
Keringat dingin membasahi tubuh Lancelot, namun demikian acara akad nikah tetap berjalan dengan sangat khidmad, kegugupan Lancelot sehingga dua kali pengucapan akad nikah baru benar dan seluruh para tamu undangan mengucapkan kata sah, melihat Lancelot gugup tuan dan nyonya Bisseling ikut menahan nafas. Setelah mendengar kata sah Lancelot menitikan air mata haru, dan perasaan lega menyelimuti relung hatinya.
Setelah kata sah terucap pak penghulu melafadkan doa khusus buat kedua mempelai.
"Alhamdulillah sekarang kalian sah sebagai suami istri di mata hukum agama dan negara, semoga perniakahan kalian sakinah mawadah dan warahmah," ucap syukur penghulu " silakan ditanda tangani buku nikahnya, ananda Lan ce lot bis sel ling benar ini ananda? Maaf lidah jawa gak begitu faseh mengucapnya." ucap Pak penghulu.
"Iya tuan." sahut Lancelot kini wajahnya tidak lagi pucat.
__ADS_1
Kedua mempelai menandatangani buku nikah setelah itu, Hanifah menjabat tangan dan mencium tangan Lancelot, air mata haru Lancelot menitik untuk kesekian kalinya, tidak lupa Lancelot mencium kening Hanifah, kedua mempelai tersebut di hinggapi rasa gugup yang hebat, pasalnya keduanya dari status majiakan dan pembantu sekarang malah menjadi sepasang suami istri. Selesai acara akad nikah sesi pengambilan foto-foto dan video berlangsung cukup singkat karena setelah acara akad nikah, dilsnjutkan dengan sesi resepsi perniakahan.
Hanya dalam waktu beberapa menit Hanifah sudah berganti baju dari yang berwarna putih sekarang sudah memakai ke aya khas jawa warna hitam dengan ekor panjang, menjuntai ke tanah. Dengan kebaya warna hitam membuat Hanifah bertambah anggun, Lancelot juga memakai beskap warna senada, keluarga Lancelot tidak mau meningalkan momen tersebut sehingga mereka sibuk dengan semdirinha mengabadikan momen tersebut terutama Garnier, dan nyonya Ang.
Temu manten berlangsung seperti biasanya, tidak lupa srokal tetap berkumandang Indah untuk acara Temu manten, Hanifah baru menyadari akan perubahan pada Lancelot, jika sekarang Lancelot sudah bisa berjalan, binar kebahagiaan tsrpancar dari wajah Hanifah, acara berlangsung sangat singkat karena waktu sudah siang. Serangkan acara pernikahan adat jawa tetap di laksanakan seperti acara sungkeman sebagaimana prosesi pernikahan pada umumnya. Bagi keluarga Bisseling ini merupakan kehormatan tersendiri bagi mereka, walau mereka tidak tahu arti dari sungkeman namun mereka berdua tetap menitikkan air mata haru, apalagi saat kedua mempelai meminta mengucapkan permintaan doa restu.
Garnier benar-benar sangat antusias, bahkan beberapa kali dia mengambil gambar dengan kedua mempelai tanpa lelah, Garnier dengan semangat mengatur gaya foto sang mempelai, sampai-sampai kedua mempelai kelelahan.
__ADS_1
"Kak, sudah capek, kasihan Hani dan An dia sudah kamu jadikan korban mal praktekmu." ucap Lancelot lirih di telinga Garnier.
"Sebentar lagi, siapa suruh menggelar resepsi yang unik seperti ini," protes Garnier "Han selamat datang di keluarga Bisseling, kakak sangat bahagia sekali." Garnier memeluk Hanifah baru.
"Terima kasih nyo nya." ucap Hanifah gugup.
"Eit, Bukan nyonya tapi kakak, aku bukan majikanmu aku ini kakakmu." kucap Garnier bahagia.
__ADS_1