
"Bagaimana putriku, hari ini?'' tanya Lancelot pada Hanifah.
"Semua baik-baik saja tuan, nona An sangat aktif dan saya rasa perkembangannya cukup bagus, cuma saya menyarankan agar tuan tetap punya waktu buat nona An, apalagi nyonya dan tuan besar tidak ada di sini, hanya tuan satu-satunya orang tua nona An," sahut Hanifah Enteng tanpa beban.
"Akan saya usahakan, akhir-akhir ini pekerjaanku sangat banyak," sahut Lancelot sambil menikmati buah apel, setelah habis satu buah apel Lancelot masih mencari makanan lainnya di dalam kulkas khusus yang disediakan untuk Hanifah.
"Apa tuan belum makan?" tanya Hanifah begitu melihat Lancelot mengambil buah apel lagi.
"Tidak sempat," jawab Lancelot singkat.
"Ada mie dan makaroni jika tuan mau? saya masakan, tentu masakan saya tidak seenak koki di rumah ini." Hanifah menawarkan diri memasak untuk Lancelot.
"Makaroni sayur, jika ada dan masih ada apalagi?" Lancelot menyetujui tawaran Hanifah.
"Saya cek dulu tuan." Hanifah langsung berdiri menuju kulkas untuk mengecek isi dalam kulkas "Ada dumpling ayam, kelihatannya baru dibikin hari ini, dan ada sosis ayam, sayur sawi." sahut Hanifah setelah mengecek isi kulkas.
"Makaroni, dumpling dan sayur," ucap Lancelot singkat.
Hanifah dengan sigap langsung mengeluarkan bahan dari dalam kulkas, di rumah Lancelot memang ada koki khusus buat Hanifah namun ada kalanya Hanifah masak sendiri jika lapar di tengah malam. Tidak sampai setengah jam satu mangkuk makaroni dumpling telah terhidang di hadapan Lancelot.
"Silakan tuan, maaf jika hasilnya tidak selezat masakan koki di rumah ini, karena saya menggunakan bahan yang sehat tentunya bahan yang biasa saya konsumsi," jelas Hanifah panjang lebar.
"Terima kasih, tunggu sampai saya selesai makan baru kamu boleh pergi." pinta Lancelot pada Hanifah.
"Baik tuan, lagian setelah makan saya juga tidak mungkin langsung tidur, dan saya juga harus membereskan kembali dapurnya," jelas Hanifah jujur.
"Lumayan, tidak buruk," puji Lancelot setelah menyendok makaroni masakan Hanifah" Bukankah saya sudah melarangmu untuk memasak atau menyentuh pekerjaan lain, aku lihat jika malam kamu masak sendiri, kenapa kamu tidak membangunkan koki yang bertugas?" tanya Lancelot.
"Saya tidak ingin merepotkan dan mengganggu orang yang sedang istirahat, toh hanya sekedar merebus mie, tidak susah dan juga tidak setiap hari saya lapar dimalam hari." sahut Hanifah sambil mencuci panci.
__ADS_1
"Selesai, terima kasih Han." Lancelot setelah menghabiskan makanannya langsung pergi meninggalkan dapur mini khusus buat Hanifah.
"Sama-sama tuan." Hanifah segera membereskan meja makan.
Hubungan antara Hanifah dan Lancelot tetap normal seperti hubungan pekerja dan majikan, yang menjadi special hubungan antara Hanifah dengan nona An, semakin hari Hanifah dan nona An semakin dekat sudah seperti ibu dan anak.
Selesai membereskan dapur Hanifah kembali ke kamarnya untuk istirahat, begitu juga Lancelot berada di kamarnya untuk istirahat karena waktu sudah sangat larut. Di saat Lancelot sedang merebahkan diri hand phone-nya berdering ada nomor yang tidak dikenal masuk namun Lancelot mengabaikan bahkan langsung mematikan hand phone-nya.
Di seberang lautan nun jauh di sana seorang wanita sedang kesal membanting hand phone-nya di atas ranjang karena panggilannya di abaikan oleh Lancelot "Sialan kau Lanc, kenapa kau malah mematikan hand phone-mu, aku tidak akan membiarkanmu hidup tenang dengan anakmu atau siapapun." kesal A ling penuh amarah, A ling membantingkan tubuhnya di atas ranjangnya.
A ling wanita yang dulu sangat dicintai oleh Lancelot namun cinta itu semua telah sirna semenjak Lancelot tahu jika A ling hanya memanfaatkan ketulusan cinta Lancelot demi menggapai ambisinya untuk menguasai kekayaan keluarga Lancelot. A ling sangat berambisi untuk memiliki Brown Group, A ling sangat ingin berkuasa di jagad perbisnisan dunia.
Lancelot bangun sedikit telat karena hand phone-nya di matikan sedang Dandruff sudah siap dan duduk di meja makan untuk menikmati sarapan pagi dengan perasaan gelisah.
"Selamat pagi tuan Dand," sapa Joyce ramah.
"Pagi Joyce, tumben Tuanmu belum bangun Joyce?" tanya Dandruff pada Joyce yang sedang menyajikan sarapan pagi buat Dandruff.
"Tumben sekali hand phone-nya di matikan tidak biasanya tuanmu begitu." ucap Dandruff penuh teka teki.
"Mungkin tuan Lanc tidak mau diganggu tuan apa ada masalah serius tuan," sahut Joyce asal.
"Sedikit, kamu ingat A ling kekasih tuanmu dulu?" tanya Dandruff.
"Ya, ingat Tuan, kenapa apa dia mau balikan sama tuan?" jiwa kepo seorang Joyce langsung tumbuh.
"Kemungkinan dan yang pasti sekarang A ling akan bertindak nekad apalagi A ling tahu jika Lancelot memiliki anak, dia masih tidak terima melihat Lancelot bahagia." jelas Dandruff.
"Perempuan gila, amit-amit jika tuan mau balikan sama A ling, jika hal itu terjadi saya segera mengundurkan diri," Joyce berubah tidak suka.
__ADS_1
"Siapa yang akan kembali ke A ling?" suara Lancelot yang muncul tiba-tiba mengagetkan Dandruff dan Joyce.
"Tuan maaf." Joyce segera menunduk dan meminta maaf.
"Joyce, kamu cek kulkas yang khusus buat Hani, sebab semalam aku telah memakan stok makanan milik Hani, tolobg siapkan sarapan buatku." ucap Lancelot langsung duduk di kursi meja makan.
Joyce dan Dandruff sedikit terkejut memandang dengan tatapan penuh tanya mendengar pengakuan Lancelot, sebab tidak mungkin Lancelot makan tanpa menyuruh koki untuk memasak karena Lancelot tidak pernah tahu caranya memasak.
"Tentu bukan aku yang masak, semalam Hani yang memasak untukku, sebab sudah sangat larut dan kebetulan Hani pas di dapur." jelas Lancelot yang paham akan tatapan curiga Joyce dan Dandruff.
"Baik Tuan, nanti saya cek." jawab Joyce setelah paham.
"Joyce, lain kali suruh para koki untuk istirahat lebih awal, tuanmu kelihatannya tidak lagi butuh koki." sindir Dandruff asal.
Lancelot melihat Dandruff sedikit kesal" Bukankah Hani juga pekerja di sini, sudah wajar jika aku memintanya untuk memasak buatku." elak Lancelot "Setelah sarapan segera kita ke kantor." perintah Lancelot.
"Siap, ada hal penting yang perlu kamu ketahui," lapor Dandruff.
"Tentang A ling?" tebak Lancelot.
"Tentu," sahut Dandruff membenarkan.
"Sarapan dulu, kita bahas nanti di kantor." perintag Lancelot.
Lancelot dan Dandruff segera menghabiskan makanannya, setelah selesai sarapan Dandruff menuju ke kantornya dengan di temani oleh Dandruff tanpa adanya pengawal. Jarak antara rumah dan kantor lumayan jauh memakan waktu kurang lebih empat puluh lima menit jika tidak ada kemacetan. Sesampainya di kantor Lancelot segera masuk ke ruangannya yang terletak di lantai enam puluh.
"Ada berita apa Dand?" tanya Lancelot langsung ke inti.
"Semalam A ling menghubungiku dia kesal karena tidak bisa menghubungimu langsung, dia sangat kesal dan marah," lapor Dandruff.
__ADS_1
"Katakan, ancaman apa yang di berikan padamu, semalam memang ada nomor tidak aku kenal masuk, tentu langsung aku nantikan, tidak punya etika malam-malam ganggu orang." Lancelot langsung geram mendengar sekelumit laporan dari Dandruff.