Anak Dari Rahim Kontrak.

Anak Dari Rahim Kontrak.
Part 146


__ADS_3

"Sejak kapan tuan punya keinginan until menjadi seorang mualaf? dan apa alasannya?" tanya Hanifah memberanikan diri.


"Sejak tidur panjangku, apapun alasannya cukup aku dan Allah yang tahu, soal An, tolong didik dia sesuai dengan syariat Islam, oh ya aku juga akan merepotkanmu aku ingin kamu ajari aku ilmu agama, aku juga akan belajar ilmu agama dari orang tuamu, itulah salah satu alasanku mendatangkam kedua orang tuaku ke sini, selain belajar ilmu agama aku tertarik dengan budaya Indonesia, Menurutku unik sekali." ucap Lancelot bangga.


"Terima kasih tuan sudah mendatangkan kedua orang tua saya hair di negara ini, padahal sebentar lagi aku akan kembali ke Indonesia, dan bukankah tuan juga sudah mendapatkan pengasuh nona An."ucap Hanifah.


"Ya, aku memang sudah mendapatkan pengasuh An, Aku dan orang tuaku juga akan mengantarmu pulang ke Indonesia, dan saat itu orang tuamu juga harus menjamu kadatangan kami." ucap Lancelot penuh teka teki.


"Jangan takut tuan, pasti kami jamu dengan baik." ucap Hanifah percaya diri.

__ADS_1


"Baiklah, terima kasih." ucap Lancelot."Han, boleh aku tanya ke kamu?" tanya Lancelot.


"Silakan?" jawab Hanifah.


"Sepulang dari sini apa kamu mau menikah, dengan siapa dan apakah sudah ada calonnya?" tanya Lancelot.


"Jika sudah bertemu dengan jodohnya pasti saya menikah lagi," jawab Hanifah santai.


"Jika memang dia jodoh saya, saya iklas." sahut Hanifah enteng.

__ADS_1


"Sebenarnya aku salut dengan pendirianmu dan orang tuamu, kamu dan orang taumu menolak dengan tegas lamaranku dan alasannya sama, ajari aku untuk memantaskan diri Han." pinta Lancelot.


"Dengan senang hati tuan, asal tuan bisa menerima semua penjelasan dari saya Nantinya." ucap Hanifah.


Lancelot tidak menyia-nyiakan waktu yang baru saj di dapat, Lancelot semakin semangat untuk mempelajari agama Islam, dari orang terdekat yaitu Hanifah dan juga kedua orang tua Hanifah. Lancelot sangat menghormati kedua orang tua Hanifah, seabagaimana seorang anak yang menghormati orang tuanya.


Legi orang tua Hanifah sangat antusias mengajari Lancelot, apalagi Lancelot sangat mudah menahami penjelasan yang di sampaikan oleh Legi. Tidak terasa keberadaan orang tua Hanifah sudah lebih daei satu bulan. Legi tidak hanya mengajari Lancelot, tuan dan nyonya Bisseling ternyata juga sangat tertarik dengan agama Islam, tuan dan nyonya Bisseling sering konsultaai dengan Legi dan Hanifah. Hampir setiap hari Lancelot menyempatkan diri untuk selalu sholat berjamaah dengan kedua orang tua Hanifah dan juga Hanifah.


Siapapun tidak ada yang tahu tentang takdir hidup kita bagaimana, dan siapapun tidak ada yang tahu tentang isi hari seseorang. Setelah satu bulan lebih kedua orang tua Hanifah, hidup di negara Hongkong dan seatap dengan keluarga Bisseling, akhirnya dengan memberanikan diri Legi memekasakan diri untuk pamit ke Lancelot. Lancelot tanpa tidak membantah menuruti permintaan kedua orang tua Hanifah, Lancelot baru sadar jika keberadaan orang tua Hanifah, sudah sangat lama.

__ADS_1


Semakin hari ilmu agama yang dimiliki Lancelot cukup bagus, Lancelot juga melakukan banyak perubahan, Lancelot lebih santun, lebih bijak, lebih bisa menghargai pendapat orang lain. Lancelot setiap hari jumat juga mengajak orang tua Hanifah untuk untuk sholat Jum'at berjamaah di masjid Tst.


Lancelot mengantar kedua orang tua Hanifah ke bandara.


__ADS_2