Anak Dari Rahim Kontrak.

Anak Dari Rahim Kontrak.
Pary 74


__ADS_3

"Kak Joyce dan suster bukannya mau ke kamar nona kecil dan menemani nona kecil, kenapa kakak dan suster malah ada di sini ?" tanya Klear heran melihat Joyce dan suster duduk di bangku yang ada di dapur.


"Tuan muda dan Hani sedang berargumentasi." sahut Joyce santai sambil memainkan gawainya.


"Apa?" seru Klear tidak percaya " Selama ini hanya tuan dan nyonya besar yang bisa beradu argumentasi dengan tuan muda, lah kali ini?" ucap Klear semakin penasaran.


"Entahlah, selama puluhan tahu aku kerja di sini ya baru kali ini tuan Lanc, berbicara banyak dengan pekerjanya, apalagi sampai beradu argumentasi seperti tadi," jelas Joyce.


"Memangnya, kenapa mereka sampai bisa berargumentasi? setahuku Hani, jarang bicara dan juga biasa seperti kita" tanya Klear yang juga heran sebab selama ini Lancelot terkenal irit bicara dengan semua pekerjanya termasuk kepada Hanifah. Biarpun Lancelot irit bicara dengan pekerjanya namun termasuk seorang bos yang royal terhadap semua pekerjanya.


"Sebenarnya ya salah tuan sendiri, pakai ngaku-ngaku di hadapan si A ling jika Hani kekasihnya, ya jelas Hani tidak terima, kita tahu sendiri selama ini hubungan Hani dan tuan bagaimana biasa-biasa saja ngobrol saja jarang, dan kalau sudah begini nyawa Hani, yang menjadi taruhan, sebab Hani termasuk terged nona A ling selanjutnya, seperti nona An, kalau kamu apa gak marah, ingin aku menguping lebih lama takut ketahuan." jelas Joyce.


"Ngeri-geri sedap, berhubungan dengan orang kaya seperti tuan, pantesan tuan tidak nikah-nikah." ujar Klear.


"Kalaupun, menikah pasti cari wanita yang tangguh, mandiri dan tidak cengeng," jelas Joyce lagi.


"Ya, jika Aku yang jaga nona An dalam keadaan begini terus terang gak bisa tidur nyenyak, kalau cuma pas di rumah ya nyantai saja, takutnya pas keluar tiba-tiba ditodong kaya Hani semalam apa aku gak pingsan." cerocos suster bergidik ngeri.


"Sekarang kalian tahu kan kenapa Hani mendapat fasilitas yang sangat jauh berbeda dari kita, tanggung jawab yang di emban Hani tidak mudah, dan lagi tadi aku dengar jika Hani menolak ungkapan hati tuan," Joyce malah bergosip dengan rekannya.


Mereka yang mendengar penuturan dari Joyce sangat terkejut sampai mulutnya terbuka lebar, lalu tertawa terpingkal-pingkal membayangkan tuan muda mereka di tolak oleh wanita dan wanita itu adalah pekerjanya.


"Mulutnya di kondisikan awas kecoa masuk, jangan sampai terdengar oleh tuan jika kita mengetahuinya." pesan Joyce.


"Beres, kak." sahut mereka bersamaan dengan masih terapingkal-pingkal.

__ADS_1


Joyce, suster, Klear, serta Athena berkumpul di dapur sambil bergosip, hingga Lancelot datang menghampiri mereka. Beruntung saat Lancelot datang mereka tidak lagi bergosip tentang Hanifah dan tuannya.


"Joyce," panggil Lancelot.


"Ya, tuan," sahut Joyce menghampiri Lancelot yang berdiri di depan pintu sedang pekerja yang lainnya ikut bediti memberi hormat.


"Biarkan Hani, istirahat sekarang dia dan putriku sedang tidur jangan kalian ganggu mereka, pintunya sudah aku tutup dan lagi nanti jika Dandruff atau Ang datang langsung suruh ke kamarku saja, aku mau istirahat." pesan Lancelot pada semua pekerjanya.


"Baik, Tuan, bagaimana keadaan tuan sekarang?" tanya Joyce.


"Seperti yang kamu lihat, sekarang mungkin karena sudah lama tidak berkelahi dan juga tidak berlatih sama halnya dengan Hani, jadi tubuh ini terkejut." jelas Lancelot asal.


"Tuan, sebenarnya saya penasaran kenapa luka Hani tidak separah tuan?" tanya Joyce.


"Hani, lebih tenang saat menghadapi anak buah A ling semalam, sehingga dia bisa menghindari serangan Kalaupun kena hanta sedikit, di tambah Hani lebih banyak mengunakan tenaga dalamnya sekali tendang musuhnya langsung terkapar, A ling yang biasa menjadi lawanku dia bisa dikalahkan oleh Hani hanya dalam waktu sekejap, dan kalian tahu serangan Hani bagai angin tornado cepat sekali, cakarannya bagai harimau kelaparan," jelas Lancelot bercerita apa adanya tentang kejadian semalam.


"Kalian tidak usah takut, Hani orangnya baik, tenang saja." ucap Lancelot.


Lancelot setelah memberitahu pekerjanya langsung berbalik meninggalkan mereka, sedang mereka kembali duduk untuk ngerumpi. Mereka masih membahas tentang Hanifah dan juga tuannya.


"Tuan, apa lagi kena hantu ya kak, tidak biasanya tuan berbicara panjang lebar seperti tadi, apalagi tuan termasuk orang yang cuek dengan pembantunya." ungkap Klear.


"Sudah aku bilang tuan lagi puber kedua kalian tahu apa arti dari yang diucapkan tuan tadi,?" tanya Joyce otomatis yang lain hanya menggelengkan kepala "Sebenarnya tuan menaruh harapan besar pada Hani," bisik Joyce.


"Ooooo." sahut mereka bersamaan.

__ADS_1


"Aku yakin pilihan tuan tidak salah, Jalan bagaimana setuju gak kalau tuan muda dan Hani menikah?" tanya Joyce iseng.


"Aku tsrserah saja yang penting gaji tetap lancar bonus semakin banyak, pekerjaan juga tidak terlalu berat fasilitas penuh," sahut Klear santai.


"Aku juga," sahut Athena.


"Aku juga ikut saja, wong semenjak aku bekerja di sini kehidupanku jauh lebih baik, kalau dulu untuk perawatan tubuh harus bayar mahal sekarang walau enam bulan sekali perawatan gratis, kurang enak bagaimana." tambah suster bahagia.


"Ya, biarlah tuan jatuh cinta yang penting kita tetap kerja aman." tambah Joyce.


Mereka berkumpul hingga hampir dua jam, setelah di rasa cukup mereka kembali beraktifas masing-masing menyelesaikan tugasnya seperti biasa. Lancelot dan suster menuju kamar nona An untuk melibat Hanifah dan nova An sudah bangun apa belum, dan ternyata Hanifah dan nona An masih terlelap.


"Joyce," sapa Lancelot "Mereka belum bangun biarkan mereka tidur." ucap Lancelot yang baru keluar dari kamarnya.


"Baik, tuan tadi saya kita Hani dan nona An sudah bangun pasalnya sudah hampir dua jam." jelas Joyce.


"Ya, aku tahu mungkin efek obat yang diberikan oleh dokter semalam, sebab Hani bilang jika dia ngantuk berat," jelas Lancelot.


"Tuan, tidak tidur ?" Joyce malah menanyai Lancelot.


"Tadi sudah tidur, Dandruff dan Ang dalam perjalan ke sini, suruh mereka di ruang kerjaku, aku tunggu di sana." perintah Lancelot.


"Baik tuan." Joyce menjawab dengan sopan, mereka bertiga pergi meninggalkan kamar depan pintu kamar nona An.


Sedang Lancelot menuju ruang kerjanya, Lancelot Sesampainya di ruang kerja dia langsung duduk di kursi kebesarannya, Lancelot memejamkan matanya dia teringat peristiwa semalam dan tadi pagi, bagaimana Lancelot mendapat perintah dari Hani, dan mendapat umpatan kasar dari Hani. Lancelot sampai tidak bisa berpikir jika hatinya dia sendiri telah terikat dan tertarik dengan Hani.

__ADS_1


"An, kalau memang kamu mengiginkan mama Hani agar tetap bersama dengan kita, maka An, harus bisa menaklukan hati mama Hani." gumam Lancelot yang menyandarkan kepalanya di sofa.


Lancelot terbuai dengan pemikirannya sendiri, hingga beberapa saat Lancelot sendiri tidak sadar jika selama hampir tiga puluh menit tidak melakukan apapun di dalam kamar.


__ADS_2