
Sesampainya di kamar Lancelot haifah segera membantu nona An, untuk sikat gigi saja karena nona An, sudah memakai baju tidurnya, sedang Lancelot juga ikut terlibat dalam mengurusi nona An. Setelah selesai sikat gigi Lancelot menggedong nona An, menuju kasur sedangkan Hanifah ganti baju tidur dan juga sikat gigi. Entah siapa yang menyiapkan baju tidur untuk Hanifah, di dalam lemaribha sidah ada baju tidur yang terbuat dari bahan satin, dengan potongan yang lumayan seksi. Karena tidak ada yang lain Hanifah memakainya juga, baju tidur tali satu dah panjangnya juga di atas lutut, tidak ada satupun baju tidur seperti biasanya. Lancelot tanpa di suruh dia juga sudah memakai baju tidurnya hanya saja Lancelot belum sikat gigi.
"Mama semakin manis." goda Lancelot.
"Ih, papa sebenarnya siapa yang membelikan baju tidur seprti ini?" tanya Hanifah.
"Papa juga tidak tahu, yang penting sekarang mama semakin cantik dan manis." goda Lancelot lagi sebelum masuk ke kamar mandi.
Hanifah tidak menghiraukan Lancelot, Hanifah segera naik ke atas ranjang, dan menidurkan noan An, karena noan An juga sudah terlihat sangat ngantuk sekali. Efek siang tidur hanya sebentar dan banyak bermainnya nona An hanya dalam sepuluh menit sudah tertidur setelah mendapat pelukan dari Hanifah. Lancelot keluar dari kamar mandi segera menghampiri Hanifah yang masih memeluk nona An, Lancelot memilih berbaring di sebelah Hanifah, beruntung kasurnya sangat besar sekali sehingga tidak takut kalau-kalau nona An, jatuh di pinggir noan An di kasih bantal. Lancelot memeluk Hanifah, karena habis bercocok tanam tadi belum tidur sehingga Lancelot maupun Hanifah memilih untuk tidur saja.
__ADS_1
Malam semakin sunyi dan sepi, penghuni kediaman keluarga Bisseling semua sudah terbuai dengan mimpinya, Lancelot maupun Hanifah keduanya semalaman tidak terbangun sama sekali mereka baru bangun begitu mendengar suara Adzan yang berkumandang merdu dari hand phone-nya Hanifah maupun Lancelot.
Kedau insan itu langsung terbangun, namun nona An tetap tidak tegoda, dia tetap terlelap dalam buaian mimpinya. Hanifah dan Lancelot setelah melaksanakan kewajibannya sebagai umat Muslim, dia tidak tidur lagi, karena kedua masih ingin mereguk nikmatnya surga dunianya, sehingga mereka berdua kembali menciptakan indahnya irama denting dawai asmara, karena mereka tidak ingin menganggu ketenangan tidur nona An, maka sofa besar menjadi pilihan mereka dalam menciptakan indahnya denting irama dawai asmara berada cinta halalnya.
Berolah raga pagi memang sangat bagus untuk kesehatan apalagi di lakukan dengan tubuh dalam keadaan segera dan bugar, karena harus segera menyiapkan keperluan untuk nona An sekolah sehingga, irama yang mereka mainkan tidak sampai menguras tenaga.
"Sopir sudah mengantarnya." sahut Lancelot enteng.
"Bagaimana papa tahu?" tanya Hanifah penasaran.
__ADS_1
"Ya, tahu setiap gerak gerik mobil papa, papa itu tahu, karena semua susah aku pasang alat khusus untuk mendeteksinya, dan mobil yang biasa kamu pakai sudah terparkir di rumah papa." jelas Lancelot masih tetap memeluk Hanifah "Sekarang mama semakin lengket ke papa, dulu di dekati sulit sekali sekarang nempel terus seperti perangko." ucap Lancelot.
"Karena sekarang tidak ada yang melarangnga, dan sudah halal, kalau dulu jelas mama gak mau, karena bukan pasangan halal." jelas Hanifah.
"Ma ma." Nona An, memanggil Hanifah karens baru bangun.
"Iya sayang." sahut Hanifah segera menghampiri nona An, beruntung Hanifah maupun Lancelot, sudah berganti dengan pakaian santai siap untuk mengantar nona An, pergi ke sekolah.
Hanifah menolong nona An, sedang Lancelot turun ke bawah untuk mengambil baju seragam dan keperluan nona An, lainnya. Setelah nona An siap Hanifah dan Lancelot mengantar nona An, pergi ke sekolah. Kegiatan Hanifah dan Lancelot hari ini tidak jauh dengan kegiatan mereka kemarin, karena tidak ingin di ganggu Lancelot tetap memilih hotel untuk tempat mereka merajut kasih, hari ini Lancelot masih dalam masa cuti, sehingga Lancelot menggunakan kesempatan ini dengan baik, Lancelot tidak ingin sedetikpun jauh dari Hanifah. Begitu juga Hanifah berusaha memberikan pelayan yang terbaik untuk Lancelot.
__ADS_1