Anak Dari Rahim Kontrak.

Anak Dari Rahim Kontrak.
Part 193


__ADS_3

"Tuan, nyonya, nona A ling sudah bangun sekarang dia sedang makan, sesuai dengan perintah tuan sejam lagi tuan bisa menemuinya." lapor Dandruff yang berdiri di dekat tempat duduk Lancelot dan Hanifah.


"Baiklah, sejam lagi kami turun, segera aku kabari kamu nanti." sahut Lancelot masih bersantai.


"Baik tuan, kalau begitu saya undur diri dulu." pamit Dandruff.


"Silakan." sahut Lancelot.


"Pa!" ucap Hanifah.


"Kita akan menemui A ling, seteakha menemui A ling kita akan pulang secepatnya, papa tidak akan menemuinya sendirian, Papa ingin menyelesaiakan perkara yang dulu tidak pernah papa selesaikan." jelas Lancelot.

__ADS_1


"Kenapa dulu tidak di selesaikan? Apa papa masih cinta dengan nona A ling " tanya Hanifah penasaran.


"Mama cemburu?" goda Lancelot.


"Cemburu, tentu mama cemburu, salah jika mama cemburu pada suami sendiri." ucap Hanifah jujur, dengan sedikit bermuka masam.


"Enggak salah, papa senang sekali jika mama cemburu pada papa, tadinya aku yang cemburu dengan An, selama ini di hati mama hanya An, dan aku harus bersaing dengan anakku sendiri untuk bisa mendapatkan hati mama, sekarang papa bahagia ada papa di hati mama," ucap Lancelot bahagia "Soal papa dengan A ling, ya bisa di katakan papa memang pengecut, kenapa papa tidak menyelesaikannya dari dulu, karena aku memutuskan untuk tidak menikah, jadi aku biarkan A ling berbuat sesuka hatinya, selama tidak mengganggu keluargaku dan aku juga sudah malas berhubungan dengan dirinya dari dulu dia selalu mengklaim jika aku dan dia masih menjalin asamara padahal kenyatannya kami berpisah sudah cukup lama, bahkan ketika ada berita yang beredar bahwa aku masih menunggu A ling, aku juga tidak menggubris waktu itu aku lebih tertarik dengan dunia bisnis dari pada berita seperti itu, jadi aku tidak pernah konfirmasi apapun tentang asmaraku dengan A ling." jelas Lancelot jujur.


"Lalu ?" tanya Hanifah karena Lancelot berhenti bercerita.


"Bagaimana dengan A ling dan apa hubungannya dengan masalah papa dan A ling?" tanya Hanifah karena belum puas denagn jawaban Lancelot.

__ADS_1


"Pelan-pelan ma, karena papa berpikir tidak akan menikah maka papa rasa A ling tidak akan membuat onar yang dapat membahayakan kekuarga papa, sekarang papa akan bertindak tegas, ini pertemuan pertama setelah sekian tahun biasanya papa selalu menghindar untuk tisak mekihatnya papa tidak mau menemuinya karena papa tahu bagaimana nekatnya A ling, papa tidak mau di jebak seperti dulu, sekarang sudah ada mama jadi semuanya harus papa selesaikan dengan A ling, kita harus menemui A ling." ucap Lancelot.


"Apa ada hubungannya dengan mama, itu kan masa lalu papa," ucap Hanifah dengan sedikit kilat api cemburu di matanya.


"Karena sekarang ada mama dan An masa depan papa, mama percaya sama papa, A ling memang cinta pertama Papa itupun dulu puluhan tahun yang lalu, tapi mama sangat istimewa di hati papa selamanya, sebentar lagi kita temui A ling." ajak Lancelot.


"Baiklah, mama ganti baju dulu." jawab Hanifah singkat.


"Kenapa ganti, pakai gamis ini kan cantik." puji Lancelot.


"Pakai gamis ini jika mau berkelahi seperti dulu tidak bebas bergerak." sahut Hanifah.

__ADS_1


"Dulu mama juga pakai gaun gerakan mama juga sangat gesit, baiklah ayo kalau mama mau ganti."


Lancelot mengajak Hanifah menuju ke kamarnya untuk berganti pakaian, Hanifah memakai pakaian celana dan tunik karena di rasa mudah di pakai untuk bergerak, setelah selesai berganti pakaian mereka berdua berjalan menuju kamar yang di tempati oleh A ling.


__ADS_2