Anak Dari Rahim Kontrak.

Anak Dari Rahim Kontrak.
Part 65


__ADS_3

Satu jam sebelum keberangkatan Hanifah, Lancelot dan nona An sudah berada di bandara internasional Heathrow Inggris Raya dengan diantar oleh nyonya Bisseling, Tuan Bisseling, Garnier dan suaminya, nyonya Bisseling dan nyonya Bisseling sengaja menunda kepulangannya karena ingin memberi kesempatan buat Lancelot untuk lebih bisa mengambil hati Hanifah. Mereka berpamitan Lancelot menggendong nova An dengan di-ikuti oleh Hanifah menuju pintu imigrasi, nyonya, tuan Bisseling, Garnier serta suaminya sangat puas melihat pemandangan di depannya, sebuah pemandangan yang baru pertama kalinya hadir dalam kehidupan keluarga Bisseling.


"Papa dan mama yakin dengan keputusan papa dan mama?" tanya, Garnier.


"Kamu tidak setuju jika adikmu bahagia bisa memiliki keluarga yang normal seperti yang lain?" tuan Bisseling malah bertanya balik.


"Tentu aku sangat senang jika Lanc, bisa memiliki keluarga yang utuh, seperti kita." sahut Garnier sebenarnya juga ikut bahagia melihat smadiknya bahagia seperti sekarang.


"Sebaiknya, kita pulang, biar Lanc menikmati jatuh cintanya, beruntung ada An di antara mereka, dan aku rasa An mampu mengikat mereka berdua." ucap suami Garnier.


"Mama, juga sependapat, memberi kesempatan untuk mereka seperti ini sangat bagus, sebab jika sudah berada di Hongkong, Lanc sudah bagai kuda jarang sekali berada di rumah, kadang mama sampai kasihan sama An, beruntung ada Hani, yang begitu sangat diandalkan." ucap nyonya Bisseling.


Begitu Lancelot, Hanifah dan nona An tidak terlihat nyonya, tuan Bisseling dan Garnier serta suaminya meninggalkan bandara untuo kembali ke rumah Garnier.

__ADS_1


Lancelot sangat menikmati kebersamaanya dengan putrinya maupun dengan Hanifah tanpa ada orang lain, Lancelot naik pesawat dengan fasilitas VVIP-nya. Selama dalam perjalanan Lancelot lebih banyak mengasuh nona An, sedang Hanifah lebih banyak jadi penonton reaksi anak dan papanya. Perjalan London - Hongkong memakan waktu yang sangat lama sehingga membuat nona An tidur dalam pangkuan Lancelot, setelah nona An tidur Hanifah ikut memejamkan mata, kini yang masih terjaga hanya Lancelot. Lancelot merasa seperti seorang suami yang harus menjaga istri dan anaknya, yang terlelap dalam mimpinya" Apakah sebahagia ini, jika memiliki keluarga." gumam Lancelot dalam hati, faktanya hari ini benar-benar merasakan sebuah kebahagian yang belum pernah ia rasakan.


Lancelot tidak henti-hentinya memandangi kepolosan wajah Hanifah yang sedang tertidur, Hanifah tidak pernah memakai make up yang tebal maupun pakaian seksi sebagaimana para wanita yang selalu mendekati Lancelot. Seperti sekarang untuk menghalau hawa dingin AC yang ada di dalam pesawat Hanifah selain memakai pakaian serba panjang dia juga memakai jaket tebal. Pesawat yang di tumpangi Lancelot satu jam lagi akan mendarat di Bandara Internasional Hongkong.


"Han, bangun sebentar lagi kita mendarat." Lancelot membangunkan Hanifah lembut.


Hanifah mendengar suara Lancelot langsung terbangun dengan mengerjap-ngerjapkan matanya.


"Maaf Tuan, saya malah tidur tidak menjaga nona An." cicit Hanifah setelah sadar.


"Pekerja apa Tuan?" tanya Hanifah lirih.


"Tentu pekerjaan kantor, emange pekerjaan bikin anak." oceh Lancelot mulai berulah.

__ADS_1


Hanifah mengerutkan dahinya mendengar ucapan Lancelot barusan "Bukankah di dalam kontrak kerja saya, saya hanya melakukan pekerjaan rumah saja." bantah Hanifah.


"Bukankah, di dalam kontrak kerja kita juga tidak tertulis bahwa kamu menyusui putriku?" Lancelot malah membalikkan pertanyaan pada Hanifah.


"Kalau menyusui itu hal kemanusiaan, Tuan, jika nona An, tidak membutuhkan ASI, saya juga tidak akan menyusui nona An." bantah Hanifah sedikit kesal.


"Kita bahas nanti, sebentar lagi kita mendarat." perintah Lancelot.


Pesawat yang di tumpangi oleh Lancelot telah mendarat dengan selamat, Lancelot dan penumpang lainya juga turun, Lancelot dan Hanifah setelah melewati pintu imigrasi mereka segera mengambil bagasi mereka, nona An duduk di atas stroller dengan di dorong Hanifah sedang Lancelot mendorong trolley berisi banyak sekali koper. Di pintu kedatangan Dandruff, dan beberapa bodyguard Lancelot sudah menunggu, Lancelot baru saja mendapat kabar dari Dandruff jika A ling masih berada di negara Hongkong dan mengatakan jika A ling juga berada di bandara. Dandruff tanpa di perintah dia sudah memperketat penjagaan apalagi sekarang A ling semakin gila.


"Selamat pagi Tuan, selamat pagi nona. " Dandruff sopan.


"Pagi, sudah siap?" tanya Lancelot kembali dingin "Pastikan kita aman sampai rumah, terutama untyk putriku." perintah Lancelot.

__ADS_1


"Siap, Tuan, kami sudah siapkan mobil sesuai dengan permintaan tuan." sahut Dandruff.


__ADS_2