
Lancelot memutuskan pergi bulan madu di benua eropa, Santorini Yunani menjadi pilihannya, karena waktu bulan madu hanya dua minggu dan agar Hanifah tidak kelelahan Lancelot, hanya mengajak Hanifah di negara Yunani.
Lancelot dan Hanifah menikmati bulan madunya hanya berdua saja, Lancelot mengajak Hanifah, berkeliling di beberapa destinasi yang ada di negara Yunani. Perlakuan antara Lancelot dan Hanifah semakin hari semakin mesra dan hangat, perbedaan usia yang sangat jauh tidak menghalangi bagi keduanya.
"Tidak terasa waktu bulan madu sudah usai, perasaan baru kemarin kita ke sini." ucap Lancelot sambil memeluk Hanifah yang sedang duduk berdandan di depan cermin karena akan kembali ke negara Hongkong.
"Kenapa? masih kurang?" goda Hanifah.
"Tentu mama sayang," ucap Lancelot manja.
"Perasaan dulu papa jika sedang berlibur inginnya cepat pulang, seperti dulu waktu di London, yang ada di pikiran papa itu hanya komputer dan kertas-kertas ." goda Hanifah.
"Dulu kalau liburan tidak ada yang menemani tidur, temannya hanya laptop, kalau sekarang kan beda ada mama yang bisa menenangkan dan melenakan papa, ada teman yang bisa di ajak untuk menikmati indahnya surga dunia." ucap Lancelot.
"Baru tahu nikmatnya punya istri ya? sekarang begitu sudah tahu ehmmm... gak mau lepas." Hanifah semakin menggoda Lancelot.
"Kalau mama terus menggoda papa, akan papa perpanjang bulan madunya," timpal Lancelot.
"Sudah dua minggu Pa, tidak baik terlalu lama meninggalkan An, jangan bikin An, kecewa dan merasa di singkirkan." serhah Hanifah cepat.
"Sainganku ternyata cukup berat, anakku sendiri, baiklah sekarang kita berangkat takut ketinggalan pesawat." ajak Lancelot.
__ADS_1
Hanifah dan Lancelot setelah menyelesaikan bulan madunya, mereka kembali ke negara Hongkong, setelah acara bulan madu Lancelot semakin mesra terhadap Hanifah.
A ling setelah menjalani proses hukum yang ketat, akirnya A ling mendapatkan ganjaran hukuman penjara dua puluh tahun serta denda milyaran, dengan tuduhan melenyapkan nyawa seseorang.
Kehidupan rumah tangga Lancelot dan Hanifah, semakin harmonis perusahaan yang di pimpin oleh Lancelot juga berkembang semakin pesat.
Tuan dan nyonya Bisseling sangat bahagia karena impiannya untuk melihat Lancelot, menikah dan berumah tangga sudah terwujud di tambah Hanifah, sebagai istri Lancelot sangat memenuhi kriteria keluarga Bisseling.
Kebahagiaan yang menyelimuti kekuarga Lancelot, membuat waktu berjalan begitu cepat, nona An sudah duduk di bangku sekolah dasar. satu tahun setelah keguguran Hanifah, dinyatakan hamil lagi. Mengetahui Hanifah, hamil Lancelot, semakin ketat dalam menjaga Hanifah, bahkan selama masa ngidam bukan Hanifah, yang measakan melainkan Lancelot.
Hampir tiga bulan Lancelot selaku muntah setiap melihat makanan yang ada dagingnya, seperti saat ini Lancelot, harus menghadiri acara annual dinner di perusahaan Ang, sahabatnya sebenarnya tidak ingin datang tapi Ang merupakan sahabat karibnya sehingga tetap harus hadir.
"Nyonya Hani, semakin hari semakin cantik saja, pantas tuan Lancelot, semakin cinta denganmu." goda nyonya Ang, yang menyambut kedatangan Hanifah dan Lancelot, dengan perasaan bahagia.
"Terima kasih nyonya Ang." Hanifah menyahut dengan senyum yang indah.
"Bagaimana Lanc, ngidamnya masih?" tanya Ang, sambil menjabat tangan Lancelot.
"Masih." jawab Lancelot, lesu.
"Kalian, aku siapkan tempat khusus, dulu tidak mau menikah begitu menikah ehmm... cinta mati sampai ngidam saja bisa pindah ke kamu." goda Ang.
__ADS_1
"Menyesal, kenapa tidak dari dulu aku menikah, ternyata menikah itu surganya dunia." ungkap Lancelot bahagia.
Lancelot, Hanifah, nyonya Ang dan Ang, tertawa bersama, di tengah acara annual dinner perusahaan Ang, Ang memberi ucapan selamat kepada Lancelot, atas kehamilan Hanifah.
Berita kehamilan Hanifah, menyebar luar hingga seluruh penjuru negara Hongkong, hari demi hari kehidupan Hanifah dan Lancelot semakin bahagia, tidak terasa sekarang usia kandungan Hanifah sudah sembilan bulan, Lancelot sangat khawatir dengan keadaan Hanifah, apalagi ketika melihat ada gerakan di perut Hanifah, dan membuat Hanifah harus meringis kesakitan.
"Sayang, main bolanya kalau sudah di luar saja ya sayang, kasihan mama, atau sudah tidak sabar untuk melihat dunia." ucap Lancelot sambil mengelus-elus perut Hanifah, setelah mendapat tendangan dari bayi dalam perutnya.
Hanifah hanya bisa meringis menahan sakit, akibat ulah anaknya, Hanifajmh dan Lancelot, sengaja tidak ingin melihat jenis kelamin anaknya, karena mereka ingin ada kejutan.
"Sabar sayang beberapa hari lagi kamu sudah bisa melihat, Papa Mama dan Kakak." oceh Lancelot.
"Assalamu'alaikum." Nona An yang baru pulang sekolah langsung menuju kamar Hanifah dan Lancelot.
"Wa'alaikum salam, sayang." sahut Hanifah dan Lancelot bersamaan.
"Adik kapan datang?" tanya nona An, polos.
"Inshaallah, tiga hari lagi." jawan Hanifah, dengan senyum penuh kebahagiaan.
Nona An, semakin hari semakin menyayangi Hanifah, nona An juga sangat menanti kehadiran sang adik.
__ADS_1