Lancelot dan Dandruff telah memasuki area proyek tersebut, pembangunan hotel berjalan seperti rencana kini pembangunan sudah mencapai dua puluh lima pesen, itu artinya perusahaan kobtraktor sangat professional sebab semua sesuai dengan rencana. Lancelot dengan di temani oleh Dandruff di sambut ramah oleh pihak kontraktor dan kuli bangunan yang bekerja.
Lancelot berjalan menyusuri setiap lorong bangunan untuk mengecek kwalitas bangunan tersebut, Lancelot sangat puas dengan hasil kerja sang kobtraktor, mereka terbukti sangat professional.
"Tuan, bagaimana?" tanya pemilik perusahaan kobtraktor.
"Semua baik dan sangat sempurna kerja kalian luar biasa, bangunan ya sesuai dengan yang ada di gambar dan kwalitasnya sangat bagus, sangat memuaskan." ucap Lancelot yang merasa sangat puas dengan kinerja sang kobtraktor.
"Terima kasih atas kepercayaan brown group pada perusahaan kami, untuk menggarap proyek sebesar ini." ucap pemilik kontraktor merendah.
"Jangan merendah tuan, siapa yang tidak tahu sepak terjang dan kwalitas pelayanan dari perusahaan anda, saya akan tetap mempercayakan proyek lsibha pada anda," ucap Lancelot bangga dan puas dengan kinerja Tim kobtraktor.
__ADS_1
Lancelot terus memeriksa bangunan tersebut sangat detail dengan ditemani Dandruff yang selaku setia pada Lancelot. Lancelot dan rombongan berada di lahan proyek hingga tengah hari, siang hari mereka majsn siang di hotel tempat Lancelot dan Dandruff menginap.
Selesai makan siang mereka melanjutkan meting masih di tempat yang sama namun di ruangan yang berbeda, mereka meting di ruangan yang telah di sewa oleh pihak kontraktor. Meting berjalan normal tidak ada kendala sama sekali, kedua belah pihak dengan mudah mencapai kata sepakat, sehingga mereka tidak memakan waktu banyak. Selesai meting semua peserta telah meninggalkan ruangan meting tersebut, Lancelot dan Dandruff mereka kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat sebelum kembali berkutat dengan komputernya dan larut dalam pekerjaan masing-maisng.