Anak Dari Rahim Kontrak.

Anak Dari Rahim Kontrak.
Part 57


__ADS_3

London adalah sebuah kota yang indah, tengah malam di saat semua sudah sibuk dengan alam mimpinya Lancelot dengan di bantu Garnier sang kakak dan juga tuam dan nyonya Bisseling, mereka membuat acara kejutan buat Hanifah. Jam dua belas kurang lima menit Lancelot dengan di temani Garnier tuan Bisseling dan nyonya Bisseling mereka masuk kamar Hanifah dengan menggunakan kartu kamar yang tadi telah di bawa oleh Lancelot dengan alasan demi keamanan. Hanifah terlelap dalam mimpinya dia tidak menyadari jika ada majikannya sudah menyusup ke dalam kamarnya, satu buah kue ulang tahun berukuran sedang dengan rasa coklat belgium menjadi pilihan Lancelot.


"Han, bangun Han." nyonya Bisseling berusaha untuk membangunkan Hanifah, sekali dua kali sampai tiga kali panggilan Hanifah tidak juga kunjung bangun.


Lancelot dengan ide konyolnya malah membuat nona An, menangis, ide Lancelot manjur Hanifah langsung terbangun dan langsung meraih nona An untuk di tenangkannya tanpa melihat sekitar Hanifah langsung menyusui nona An, tentu ini menjadi pemandangan kedua bagi Lancelot walau di bawah temaran lampu tidur namun masih tetap terlihat jelas bentuk tempat ASI milik Hanifah, Hanifah masih belum sadar jika di kamarnya ada manusia penghuni kamar sebelah karena temaram lampu tidur hanya sebatas area nona An dan dirinya apalagi dengan kondisi kesadaran yang belum sempurna karena baru bangun tidur, sedangkan Lancelot dan yang lainnya segera bersembunyi di balik penyekat sambil mengintip aktifitas Hanifah. Garnier dan nyonya Bisseling paham akan reaksi wajah Lancelot yang langsung merah padam seperti menahan sesuatu.


"Selamat ulang tahun Han," seru nyonya Bisseling dengan senyum merekah di ikuti oleh Garnier, tadinya Lancelot yang akan membawa kue ulang tahunnya namun mendadak Lancelot menolak setelah melihat pemandangan barusan.


Hanifah terkejud dan baru sadar jika ada penghuni kamar sebelah yang menyusup, Hanifah langsung gugup sampai dia tidak sadar kalau bentuk tempat ASI-nya masih terekspos indah belum ditutup. Nona An yang mendengar ada suara nenek dan tantenya langsung berhenti untul minum ASI.


"Maaf," cicit Hanifah tidak tahu harus bilang apa "Saya susui nona An, dulu, Ayo sayang minum susu dulu."


Hanifah membalikan badan dan kembali melakukan aktifitasnya untuk menyusui nona An tanpa menghiraukan ucapan ulang tahun dari nyonya Bisseling, Hanifah malah fokus dengan nona An, nona An kembali menyusu lagi hingga beberapa saat sampai nona An kenyang dan tenang. Garnier nyonya Bisseling dan Lancelot merasa terabaikan niatnya tengah malam mau bikin kejutan malah mereka sendiri yang terkejut dengan sikap Hanifah seolah tidak peduli dengan ucapan dan kue ulang tahunnya, Hanifah tetap asyik memilih untuk tetap menomor satukan nona An.


"Maaf, jika saya tadi kurang sopan, sebab saya tidak ingin nona An nangis terlalu lama," cicit Hanifah lagi setelah selesai menyusui nona An.

__ADS_1


Nona An setelah minum ASI tidak mau tidur lagi, karena di kamarnya sedikit take sehingga membuat mata nona An jasi terang benderang. Semua orang yang asa di kamar Hanifah tersenyum senang.


Lancelot, Garnier, dan nyonya Bisseling tersenyum puas melihat reaksi ketulusan Hanifah dalam mencibtai dan menyayangi nona An.


"Kamu tidak salah Han, maaf jika malam-malam mengagetkan kamu," jelas Nyonya Bisseling.


"Maaf, tidak seharusnya saya bersikap seperti tadi, sekali lagi saya minta maaf atas kecerobohan saya tadi," ucap Hanifah lagi.


"Lupakan saja, sekarang kita nyanyi dan kaku tiup lilinnya serta potong kuenya," perintah Nyonya Bisseling di iringi senyum Indah.


Hanifah tidak langsung melakukan apa yang telah di perintahkan oleh Garnier dan nyonya Bisseling, karena Hanifah masih tidak percaya dengan apa yang telah di terima malam ini, dan juga otallk Hanifah masih belum bisa mencerna apa yang barusan terjadi.


Lancelot memulai menyanyikan lagu ulang tahun yang berbahasa inggris, lalu di ikuti oleh Garnier dan juga nyonya Bisseling, nona An tertawa terkekeh bahagia seolah ikut merasakan kebahagiaan di hari ulang tahunnya.


"Han, make a wish, lalu tiup lilinnya ." ucap nyonya Bisseling, Lancelot dan Garnier penuh semangat.

__ADS_1


Hanifah yang tidak pernah merayaksn hari ulang tahunnya, bahkan sekarang Hanifah juga lupa jika hari ini hari kelahirannya benar-benar merasa terharu dan bingung harus bagaimana.


"Ayo Han, make a wish." ucap mereka bertiga lagi.


Akhirnya Hanifah melakukan apa yang telah diperintahkan oleh mereka bertiga, setelah berdoa Hanifah meniup lilinnya.


"Selamat ulang tahun Han, semoga kami bahagia dan sehat, banyak duitnya," ucap nyonya Bisseling sambil memeluk Hanifah bahagia.


"Selamat ulang tahun, Han, sehat, selalu bahagia dan sukses." ucap Garnier, Garnier juga memeluk Hanifah.


"Selamat ulang tahun, Han," ucap Lancelot hanya dengan senyum yang sulit untuk diartikan, karena sebuah senyum antara bahagia dan gugup "An, ayo cium mama Hani." Lancelot memerintah nona An, sungguh ajaib nona An langsung melakukan perintah Lancelot, nona An yang berada dalam pangkuan Hanifah langsung berdiri dan mencium pipi Hanifah dengan senyum ceria khas balita usia satu tahun.


"Pintar, cucu oma." puji nyonya Bisseling pada nona An.


Setelah meniup lilin dan menyalakan lampu kamar, Hanifah dengan memegangi tangan nona An memotong kue ulang tahunnya bersama dengan nona An, Lancelot maupun Garnier tidak henti-hentinya mengambil gambar Hanifah dan nona An waktu potong kue. Selesai menotong kue Hanifah memberikan potongan kuenya pada nyonya Bisseling, lalu Lancelot sebagai majikannya dan terakir Garnier.

__ADS_1


__ADS_2