Anak Dari Rahim Kontrak.

Anak Dari Rahim Kontrak.
Part 50


__ADS_3

Acara ulang tahun nona diadakan di salah satu hotel termewah yang ada di kota London, siang ini semua sudah di sibukkan dengan adanya pesta ulang tahun nona An, kali ini semua menggunakan gaun desain Garnier sendiri, Garnier sengaja membuat baju model dan warna senada hanya pada Lancelot, Hanifah dan nona An, yang lainnya sesuai selera masing-masing.


Hari ini semua melakukan perawatan tidak terkecuali, walau hanya perawatan yang simpel Hanifah tetap melakukan perawatan kecantikan. Selesai melakukan perawatan seorang penata make up juga sudah siap di rumah Garnier, untuk membantu mereka bermake up.


Hanifah memakai gaun simpel namun elegant masih dengan lengan panjang dres panjang sampai mata kaki dengan bawahan model setengah lingkaran, berbahan sutra. Berhubung Hanifah harus menyusui nona An maka Garnier merancang khusus untuk ibu menyusui, warna putih dan pink, menjadi pilihan Lancelot waktu itu, gaun Hanifah sama persis dengan gaun nona An, sedang Lancelot memakai hem putih bersih dengan sedikit aksen warna pink di bagian mansetnya.


A ling setelah memarkir mobilnya dengan segenap persiapan dan strateginya, dia berjalan anggun dengan dres biru tua mewah dan elegant dengan kelihatan punggung serta rok yang dibelah separo paha, A ling dengan percaya diri melangkah menuju hotel tempat pesta ulang tahun nona An di negara Hongkong, A ling berjalan bak seorang model yang sedang memperagakan baju ranacangan desainer tekenal di atas catwalk. Dandruff menyambut dengan penuh hormat begitu melihat A ling datang di hotel.


"Selamat datang nona A ling, sudah lama kita tidak berjumpa kami sangat Merindukan kehadiran nona, yang cantik nan anggun." puji Dandruff tenang namun penuh misteri.


"Sudah ku katakan, Dand, aku pasti hadir dipesta ulang tahun anak kekasihku." sahut A ling dingin dan sombong " Oh ya Dand, sampaikan pada tuanmu jika calon sang ratu sudah datang." ucap A ling dingin penuh percaya diri.


"Tentu, nona A ling, Tuan muda Lancelot sudah menunggu kedatangan anda sejak tadi," ucap Dandruff percaya diri agar A ling tidak curiga" Silakan nona, kami sudah menyiapkan kursi khusus buat anda nona." perintah Dandruff penuh meyakinkan "Kita lihat saja nona, siapa diantara kita yang lebih licik." gumam Dandruff dalam hati.


A ling tidak lagi menangapai ocehan Dandruff masih dengan percaya diri tanpa pengawal A ling melangkah masuk di sana A ling menyapa beberapa teman yang pernah dia kenal dulu, termasuk menyapa Ang teman akrab Lancelot dan istrinya Ang juga ikut hadir dalam acara tersebut, untuk menambah sempurna sebuah sandiwara, dalam hal ini yang tahu hanya orang dalam Lancelot, termasuk Ang sang sahabat serta Dandruff sang asisten.


"Hai, apa kabar Ang, lama tidak berjumpa denganmu." sapa A ling dingin dan tentu dengan wajah yang amat sangat tidak bersahabat.


"Senang berjumpa denganmu nona A ling yang cantik dan menawan bagai vampir yang kekurangan darah." sahut Ang, sinis penuh percaya diri.


"Jaga ucapanmu Ang, kita buktikan siapa yang akan ditendang oleh Lancelot." ujar A ling penuh ancaman.

__ADS_1


"Suka sekali bermain-main dengan anda nona A ling, sudah lama aku tidak bermain-main dengan nona yang cantik ini, kita lihat pertunjukkan selanjutnya nona." ucap Ang dengan senyum sinis.


"Kau!" bentak A ling tidak suka.


"Wanita yang anggun dilarang berteriak di tengah pesta, nikmati pestanya nona A ling." ucap Ang dengan senyuman penuh ejekkan.


A ling semakin geram melihat tingkah laku para asisten dan teman-teman Lancelot, tamu undangan sudah berkumpul selama tiga puluh menit, seorang Mc membuka acara dengan sangat meriah, berbagai pertunjukkan disajikan oleh Lancelot, mulai dari menampilkan pentanyi dan penari papan atas, serta komedian. Acara berlangsung hampir satu jam namun tetap tidak ada tanda-tanda kehadiran Lancelot dan seluruh keluarga, sebagian undangan bingung namun sebagian lagi cuek, mereka tetap menikmati pestanya.


A ling mulai tidak nyaman karena selama acara A ling tidak melihat adanya Lancelot dan putrinya, di tengah -tengah acara A ling menerima laporan dari anak buahnya dari sambungan telepon. Anak buah A ling mengatakan jika Lancelot dan anaknya berada di luar negeri, namun di negara mana anak buah A ling tidak tahu.


"Bedebah, brengsek, kau benar-benar pengecut Lanc!" umpat A ling lirih, dengan wajah menunjukkan sebuah amarah yang tidak bisa dikendalikan lagi.


"Dandruff, Ang, rupanya kalian di sini !" sapa A ling sinis.


"Kenapa nona, sudah tidak sabar untuk merasakan panasnya darahku nona, jangan khawatir nona aku bisa membuat ranjangmu terbakar, hingga tubuhmu yang halus ini berlumuran keringat." ejek Dandruff percaya diri.


"Dand! Aku tidak butuh tubuhmu!" gertak A ling dengan wajah menyerah.


"Nona, apa anda lupa kalau Dandruff itu ahli dalam ranjang panas," ujar Ang ikut menambah suasana hati A ling memanas.


"Aku tidak butuh ocehan kalian!" gertak A ling" Bilang pada tuanmu jangan jadi PE NGE CUT." ujar A ling menekankan kata pengecut.

__ADS_1


"Rupanya nona sudah tahu jika pesta ini tidak ada tuan kami, wel, wel." Dandruff bertepuk tangan "Sayangnya tuanku lebih peduli pada Putri dan nona baru kami dari pada menanggapi anda," Dandruff membuat suasana hati A ling semakin memanas.


"Tidak seorangpun mampu menggantikan posisiku di hati Lancelot, selamanya Lancelot akan tetap menjadi milikku." A ling berkata penuh percaya diri sambil menenggak segelas whisky yang ada di hadapannya.


"Dan selamanya Lancelot sudah melupakan anda nona, sebab anda tidak pantas untuk Lancelot." tukas Ang" Oh ya aku lupa mengatakan pada anda jika hati Lancelot sudah di kuasi oleh wanita yang lebih berkelas dari pada anda nona." tambah Ang, membuat A ling semakin tidak suka.


"Omong kosong apa kalian!" ujar A ling sarkastis.


"Up to you, miss A ling, aku katakan yang sebenarnya." ganti Dandruff yang berujar.


"Kalian mabuk!" ucap A ling dingin.


"Kami belum menyentuh minuman-minuman ini, bagaimana bisa mabuk jika whisky yang ada di hadapan kami sudah kamu tenggak habis." ejek Ang penuh percaya diri, pada kenyatannya Ang beserta istri dan Dandruff tidak meminum minuman beralkohol karena untuk menjaga segala kemungkinan yang terjadi.


"Pengecut!" gertak A ling sudah mulai mabuk.


"Anda sudah mabuk, sebaiknya anda pulang." perintah Dandruff.


"Hai... Lanc!" seru A ling sudah mulai kehilangan kendali "Kau memang Pengecut Lanc!" teriak A ling lagi dan lagi.


Dandruff membiarkan A ling berulah, toh yang mabuk bukan hanya A ling saja, sebagian tamu undangan juga sudah ada yang mulai kehilangan kesadaran, jadi kalaupun A ling berteriak seperti orang gila tidak ada yang peduli. Pesta ulang tahun An yang dihadiri ratusan tamu itu berjalan sangat meriah, menu yang disajikan juga sangat berkelas sehingga para tamu benar-benar menikmati jamuan yang di suguhkan oleh Lancelot.

__ADS_1


__ADS_2