
Jam lima sore Lancelot mengajak yang lain untuk pulang, karena sudah lama berada di luar rumah, dan wajah Hanifah serta susternya sudah nampak lesu, dan waktunya nona An untuk mandi. Garnier karena masih ingin menikmati hari-hari di negara Hongkong Garnier memilih melanjutkan acara jalan-jalannya sebelum kembali ke London. Lancelot, Hanifah, suster dan nona An, pulang dengan naik taxi.
Sesampainya di rumah keadaan rumah Lancelot sangat sepi tidak seperti biasanya karena semua pekerjanya libur, Hanifah segera memandikan nona An karena waktu keburu gelap, suster merapikan barang bawaannya tadi. Lancelot begitu sampai rumah dia segera masuk di ruang kerjanya, tidak lama kemudian nyonya Bisseling datang dengan tuan Bisseling. Nyonya Bisseling dan tuan Bisseling bisa masuk rumah Lancelot kapan saja karena memiliki kunci serep rumah, nyonya Bisseling dan tuan Bisseling begitu masuk rumah dalam keadaan sepi mereka berdua langsung menuju dan mengetuk ruang kerja Lancelot.
"Pa, Ma." sapa Lancelot begitu kedua orang tuanya masuk ke dalam ruangannya.
"Baru pulang ?" tanya nyonya Bisseling pada Lancelot.
"Iya, Ma." jawab Lancelot.
"Lanc, papa dan mama mau pergi ke Kanada selama satu bulan, kamu handel semua, dan ingat kamu sudah punya anak kamu juga harus memperhatikan dan menyayangi anakmu Sebagaimana papa dan mama menyayangi kalian berdua," pesan tuan Bisseling pada Lancelot.
"Dua minggu ini aku dan papamu akan tinggal di sini aku ingin bermain dengan cucuku sebelum aku dan papamu berangkat ke Kanada, bagaimanapun mama ingin memastikan jika kalian baik-baik saja." ucap nyonya Bisseling.
"Papa dan mama jangan khawatirkan aku, aku sudah dewasa, tidak akan gegabah dalam ambil keputusan, mama dan mama besenang-senanglah perusahaan dan anakku akan baik-baik saja di sini, semua orang di rumah ini akan menjaga menyayangi putriku An dengan baik." ujar Lancelot tenang.
"Tadi bagaimana dengan Hani, aku dengar dari Nier kamu antar Hani ketemu temannya?" tanya nyonya Bisseling penasaran.
"Ya, tadi ketemu temannya sebentar di pasar Sham shui po." jawab Lancelot jujur.
"Kamu tahu apa yang mereka bicarakan?" tanya nyonya Bisseling penasaran.
__ADS_1
"Aku tidak tahu, aku berusaha curi dengar tetap gak paham, padahal WhatsApp juga sudah aku sadap tetapi aku tetap tidak mengerti pembicaraan mereka entah mereka pakai bahasa apa aku gak paham, aku translate pakai mbah Google hasilnya malah gak karuan bikin kepala mumet." jujur Lancelot.
"Beri waktu Hani untuk keluar menikmati hari-hari bersama teman-temannya, sudah empat bulan dia tidak pernah keluar menemui temannya jangan sampai Hani stress dan mengakibatkan hal tidak baik pada jiwa Hani maupun anakmu." pesan nyonya Bisseling.
"Untuk pekerja yang lain aku bisa memberi kelonggaran waktu untuk mereka, namun khusus untuk Hani terlalu sulit Ma, untuk saat ini, mama tahu sendirikan An putriku sangat bergantung pada Hani, An minum ASI dari Hani, kalau seharian Hani berada di luar bagaimana dengan An, dan aku tidak tahu menu apa yang Hani makan dikala berkumpul dengan temannya." jelas Lancelot panjang lebar.
"Itu salah satu alasan kenapa papa tidak setuju dengan keputusanmu untuk menggunakan rahim kontrak, papa ingatkan apapun resikonya kamu harus terima, termasuk jika Hani habis kontrak akan kembali ke negaranya, tidak mudah memisahkan anak dengan pengasuhnya apalagi anakmu minum ASI dari An, itu artinya ada darah Hani yang mengalir pada tubuh Anakku, dan kamu juga harus menjamin keselamatan Hanifah." ucap tuan Bisseling penuh penekakanan.
"Percayakan padaku Pa, Papa dan Mama nikmati saja liburannya, Papa dan Mama mau makan apa biar aku pesankan," ucap Lancelot.
"Mama sudah pesan tadi, sebentar lagi juga, sampai," ucap nyonya Bisseling "Aku mau menata meja dulu, ayo Pa." ajak nyonya Bisseling pada tuan Bisseling kedua orang tua itu langsung berdiri dengan senyum tulus penuh kebahagiaan.
"Aku temani ma." Lancelot ikut berdiri.
"Lanc, kamu buka pintu makanannya sudah datang." perintah nyonya Bisseling.
"Hah... apa Ma ?" tanya Lancelot gagap.
"Kamu lagi ngelamun apa, itu makanannya sudah datang kamu buka pintunya!" perintah nyonya Bisseling mengulangi lagi.
"Baik, Ma." setelah beberapa detik setelah menerima teguran dari nyonya Bisseling Lancelot baru sadar dari ngelamunnya tadi.
__ADS_1
Lancelot segera menuju pintu utama sesuai perintah nyonya Bisseling untuk mengambil makanan dari kurir. Sedangkan tuan Bisseling dan nyonya Bisseling hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Lancelot yang tidak seperti biasanya. Lancelot semenjak mempunyai anak dia lebih luwes dan tidak se-egois dulu, Lancelot juga lebih tenang.
"Ini ma." Lancelot menyerahkan dua kantong plastik besar tanpa tahu isinya.
"Taruh meja dapur!" perintah nyonya Bisseling.
Lancelot menuruti perintah nyonya Bisseling tanpa membantah sedangkan tuan Bisseling tetap sibuk mbantu nyonya Bisseling, nyonya Bisseling dengan dibantu tuan Bisseling mengganti tempat untuk makanannya dari sterofom ditaruh di atas piring. Lancelot tanpa diminta juga ikut mambantu nyonya Bisseling hingga makanan tertata rapi.
"Lanc, kamu panggil Hani dan suster jika anakmu sedang tidur ajak mereka berdua makan sekalian." perintah nyonya Bisseling.
"Baik, Ma."
Lancelot langsung pergi naik ke kamar nona An untuk memanggil Hanifah dan susternya, tanpa mengetuk pintu Lancelot langsung menerobos masuk, Lancelot dan Hanifah sangat terkejut karena Hanifah dengan santainya sedang menyusui nona An dan tentu saja Lancelot melihat pemandangan yang tidak pernah dilihatnya secara langsung, Lancelot langsung membalikkan badannya begitu juga dengan Hanifah langsung membalikkan badan padahal jika membalikkan badan itu juga berarti sama, sebab tanpa Hanifah sadari jika posisinya sekarang sedang menghadap kamera.
"Maaf Han, aku tidak tahu jika kamu sedang menyusui putriku." ucap Lancelot gugup " jika sudah selesai kalian kami tunggu di bawah untuk makan, mama dan papa sudah datang, bawa putriku ke bawah." perintah Lancelot pada Hanifah dan susternya.
"Baik, Tuan." jawab suster dan Hanifah bersamaan.
"Masih berapa lama anakku nyusunya?" tanya Lancelot.
"Hampir selesai tuan," jawab Hanifah masih dengan keterkejutanya.
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu sus kamu ke bawah bersamaku biar Hani menyusul." perintah Lancelot pada suster, suster setelah mendapat persetujuan dari Hanifah dia mengikuti langkah Lancelot untuk menuju ruang makan yang ada di lantai dasar.