Anak Dari Rahim Kontrak.

Anak Dari Rahim Kontrak.
Part 30


__ADS_3

Acara hot pot berjalan dengan baik, jam setengah sembilan acara hot pot sudah selesai, nyonya Ang, nona Siu duduk di sofa bersama dengan dua putra Ang, kedua pembantu Ang memberesi meja bekas makan mereka, sedang Lancelot dan Ang memilih duduk dan berbicara di ruang kerja Ang.


"Sebenarnya, aku benar-benar bingung dan penasaran dengan sikapmu kali ini Lanc ?" tanya Ang.


"Kenapa ?" Lancelot tetap tidak mau berbicara.


"Kamu sedang jatuh cinta pada siapa?" tanya Ang lagi.


"Siapa yang jatuh cinta, tidak ada kata jatuh cinta dalam hidup tuan Lancelot." kilah Lancelot berusaha meyakinkan Ang.


"Baiklah, jika kamu tidak kasih tahu tidak apa-apa, akan Aku selidiki sendiri." ucap Ang mengalah untuk tidak mengorek keterangan dari Lancelot, sebab mengorek keterangan dari Lancelot bukan perkara mudah apalagi soal cinta.


"Sudahlah jangan bahas hal yang tidak penting, sekarang bagaimana dengan pekerjaanmu?" Lancelot berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Semua masih aman, terkendali, seperti yang kamu lihat sekarang perusahaan ku mulai maju pesat," jawab Ang sambil minum anggur merah.


"Bagus itu, aku sarankan Jangan terlalu banyak minum, jangan kamu rusak tubuhmu dengan alkohol." pesan Lancelot pada Ang.


"Tenang saja, aku tidak akan mabuk kalau hanya anggur merah, aku juga sudah tidak minum lama, kaku tahu sendirikan, kamu sendiri juga jangan minum kamukan harus pulang nyetir mobil sendiri." Ang melarang Lancelot yang ikut minum anggur merah.


"Tidak masalah, kalau tidak bisa nyetir sendiri tinggal manggil Dandruff." sahut Lancelot enteng.


Malihat tingkah Lancelot semakin tidak biasa membuat Ang semakin curiga pasti ada hal yang membuat Lancelot untuk ikut minum, selama bertahun-tahun Lancelot setelah putus dari pacarnya dia memilih untuk hidup sehat kalaupun datang ke bar hanya minum, minuman bersoda bukan beralkohol. Menyadari Lancelot akan minum lagi Ang segera menyingkirkan minumannya.


"Baiklah, aku tidak akan minum lagi." ucap Lancelot mengalah.


"Aku juga tidak minum, tadi kamu bilang kamu kangen putrimu, kenapa kamu tidak pulang saja." ucap Ang.


"Tunggu semua sudah tidur aku tidak mau mengganggu mereka." jawab Lancelot.

__ADS_1


"Maksudmu?" Ang semakin penasaran.


"Kamu tahu sendiri aku tidak begitu bisa momong anakku, anakku lebih dekat dengan Hani." jujur Lancelot.


"Lanc, jujurlah padaku jangan berbelit-belit, ada apa sebenarnya aku lihat kamu kelimpungan begitu, apa ada masalah dengan perusahaanmu." bujuk Ang.


"Sebenarnya ini tentang Hani." ucap Lancelot terhenti.


"Sudah ku duga." sergah Ang segera "Kamu jatuh cinta pada pengasuh An?" tebak Ang.


"Entahlah, yang aku tahu dari Hani, wanita yang sedang menyusui anaknya itu memiliki daya tarik sendiri." jelas Lancelot.


"Maksudmu, aku tidak paham." Ang malah tidak paham.


"Kamu tahu, sendiri setiap pergi ke bar tak satupun ada wanita yang membuatku tertarik, padahal mereka selalu dengan pakaian minim bahkan hampir telanjang, beberapa hari yang lalu secara tidak sengaja aku melihat Hani menyusui anakku, otakku langsung tidak bisa diajak kerja sama, ku harap hanya bersifat sementara saja." akhirnya Lancelot menceritakannya pada Ang.


"Sudah ku duga, pasti soal wanita, sebab aku tahu kalau soal pekerjaan tidak mungkin kamu kalang kabut, kaya gini apalagi sejak kamu punya anak, kamu lebih tenang dan baru kali ini kamu keluar dari rumah di Akhir pekan sejak empat bulan lalu," ucap Ang "Sebentar bukankah dari CCTV kamu juga bisa melihat nya setiap saat?" tanya Ang.


"Berarti kamu masih normal, aku kira kamu itu sudah tidak normal." canda Ang setelah mengetahui kenyataan yang sebenarnya.


"Ang, aku serius."


"Sudah malam sebaiknya kamu pulang, sudah waktunya aku dan istriku tidur, besok harus kerja lagi dan pekerjaanku banyak sekali." usir Ang halus.


"Tolong rahasia kan hal ini, aku juga mau pulang, paling mereka juga sudah tidur."


Lancelot berdiri dengan di ikuti oleh Ang, Lancelot kejar dari ruang kerja Ang.


"Aku pamit dulu." pamit Lancelot pada nyonya Bisseling dan lainnya termasuk pamit pada nona Siu.

__ADS_1


"Hati-hati, terima kasih minggu depan jangan lupa, aku mau minjam anakmu." ucap nyonya Ang.


"Aku tunggu kehadiran kalian, mumpung mama belum berangkat ke Kanada." ucap Lancelot.


"By, terima kasih sudah sudi datang kemari." ucap nyonya Ang.


"Baiklah aku juga mau pulang, segera istirahat, sampai jumpa lagi." Nona Siu mengikuti Lancelot untuk pamit.


Lancelot meniggalkan kediaman Ang, dengan kecepatan sedang Lancelot menuju kediaman Lancelot sendiri, Sesampainya di rumah jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam, jam sepuluh pasti masih ada yang terjaga namun tidak dengan bayi Lancelot, nona An sudah tidur sejak jam sembilan sedang lainnya masih beraktifas sesuai dengan tugas masing-masing.


"Selamat malam tuan." sapa Joyce begitu melihat Lancelot yang baru masuk ke rumah.


"Selamat malam Joyce, jika pekerjaanmu selesai segera istirahat, bagaimana dengan putriku hari ini?" tanya Lancelot pada Joyce.


"Hani, yang lebih paham Tuan." jawab Joyce jujur.


"Baiklah," Lancelot segera melangkah naik ke atas.


"Lanc, dari mana seharian tidak ada di rumah." tegur tuan Bisseling yang baru keluar dari dapur.


"Menemani Ang, Pa." jawab Lancelot singkat.


"Kalau kamu terus Begini bagaimana mama dan papa tega meninggalkan putrimu." kini nyonya Bisseling yang berbicara.


"Lanc, capek ma, pa, Lanc mau istirahat." Lancelot langsung naik ke atas menuju kamarnya untuk membersihkan diri.


"Kelakuanya masih saja sama." keluh tuan Bisseling.


"Sudahlah pa, mungkin dia ada masalah, sebaiknya kita istirahat." ajak nyonya Bisseling.

__ADS_1


Nyonya Bisseling dan tuan Bisseling memilih untuk kembali masuk ke kamarnya. Suster yang jaga nona An, Susan tidur duluan sedang pekerja lainnya karena sudah tidak banyak pekerjaan juga sudah masuk kamar masing masing untuk beristirahat. Hanifah, ya kini Hanifah masih terjaga di kamar nona An, Hanifah sengaja belum tidur karena ingin menyusui An, sudah dua jam nona An tertidur pastinya nona An akan segera bangun sebentar lagi untuk minum susu. Lancelot setelah selesai membersihkan diri dia langsung menuju kamar nona An, Lancelot berkeinginan untuk melepas kangen dengan putrinya. Lancelot ragu untuk masuk karena dari luar Lancelot mendengar sayup-sayup suara anaknya yang baru terbangun dari tidurnya dan pastinya suara Hanifah yang menenangkan putrinya, akhirnya Lancelot memilih tetap berdiri bersandar di pintu kamar nona An.


Nona An, kali ini nyusunya tidak sampai lama, hanya tiga puluh menit kini nona An, sudah kembali tidur, Hanifah begitu memastikan nona An sudah tidur Hanifah segera meninggalkan bok bayi dan menuju pintu kamar nona An untuk keluar.


__ADS_2