Anak Dari Rahim Kontrak.

Anak Dari Rahim Kontrak.
Part 176


__ADS_3

Nyonya dan tuan Bisseling serta keluarga Garnier, dan juga Lancelot, dengan penerbangan pertama mereka kembali ke negara Hongkong. Pagi harinya nona An, sudah kembaki segar dan demam ya juga sudah hilang, bahkan An, sudah bisa kembali bermain dengan teman sebayanya. Nona An dengan di temani oleh Lancelot dia bermain dengan tiga temannya yang kebetulan temannya libur tidak sekolah.


Lancelot tersenyum senang melihat nona An, sudah berbaur dengan ketiga temannya, nona An mengeluarkan mainannya di lantai rumahnya, berbagai mainan telah menjadi teman mereka, keenpay gadis kecil itu dia bermain masak-masakan dan dokter-dokteran. Lancelot lihat sangat lucu dan menyenangkan kini Lancelot tidak hanya melihat saja namun Lancelot ikut bermain dengan ke empat bocah itu. Sedangkan Hanifah tentu masih sibuk dengan aktifitasnya dalan urusan kebersihan dan kerapian rumah.


Tidak terasa ham sudah menunjukkan pukul sebelas siang yang artinya, anak-anak sudah harus pulang Hanifah seprti biasnya setiap jam sebelas pulang pasti menyuruh anak-anak untuk metmrapikan mainannya dan menyuruhnya pulang. Setelah kepergian teman-temannya Hanifah mengajak nona An dan Lancelot untuk menyantap makan siang, selesau makan siang, mereka bertiga melakukan sholat berjamaah, setwkg sholat Hanifah mengajak nona An, untuk tidur siang.


"Ma, apa benar besok lusa kita akan pulang kerumah opa?" tanya nona aan polos.


"Tentu sayang, kan anak mama harus segera masuk sekolah." nasehat Hanifah sambil berbaring.


"Kalau sekolah di sini saja bagaimana ma?" tanya nona An.


"Apa alasan anak mama mau tetap tinggal dan sekolah di sini, di rumah ini kan kecil dan tidak sebagus punyanya papa." nasehat Hanifah.


"Di sini temannya banyak, tiap hali bisa belmain bersama-sama," sahut nona An, kurang suka.

__ADS_1


"Sayang, kita semua harus kembali ke negara Hongkong, kalau anak mama libur sekolah, kita ke sini lagi ya, papa kan harus kembali bekerja sayang." rayu Hanifah.


"Kenapa sih sekalang papa tidulnya ikut kita telus ma?" tanya nona An polos.


"Karena papa sangat sangat sayang sekali dengan anak mama, maka papa ingin tidur memeluk Putri mama yang cantik jelita ini." nasehat Hanifah "Sekarang ayo tidur biar tenaganya nanti pulih kembali, mama juga ngantuk dan capek mama mau tidur." ucap Hanifah.


Tidur siang sudah menjadi agenda tersendiri buat nona An, seperti hari-hari biasanya Hanifah juga langsung tidur ketika ngeloni nona An supaya mau tidur. Lancelot setalah melihat kedua wanitanya tidur dia keluar kamar meninggalkan Hanifah dan nona An, yang berteman dengan mimpi.


Lancelot menemani dan membantu Legi, yang sedang merapikan sekitar rumahnya. Dengan senang hati Lancelot, mengikuti kemanapun Legi pergi.


Sore hari setelah nona An dan hanifah bangun, Hanifah segera mandi dan menantu nona An, untuk mandi. Hari sudah sore Lancelot dan Legi juga sudah mengakhiri semua aktifitasnya, Lancelot, segera mandi untuk membersihkan diri, setalah semua bersih dan rapi, Hanifah mulai menata beberapa perlengkapan untuk di bawa kembali ke negara Hongkong padahal di rumah Lancelot sudah tidak ada kayu baju dan semua peralatan Hanifah.


"Tidak usah kamu bawa semua Ma, sebagian biarkan tetap di rumah ini, lemari mama sudah penuh dengan baju mama." jelas Lancelot.


"Di sana semua bajuku sudah aku kirim pulang semua pa, di sana sudah tidak ada lagi baju-baju mama." kekeh Hanifah.

__ADS_1


"Sudah aku isi ma, mama jangan khawatir soal baju." jelas Lancelot lagi.


"Baju-bajuku itu semua masih bagus-bagus, pa, kenapa papa buang-buang uang untuk membeli baju lagi, kan sayang uangnya." cerocos Hanifah.


"Lalu, kalau uangnya bukan untuk mama untuk siapa aku bekerja ma, apa yang aku lakukan ke mama itu belum seberapa jika di banding dengan apa yang mama lakukan pada keluargaku, mama jangan protes yang penting besok kita kembali ke Hongkong, nakuj kita tidak pulang ke rumah mama, kita akan tinggal di rumah kita sendiri." ucap Lancelot sudah memeluk Hanifah dari belakang, karena An sedang keluar karena di panggil teman-temannya, dengan di bawah pengawasan Legi dan Semi.


"Pa, kalau Begini kapan selesainya, lepasin dulu, mama mau merapikan ini." keluh Hanifah.


"Sebentar saja, mumpung An tidak ada, kalau ada An, aku sudah pasti kalah." ucap Lancelot mempererat pelukannya.


Benar apa yang di katakan oleh Hanifah, nona An kembali masuk ke kamar.


"Papa, jangan peluk-peluk mama papa sekalang kok culi mamaku sih." protes nona An.


"Tadi mama kecapek-an sayang, jadi papa bantuin pijiti mama, An mau bantuin papa pijiti mama." kilah karena kepergok oleh nona An.

__ADS_1


"Mama cakit, aku pijiti ma." Nona asn langsung memijiti tubuh Hanifah sambil terus mengoceh " Mama cepat sembuh, An gak nakal kok."


Lancelot benar-benar di buat pusing oleh kelakuan putri semata wayangnya, nona An benar-benar tidak mau berbagi Hanifah dengan Lancelot.


__ADS_2