Anak Dari Rahim Kontrak.

Anak Dari Rahim Kontrak.
Part 97


__ADS_3

Nyonya Bisseling saking bahagia dia segera mengirim foto Hanifah, Lancelot dan nona An, dipamerkan pada Garnier dan tuan Bisseling lewat pesan WhatsApp, tuan Bisseling dan Garnier menanggapi sangat positif dan kedua orang itu langsung mengirim emot waru pada pesan nyonya Bisseling. Tidak terasa waktu sudah sore nona An, mulai rewel karena ngantuk dan juga capek, Hanifah dengan di bantu suster serta Lancelot segera memberesi semua oleh-oleh yang berserakan. Setelah rapi Hanifah menidurkan nona An, sedangkan suster melakukan pekerjaannya menyiapkan bahan makanan untuk nona An, makan malam nanti, sedangkan Lancelot dan nyonya Bisseling memilih duduk di taman belakang untuk melepas penat.


"Bagaimana pekerjaanmu di Bali?" tanya nyonya Bisseling.


"Semua baik berjalan sesuai dengan rencana, bahkan lebih cepat dari yang di tergedkan, seperti yang Lanc ceritakan di telpon aku memiliki empat hari santai." sahut Lancelot.


"Mama, senang dengan perubahanmu sekarang, mama amati selama setahun ini kamu memiliki perubahan yang sangat drastis, mama tahu semua itu bukan semata karena putrimu An," ucap nyonya Bisseling " Bagaimana dengan keluarganya Han?" tanya nyonya Bisseling.


"Mereka dari keluarga yang baik, dan taat pada agamanya, wajah ibunya Hani, mirip dengan Hani, untuk bapaknya aku tidak tahu karena waktu itu aku tidak turun dari mobil hanya melihat dari dalam mobil, mama lihat sendiri aku ada foto rumah dan ibunya Hani." ucap Lancelot, sambil menunjukkan foto yang di ambilanya waktu mengantar paket ke rumah Hanifah.


Nyonya Bisseling mengamati satu persatu foto yang ada di tablet Lancelot. Pujian demi pujian keluar dari mulut nyonya Bisseling, sengaja Lancelot tidak mengirim foto tersebut pada keluarganya karena tidak ingin ketahuan oleh Hanifah, pasalnya kadang Hanifah juga memegang hand phone milik nyonya Bisseling.


"Sampai saat ini papa dan mama tidak pernah melarangmu untuk menikah dengan siapapun yang penting bukan wanita seperti A ling, sudah satu tahun lebih, sebentar lagi kontrak Hani, berakhir bagaimana langkahmu selanjutnya?" tanya nyonya Bisseling.


"Mama jangan khawatirkan Han, Han akan tetap bertahan di sini minimal sampai dua kontrak, doakan Lanc, agar bisa meluluhkan hati Hani, sebenarnya bukan perkara mudah untuk melukuhkan hati Hani, mama lihat sendiri bagaimana reaksi Hani tadi, dari sekian hadiah yang aku berikan padanya, yang paling di sambut dengan berseri-seri baru tadi saat aku memberikan kebebasan dalam beribadah dan berpakaian sesuai syariat kepercayaannya, mama bisa menilai sendiri bagaimana Hani." jelas Lancelot menerawang jauh.

__ADS_1


"Ya, mama paham maksudmu, jika hatimu sudah mantap ingin mengikuti kepercayaan Hani, mama dan papa tidak keberatan, toh selama mama kenal Hani, dia sama sekali tidak menyentuh alkohol dia sangat menjaga dirinya ya memang dia tidak semodern wanita Hongkong, dia tidak se-fashionable wanita Hongkong, tapi dia memiliki jiwa yang tulus dalam menyayangi keluarganya, dan pastinya jika kamu mengikuti kepercayaan Hani, banyak hal yang tidak bisa kamu makan dan kamu lakukan, termasuk pergi ke bar, hidupmu bakal berubah drastis, jika kamu sudah siap dengan konsekwensinya, mama dan papa hanya bisa merestuinya." nasehat nyonya Bisseling bijak dan panjang lebar.


Lancelot mencerna semua yang telah nasehat dari Nyonya Bisseling, sedikit banyak nyonya Bisseling tahu tentang larangan dalam kepercayaan yang dianut oleh Hanifah, karena nyonya Bisseling sudah melalang buana pergi ke beberapa negara yang penduduknya mayoritas memeluk agama Islam, termasuk Indonesia.


"Lanc, akan berusaha untuk memantapkan hati, Ma, Lanc, akan meminta bantuan dari tuan Setu Pon, beberapa hari ini dia yang mengajari Lanc, banyak hal termasuk memberi kebebasan pada Han, dalam beribadah dan berpakaian itu semua atas saran dari rekan kerjaku tuan Setu Pon, terbukti-kan bagaimana bahagianya Hani, ketika bisa taat pada Tuhannya, itu artinya untuk menjadi pendamping Hani bukan perkara yang mudah buatku Ma, siapa aku di hadapan Hani, aku sadar aku memang memiliki semua harta benda namun aku lemah dalam Iman, selama ini aku hanya berambisi pada dunia, aku lupa jika ada Tuhan yang Maha Esa, aku lupa untuk taat pada Tuhanku" ucap Lancelot, menyadari akan kekhilafannya.


"Tidak ada manusia yang sempurna, Lanc, mantapkan hatimu jangan sampai kamu menyesal untuk yang kedua kalinya," nasehat Nyonya Bisseling "Apa kamu menyesal telah memiliki An?" tanya nyonya Bisseling yang menangkap ada rasa bersalah dari mata Lancelot.


"Tidak ada gunanya Lanc menyesal, Lanc sadar keputusan Land, dua tahun lalu adalah keputusan yang salah, tapi An juga sangat berharga dalam hidup Land, mama lihat saja setelah kehadiran An, hidupku lebih berwarna di samping An yang hadir dalam hidupku, juga hadir seorang wanita yang begitu tulus menyayangi keluarga, mungkin jika tidak ada An dalam hidupku aku juga tidak akan mengenal wanita unik seprti Hani." ucap Lancelot.


"Ma, untuk saat ini biarkan Hani dan An berada di sini, sebab seminggu lagi ajak aku tinggal lagi, ya tidak lama paling cuma tiga hari mau melihat proyek yang ada di Cina." pinta Lancelot pad nyonya Bisseling.


"Tentu, mama sangat senang sekali jika kamu tetap membiarkan Hani dan An tinggal di sini lebih lama." ucap nyonya Bisseling senang.


"Terima kasih, Ma." sahut Lancelot senang.

__ADS_1


Bisa duduk dan ngobrol dalam waktu yang lama seperti sekarang, bukan perkara yang mudah bagi nyonya Bisseling dan Lancelot, pasalnya sejak lulus kuliah Lancelot sudah di tugas tuan Bisseling mengemban tugas untuk mengelola perusahaan milik Bisseling. Waktu sudah mulai senja Lancelot dan nyonya Bisseling masuk ke dalam rumah, untuk membersihkan diri.


Hanifah maupun nona An sudah cantik dan bersih karena kedua orang tersebut sudah mandi, Hanifah sengaja memandikan nona An, di jam lima sore agar setelah makan malam nona An tidak perlu mandi, dan juga demi kesehatan nona An.


"Kalian sudah mandi?" tanya Lancelot saat mendapati nona An sedang duduk di mantras sudah cantik dan harum sedang bermain dengan Hanifah.


"Tuan," sapa Hanifah.


"Aku hanya akan mengambil baju," sahut Lancelot "Aku mau mandi di kamar sebelah." ucap Lancelot.


"Perlu bantuan Tuan?" tanya Hanifah basa-basi.


"Terima kasih." sahut Lancelot singkat.


Lancelot masuk kekamarnya hanya ingin mengambil baju ganti saja, setelah mengambil baju Lancelot kembali ke luar lagi dari kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2