
"Sungguh lucu hidupku itu, mereka yang baru menikah bisa langsung bulan madu la Aku nunggu An, masuk sekolah dulu, lain dari pada yang lain ceritanya." ujar Lancelot.
"Sudahlah Lanc, kamu sabar dulu puluhan tahun saja kamu bisa menahan, masa nunggu seminggu lagi tidak bisa tahan, dan kamu itu lelaki yang sangat beruntung lo Lanc, menikah dengan wanita yang bisa mengayomi anakmu, kamu ingat bagaimana An, berada di ujung maut, terlambat sedikit saja An, tidak tertilong waktu itu." Garnier mengingatkan mass kecil nona An.
"Dan aku juga masih ingat waktu kamu di hadang anak buah A ling, kamu benar-benar beruntung sekali Lanc, kaalau kamu sampai menyia-nyiakan Hani, ingatlah anakmu." ujar Ang.
"Mumpung An, sama mama jika kalian bikin anak silakan, atau kita lomba saja." gurau nyonya Ang.
"Kalian berdua enak, bisa lomba bikin anak sekarang aku bagaimana? Suamiku lagi keluar sama anak-anak, apa aku yang jadi jurinya?" ujar Garnier semakin nglantur.
Mereka semua tertawa terbahak-bahak seolah tidak ada beban, Lancelot sudah melupakan tentang semua hal.
"Tahu gini tadi Aku tidak kesini," ujar Lancelot.
__ADS_1
"Mending ke sini bisa sekalian liburan," ucap Hanifah.
"Ngomong-ngomong kalian mau ceot ada momongan apa bunda dulu?" tanya Garnier.
"Kalau saya tergantung rezeki saja kak, misal di kasih cepat ya alhamdulillah, kalau harus menanti ya sabar dulu." sahut Hanifah.
"Kamu bagaimana Lanc?" tanya Garnier.
"Aku ngikut yang mengandung saja, berapapun juga gak masalah asal istriku rela hamil, kadang aku bayangin jika setiap tahun melahirkan jadi lima tahun dapat anak lima." ujar Lancelot.
"Aku suka caramu berpikir Han,biar usia mu itu jauh lebih muda dari pada kami, tapi caramu berpikir sungguh sangat dewasa, ngomong sama kamu itu anak, bisa nyambung kalau bahas tentang keluarga." jelas nyonya Ang.
"Tidak juga nyonya, saya ini masih kurang ilmu nyonya." sahut Hanifah merendah.
__ADS_1
"Sekarang mumpung di sini sebulan lagi kan resepsi di Hongkong, kalian mau menggunakan konsep apa, dan soal video kalian mana yang akan di tampilkan, kirimkan ke aku nanti aku kerjakan sendiri, soal gaun bagaimana ?" tanya Garnier.
"Untuk kostum pesta, aku serahkan padamu saja kak," jawab Lancelot.
"Kamu bagaimana Han?" tanya Garnier.
"Yang simpel dan sederahan saja kak, tidak perlu terlalu glamor, dan untuk penata make up, ada gak yang bisa pasang hijab?" tanya Hanifah ragu.
"Untuk itu aku rasa kami bawa saja dari sini Han, soalnya aku gak tahu di sana ada apa tidak, bagaimana Ang kamu tahu gak ada panatq make up muslim di mana?" tanya Garnier.
"Aku sendiri juga kurang tahu, tapi aku pernah lihat itu di lapangan tempat liburannya para pekerja migran, mereka itu pintar mengaplikasikan tutup kepala dan mirip dengan yang di kenakan oleh Hanifah, kemarin, hasil mereka itu cantik-cantik," tutur nyonya Ang.
"Kalau mereka pasti bisanya siang gak mungkin malam kan, sedangkan resepsi kita itu malam," jelas Garnier sendiri.
__ADS_1
"Sebaiknya bawa MUA yang kemarin saja Han, buat berangkat bareng bapak dan ibuk, nanti semua buat di urus oleh Dandruff dan tuan Setu Pon." ucap Lancelot memberi solusi
.