Anak Dari Rahim Kontrak.

Anak Dari Rahim Kontrak.
Part 161


__ADS_3

Rombongan Lancelot sudah mendarat di Bandara Internasional kita Surabaya, Setu Pon dan beberapa panitia yang di bentuk oleh Dandruff menyambut kedatangan mereka, Ang dan istrinya yang beri pertama kali datang ke negara Indonesia mereka sangat takjub dengan suasana negara Indonesia. Begitu keluar dari bandara mereka segera menuju mobil am segera meluncur ke kota Malang.


Tidak begitu lama mobil mereka sudah memasuki area perkiraan villa Lancelot, di villa Lancelot juga di hiasi secrmiam rupa, Beberapa hantaran juga sudah terbumgkus sangat rapi dan Indah.


"Silakan Ang, Kak, ini villa yang baru aku bangun, jika malam kita bisa melihat pemandangan yang begitu indah dari lantai atap lantai dua atau tiga, Bukan hanya malam saja dari atas sana kita bisa menikmati indahnya pemandangan kota ini." jelas Lancelot antusias.


"Villa mu Indah sekali Lanc, pemandangan alam sekitar benar-benar Indah, dan juga alami, wow udaranya segar sekali." puji Garnier penuh kegaguman.


Bukan hanya Garnier yang kagum, Ang dan istrinya tidak kalah kagum melihat keindahan villa dan sekitarnya, padahal mereka belum sempat untuk naik ke atas.


"Baiklah selamat datang dan terima kasih sudah sudi datang di villa, aku mau istirahat ada apa-apa jangan sungkan untuk minta tolong pada pekerja di villa ini, tapi maaf di sini tidak ada pesta alkohol seperti pesta pernikahan pada umumnya." pesan Lancelot.


"Kamu mau kemana Lanc?" tanya Garnier pada Lancelot.


"Aku capek sekali aku pingin istirahat supaya besok bisa segar, oh ya cepetan tidur sebab besok pagi-pagi sekali kita harus sudah siap-siap untuk menuju lokasi pesta." pesan Lancelot pada semuanya.


Lancelot langsung menuju kamarnya, dia tidak begitu menghiraukan keadaan sekitar Lancelot telaku gugup untuk menghadapi acara pernikahannya. Sesampainya di dalam kamar Lancelot langsung membersihkan diri, lalu melakukan panggilan video call dengan hanifah.


"Assalamu'alaikum Han." sapa Lancelot begitu melihat wajah Hanifah dan juga nona An.


"Wa'alaikum salam Tuan,." sahut Hanifah.

__ADS_1


"Wa'alaikum salam Papa, asyik papa sudah datang!" seru nona An girang.


"Kamu belum tidur An?" tanya Lancelot.


"Di lumah oma mama lamai sekali Pa, banyak olang," celoteh nona An, polos.


"An, bantuin mama tidak?" tanya Lancelot.


"Enggak pa." sahut nona An polos.


"Kenapa ?" tanya Lancelot.


"An, belmain banyak teman, lali-lali, sembunyi, banyak sekali Pa." celoteh nona An, jujur "Pa, boleh aku di sini saja sama mama." pinta nona An, polos.


"Olang-olang bilang mama dan mama mau menikah, ada pesta-pesta." celoteh nona An, khas anak kecil.


"Makanya anak papa segera tidur ya." rayu Lancelot pada nona An.


"Baik pa, ini juga mau tidul pa, papa ganggu saja sih." protes nona An.


"Tuan, saya mau ngeloni Nona An dulu." pamit Hanifah.

__ADS_1


"Nanti aku telpon lagi." ucap Lancelot.


"Saya, juga mau istirahat tuan tubuh saya capek sekali, dan besok pagi-pagi buta sudah harus bangun." ucap Hanifah.


"Baiklah Han selamat istirahat."


Keduanya setelah saling menginap Salamengakiru panggilan video call mereka, Hanifah merasa kecapekan karma ikut melakukan persiapan inhjm pesta pernikahannya. Rumah kediaman kekuarga Hanifah benar-benar sudah ramai dengan banyak sekali para tetangga maupun kerabat yang datang untuk menpersiapkan kelamcaran acara besok.


Lancelot tidak bisa tidur dia hanta berbaring di atas ranjangnya, dia sendiri tidak percaya jika sebentar lagi statusnya bakal berubah, mulai besok status yang si a abang Lancelot, tidak hanya seorang ayah namun juga seorang suami.


Suasana di villa Lancelot, lumayan rame karena kejuarnya sedang berkumpul di ruang tengah mereka sedang beristirahat sambil bercerita banyak hal, entah itu bercerita tentang bisnis atau tentang lelucon yang menghibur.


Karena hari sudah memakin larut dan Susana sekitar villa juga sepi mereka masuk kamar masing masing. Ang dan istrinya merasa nyaman berada di villa Lancelot, jika di Hongkong yang di dengar bisingnya suara deru kendaraan, sekarang yang di dengar nyanyian kodok dan jankrik yang saling sahut-sahutan.


"Villa ini nyaman sekali pa, di samping pemandangannya yang indah, dyaabga tenang cukup menyenangkan untuk menyegarkan otak." ucap nyonya Ang yang sudah berbaring di atas ranjang bersama dengan Ang.


"Anggap saja kita lagi bulan madu lagi." klakat Ang.


"Ih, papa," manja nyonya Ang.


"Ya, jam, tenang damai kan, susah larut jangan sampai besok kita telat bangun katanya jam delapan pagi ktavharus sudah berangkat ke tempat pesta." ucap Ang pada istrinya.

__ADS_1


Lancelot dia tetap gelisah di kamarnya, matanya ngantuk tapi tidak bisa tertidur, dia terus memikirkan besok bagaimana, untuk menghilangkan kegugupannya Lancelot melihat beberapa video akad nikah dari berbagai sumber aplikasi. Lancelot berusaha untuk menghafal dengan baik, Lancelot melihat video itu terus di ulang-ulang, Lancelot sampai berdiri di depan cermin untuk dan mempraktekkannya langsung, berapa kali mencoba dan masih tetap salah. Lancelot banyak sekali minum air untuk menutupi kegugupannya.


__ADS_2