Anak Dari Rahim Kontrak.

Anak Dari Rahim Kontrak.
Part 33


__ADS_3

Nasehat nyonya Bisseling begitu mengena di hati Lancelot, setelah nyonya Bisseling pergi Lancelot terus memikirkan setiap kata yang telah diucapkan oleh nyonya Bisseling, di samping ucapan nyonya Bisseling Lancelot juga teringat dengan nasehat dari dokter Silk tadi pagi. Lancelot seorang pemegang perusahaan Brown Group, dari segi sepak terjang bisnis sudah tidak diragukan lagi terbukti perusahaan Brown Group maju sangat pesat sejak di bawah kepemimpinan Lancelot. Pekerjaan yang begitu banyak malam ini memaksa Lancelot untuk terus bekerja sampai jam tiga pagi, setelah menyelesaikan pekerjaannya Lancelot keluar dari kamarnya, disaat akan kembali ke kamarnya Lancelot berpapasan dengan Hanifah yang baru saja keluar dari kamar nona An.


"Selamat malam Tuan," sapa Hanifah.


"Apa ada masalah dengan Putriku?" tanya Lancelot pada Hanifah.


"Semua baik-baik saja tuan, tadi hanya menyusui saja," jawab Hanifah.


"Bagaimana demamnya?" tanya Lancelot lagi.


"Sampai saat ini nona An, tidak demam tidurnya juga pulas," jelas Hanifah lagi.


"Baiklah."


"Saya permisi Tuan." pamit Hanifah pada Lancelot.


Tidak terasa ternyata sudah lima bulan Hanifah bekerja pada Lancelot, selama bertahan-tahun memiliki pekerja di rumahnya Lancelot hanya dekat dengan Joyce, sebab Joyce merupakan kepala pekerja dan sudah lebih dari sepuluh tahun Joyce bekerja pada Lancelot, namun dengan Hanifah hanya dalam hitungan bulan Lancelot bisa sangat dekat dengan Hanifah, ya Hanifah wanita yang sangat berbeda dari para pekerja lainnya, berbeda dalam segala hal, jenis kulit, jenis rambut, postur tubuh serta kebiasaan, selama bekerja Hanifah juga tidak pernah neko- neko jika pekerja lainnya akan pergi ke bar jika akir pekan namun tidak dengan Hanifah, Hanifah begitu iklas dan tulus dalam merawat nona kecilnya.


"Hanifah." sepatah kata yang di dengungkan oleh Lancelot begitu Hanifah sudah hilang di balik pintu kamarnya.


Lancelot memilih masuk ke kamar Putrinya, untuk melihat Putri kecilnya setiap malam sebelum tidur Lancelot selalu melihat Putri kecilnya, setelah melihat Putri kecilnya Lancelot baru menuju kamarnya untuk melepas lelah.


Pagi-pagi sekali Lancelot sudah bangun dan menuju kantornya yang berada di kawasan kota Central pusat perkantoran yang ada di negara Hongkong. Keberangkatan Lancelot yang begitu pagi bukan tanpa alasan, ada sebuah pertemuan yang sangat dengan pihak kontraktor untuk membangun hotel baru yang akan di bangun di luar negeri.

__ADS_1


Lancelot berangkat ke kantor sendiri dengan mobil ferrarinya tanpa menggunakan sopir dan juga tanpa Dandruff sang sekertaris, maupun pengawal. Lancelot sampai di kantornya masih sangat pagi yaitu jam setengah delapan dan kantor juga masih dalam keadaan sepi yang ada hanya cleaning servis yang sedang menjalankan tugasnya. Begitu sampai di bangunan yang menjulang tinggi pencakar langit Lancelot langsung memencet tombol lift angka enam puluh di mana letak kantor Lancelot berada.


"Selamat pagi tuan." sapa Dandruff begitu masuk ruangan Lancelot.


"Pagi Dand, tolong sipkan berkas metting dan pastikan tidak ada kesalahan di dalam berkas, sebab aku tidak mau ada ke terlambatan dan kesalahan." perintah Lancelot pada Dandruff tegas.


"Semua sudah siap Tuan, tinggal menunggu mereka datang, menurut info mereka sudah dalam perjalanan akan sampai dalam waktu lima belas menit lagi, saya harap Tuan, segera bersiap-siap." jelas Dandruff pada Lancelot.


"Baik, saya akan segera masuk ke ruang metting, dan pastikan semua aman jangan sampai ada penyusup, karena tander ini sangat besar." pesan Lancelot.


"Tuan ada info penting, sebaiknya perketat penjagaan untuk nona kecil, sebab aku mendengar dari mata-mata kita, musuh tuan sedang mengincar nona kecil dan Hani." lapor Dandruff.


"A ling." tebak Lancelot langsung pada musuhnya beberapa tahun ini.


"Apa dia kembali ke negara Hongkong?" tanya Lancelot penasaran.


"A ling masih ada di London, namun dia telah mengirim orang untuk mencelakai nona kecil," jelas Dandruff.


"Baiklah, kamu atur dan tambah penjagaan di rumah, jangan biarkan Hanifah dan anakku lepas dari pengawasan." perintah Lancelot "Dalsm hal ini Hani tidak bersalah dan tidak ada sangkut pautnya dengan perusahaan."


"Namun nona kecil sangat tergantung pada nona Hani-kan itu yang menjadi sebab nona Hani juga menjadi target A ling," jelas Dandruff.


"Cukup cerdik, kau A ling," ujar Lancelot dengan tatapan dingin " Kita ke tempat metting sekarang, setelah metting baru kita urus masalah yang lain." tegas Lancelot.

__ADS_1


Lancelot dan Dandruff segera menuju tempat metting yang berada di lantai dasar tentu dengan penjagaan yang sangat ketat. Lancelot selalu berusaha untuk datang lebih awal dari yang di telah jadwalkan, tidak sampai menunggu lima menit pemilik perusahaan kontraktor PT Bakti Suci telah datang. Lancelot membangun sebuah hotel dan mall yang berdampingan di pusat kota yang ada di negara Indonesia.


"Selamat datang Tuan," sambut Lancelot penuh wibawa sambil berjabat tangan.


"Terima kasih Tuan Lancelot, suatu kehormatan bagi kami bisa bekerja sama dengan Tuan." sambut pemilik perusahaan kontraktor penuh hormat, dari segi usia pemilik perusahaan kontraktor Bakti Suci lebih tua dari Lancelot.


Pertemuan antara Lancelot dan pemilik perusahaan kontraktor sebenarnya bukan yang pertama kalinya, karena sebelumya sudah bertemu untuk membahas tentang harga dan jangka waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pembangunan hotel dan mall, dan sekarang tinggal menandatangani kontrak kerja sama saja. Pertemuan diantara Brow Group dan Bakti Suci cukup tenang dan aman tanpa ada kendala, selesai metting Lancelot menjamu tamunya untuk makan siang di sebuah restaurant yang ada di hotel ternama milik Brown Group. Lancelot cukup puas bisa bekerja sama dengan kontraktor besar Bakti Suci, sebab nama Bakti Suci sudah tidak asing lagi di kalangan pebisnis properti, keahlian tenaga pekerjanya dan keprofesionalannya sudah tidak di ragukan lagi, mayoritas yang menggunakan jasa kontraktor Bakti Suci sangat puas dengan hasilnya, selain tepat waktu kontraktor Bakti Suci memiliki kwalitas yang sangat bagus standard internasional, walau dari segi harga sedikit mahal namun banyak perusahaan International menggunakan jasa kontraktor Bakti Suci.


Setelah menyelesaikan metting dengan pihak kontraktor, Lancelot memilih kembali ke rumah untuk memastikan dan mengatur kembali keamanan rumahnya supaya lebih ketat. Sesampainya di rumah Lancelot yang di dampingi Dandruff langsung menemui tuan Bisseling yang sedang bercengkerama dengan nona An di kamar nona An, dan tentunya tetap di dampingi oleh suster, Hanifah dan nyonya Bisseling.


"Pa, Ma." sapa Lancelot pada tuan Bisseling dan nyonya Bisseling datar dan tentunya dengan kode rahasia diantara mereka bertiga.


"Tunggu kami di ruang kerjamu!" perintah tuan Bisseling yang sudah paham akan kode dari Lancelot.


"Han, jangan keluar dari kamar ini, tetap berada di kamar ini sampai kami kembali." perintah Lancelot pada Hanifah.


Hanifah selaku pekerja dia tidak melontarkan protes hanya menuruti perintah sang majikan, namun Hanifah bukan pekerja yang tidak paham akan situasi, Hanifah dapat menangkap jika ada hal sangat berbahaya dari tatapan mata Lancelot maupun tuan dan nyonya Bisseling.


"Han, tolong jaga cucuku," pesan nyonya Bisseling pada Hanifah.


"Baik nyonya, saya akan menjaga nona An." sahut Hanifah tegas.


Dengan langkah tegas Nyonya Bisseling tuan Bisseling serta Lancelot meninggalkan kamar nona kecil mereka menuju ke ruang kerja Lancelot secara bersama-sama.

__ADS_1


__ADS_2