Anak Dari Rahim Kontrak.

Anak Dari Rahim Kontrak.
Part 67


__ADS_3

Hanifah begitu masuk ruamh di sambut oleh semua pelayan di rumah Lancelot, Hanifah tahu mereka tidak menyambut dirinya namun menyambut kedatangan nona An. Pekerja mana yang tidak senang dengan keloyalan majikannya seperti saat ini, di hari ulang tahun nona An kemarin semua pekerja Lancelot yang ada di rumah Lancelot mendapat bonus satu bulan gaji semuanya tidak terkecuali.


"Selamat, ulang tahun nona muda, panjang umur, sehat selaku, bahagia selalu, dan damai selalu." Joyce mengucapkan selamat ulang tahun dan di-ikuti oleh para pekerja lainnya tidak terkecuali.


Semua sangat bahagia, para pekerja sangat antusias untuk bisa bersama nona An, karena selama setahun ini tidak semua pekerja boleh menyentuh nona An. Yang boleh menyentuh nona An hanya Hanifah, suster dan juga Joyce, aturan yang diberikan Lancelot memang konyol namun semua pekerja tidak ada yang berani melanggar, jadi demi amannya para pekerja tidak ada yang berani melanggar aturan yang di buat oleh Lancelot.


Hanifah membiarkan para pekerja lainnya untuk bisa menyentuh nona An, tentu sudah atas ijin Lancelot. Mereka sangat antusias dan bahagia, setelah satu jam bersama nona An mulai menangis merasa tidak nyaman.


"Nona kenapa?" tanya Klear.


"Nona kecapek-an," sahut Hanifah jujur.


"Karena nona kecapek-an biarkan nona istirahat dan tidur dulu, ini perintah dari tuan Lancelot, kita tidak boleh lama-lama bersama dengan nona An dan Hani, sebab mereka baru saja melakukan perjalan panjang." perintah Joyce pada para pekerja lainnya.


"Terima kasih, kak Joyce, maaf kakak semuanya saya bawa, nona masuk ke kamar dulu." Hanifah pamit pada semua dengan sopan.


Hanifah menggendong nona An di ikuti oleh susternya menuju kamar nona An yang terletak di lantai atas. Sesampainya di kamar nona An, Hanifah segera membantu nona An untuk mandi dulu, Hanifah memandikan nona An, sangat cepat sekali karena Hanifah tahu jika nona An sangat ngantuk. Selesai memandikan nona An, Hanifah segera menyusui nona An, tidak menunggu lama nona An sudah terlelap dalam mimpinya.


Lancelot begitu selesai pekerjaannya langsung pulang, masih dengan naik mobil dengan disopiri oleh Dandruff Lancelot menuju ke kediamannya, Lancelot segera pulang karena ingin membagikan hadiah pada para pekerjanya, dan juga sebenarnya hari ini masih dalam hitungan Lancelot bercuti. Jam lima sore Lancelot sudah sampai di rumahnya begitu sampai rumah Lancelot segera masuk kedalam kamarnya untuk segera membersihkan diri. Lancelot meminta bantuan Joyce untuk membongkar kopernya, Joyce dengan cekatan membantu Lancelot untuk membongkar isi kopernya, Lancelot memberi instruksi pada Joyce untuk memisahkan isi kopernya.


"Tuan, bagaimana dengan koper yang ini." Joyce menunjuk satu koper yang di sisihkan oleh Lancelot.

__ADS_1


"Itu koper milik Hani, nanti aku berikan padanya." ucap Lancelot santai, "Joyce, berikan oleh-olehnya pada semua pekerja yang ada di sini jangan sampai ada yang tidak kebagian." perintah Lancelot pada Joyce.


"Terima kasih tuan." sahut Joyce sopan dan tentu dengan perasaan senang.


Selssai menata barang bawaan Lancelot Joyce membawa satu tas kertas besar sebuah hadiah yang siap dibagikan, Joyce mengumpulkan semua rekan-rekan kerjanya di sebuah ruangan yang memang di khusus ka untuk para pekerja berkumpul.


"Ada apa kak Joyce?" tanya Athena penasaran.


"Teman-teman, kita semua mendapat hadiah dari tuan Lancelot, aku harap kita bisa menjaga kobsitensasi kita dalam bekerja." ucap Joyce.


"Asyik!" seru para pekerja girang.


Joyce membagikan dompet merek terkenal tersebut kepada seluruh para pekerja lainnya, semua menerima dengan perasaan bahagia, tidak terkecuali Hanifah juga ikut mendapatkan hadiah sama dengan pera pekerja lainya. Setelah mendapat hadiah semua para pekerja kembali melakukan pekerjaannya dengan perasaan bahagia, baru kemarin lusa mendapat bonus satu bulan gaji sekarang mendapat hadiah lagi dengan nilai mencapai separo dari gaji para pekerja Lancelot.


"Han, tolong buka pintunya." pinta Lancelot pada Hanifah yang sudah berdiri di depan pintu kamar Hanifah bersama dengan satu buah koper.


Hani segera menuju pintu dan segera membukakannya" Tuan ada yang bisa saya bantu?" tanya Hanifah sopan.


"Ini kopermu." Lancelot menyerahkan koper pada Hanifah.


Hanifah mengerutkan dahinnya karena merasa tidak memilki koper tersebut, Lancelot yang paham reaksi Hanifah langsung memberi penjelasan.

__ADS_1


"Ini koper kamu, aku yang membelikan tapi isinya barang milikmu, kamu buka saja jika ada yang tidak kamu mengerti kamu bisa tanya ke Aku." ucap Lancelot datar.


"Terima kasih Tuan." ucap Hanifah masih dengan kebingungan sebab waktu di London Hanifah tidak mengemas barang-barangnya, Hanifah fokus pada nona An dan mengemas barang milik nona An, yang Lancelot dengan di bantu oleh nyonya Bisseling dan Garnier untuk mengemasnya.


Lancelot setelah menyerahkan kopernya kembali ke kamarnya sedangkan Hanifah segera membuka isi koper tersebut karena saking penasaran isinya, Hanifah dibuat terkejut dengan beberapa barang mahal, yang ada di dalam koper tersebut. Hanifah segera menghubungi Lancelot untuk menanyakan kepemilikan barang tersebut pasalnya yang Hanifah tahu hanya satu set baju, sepatu dan tas, buat dirinya dan juga hadiah untuk kedua orang tuanya dan Tatuk, namun yang ada di dalam koper terdapat beberapa baju wanita dengan merek terkenal dan juga ada baju dari rancangan Garnier sendiri.


"Han." sapa Lancelot begitu sudah masuk di kamar Hanifah.


"Tuan, maaf barang-barang ini miliknya siapa?" tanya Hanifah penasaran.


"Semua ini milik kamu, hadiah dari kami karena kamu sudah menjaga, merawat dan menyayangi putriku An, dengan tulus sudah sewajarnya jika kamu mendapatkan ini semua dari kami, terimalah, oh ya untuk soal kemarin tentang cicilan, kamu tidak perlu membayarnya, semua ini murni hadiah dari aku dan An, kemarin aku hanya bergurau." jelas Lancelot panjang lebar diiringi senyuman puas.


Hanifah yang mendapat penjelasan dari Lancelot masih belum bisa percaya dengan apa yang telah dia terima saat ini "Tuan maaf saya rasa ini sangat berlebihan, dan saya juga tidak perlu memakai pakaian semahal ini." tolak Hanifah halus.


"Kalau kamu sayang dengan An, secara tulus maka terimalah, karena setelah ini kamu harus mengikuti kemanapun An, aku ajak, aku tidak ingin pengasuh putriku kumal, apa yang aku, An dan kamu pakai harus seimbang, aku tidak ingin mendapat cap sebagai orang yang tidak bisa mengurus anak dan juga mamanya anakku, besok kita ada acara makan malam dengan koleganku family gathering jadi semua yang hadir harus membawa keluarganya, jadi aku membawa kamu dan An, besok ada orang suruhanku untuk membantumu bermake up." jelas Lancelot.


Hanifah benar-benar dibuat molongo dengan penuturan dari Lancelot yang panjang lebar, sampai-sampai Hanifah bingung mau menjawab apa selain beroh ria dan menganggukkan kepala.


"Oh ya, jangan pernah berpikir untuk menyamakan dengan pekerja yang lain, karena posisi kamu di sini dengan mereka sangat berbeda, jadi sudah sewajarnya kamu mendapat lebih dari mereka karena tugasmu juga sangat berbeda dengan pekerja lainnya, tugasmu penuh mengandung resiko seperti kejadian tadi pagi." tambah Lancelot panjang lebar.


"Baik Tuan, terima kasih saya akan bekerja dengan kompeten," sahut Hanifah tenang penuh meyakinkan.

__ADS_1


"Aku suka dengan cara kerja dan karaktermu, baiklah aku keluar dulu, setelah makan malam aku akan menemani An, bermain." ucap Lancelot lalu pergi meninggalkan kamar Hanifah tanpa menunggu persetujuan dari Hanifah.


__ADS_2