Belengu Dendam OM Kaya

Belengu Dendam OM Kaya
Dua hati yang akan terluka


__ADS_3

...110💚...


"Tidak... Aelin tidak seburuk itu... Aelin tidak membenci ku... Dia peduli dengan diri ku bukan karna dia ingin menghancur kan ku... Jika dia ingin melenyap kan aku maka dia bisa melakukan nya saat kondisi ku tidak sadar kan diri.. Bahkan kamu tahu Darren jika dia rela tidak makan dan minum selama dua hari hanya untuk menjaga ku... Dia tidak membenci ku karna aku tahu dia mencintai ku dan mulai menerima ku menjadi suami nya....!" Teriak Davin dengan amarah yang meletup- letup tidak terkontrol.


Jika saja ia bisa berjalan. Ia pasti kan wajah Darren akan hancur di tangan nya.


Diri nya tidak peduli jika Darren adalah sahabat nya sejak kecil. Tapi kali ini Darren sudah melewati batas dengan menjelek kan Aelin di hadapan nya.


"Jika Aelin mencintai mu dan mulai bisa menerima mu menjadi suami nya. Lalu apa kamu juga mencintai nya.?"


"Ya.. Aku mencintai nya..." Jawab Davin tegas.


Namun sedetik kemudian, wajah Davin berubah tegang.


Apa yang di kata kan bibir nya.?


Kenapa ia bisa mengata kan jika ia mencintai Aelin.?


Ada apa dengan diri nya?


Ia begitu terlalu terbawa emosi hingga tanpa sadar Davin mengata kan hal itu.


"Lalu bagaimana dengan Syaila..?" Kecam Darren dengan suara yang meninggi.


Lihat dugaan nya ternyata benar. Davin ternyata sudah jatuh hati pada Aelin.


Ternyata survei yang ia dapat kan memang benar ada nya. Jika hal tersebut hanya terjadi pada seseorang yang sedang jatuh cinta.


Bahkan sekarang ia tidak perlu ragu lagi. Karna Davin sendiri sudah mengakui perasaan nya pada Aelin.


Meski Darren tahu Davin sedang tidak sadar karna terbawa emosi.


Namun orang yang tidak sadar selalu mengata kan kejujuran.


Tapi bagaimana dengan Syaila.?


Seharus nya Davin tidak mencintai Aelin karna hal itu akan memperumit keadaan.


Davin adalah pria beristri dan tujuan awal nya menikahi Aelin hanya untuk balas dendam.

__ADS_1


Davin terdiam mendengar pertanyaan Darren.


Bibir nya kelu dan otak nya terasa bodoh seketika.


"Ada apa dengan diri ku? kenapa aku bisa mengata kan hal itu.? Aku benar- benar terbawa emosi. Dan cinta? Apa yang aku ucap kan adalah benar? Lalu Syaila? Aku sudah mengkhianati nya dengan mencintai perempuan lain... Aku benar- benar brengsek... Rasa sialan ini kenapa hadir..." Batin Davin di mana pertanyaan dan umpatan memenuhi pikiran nya.


"Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaan ku Davin? Apa kamu sedang berperang dengan diri mu sendiri sekarang... Kau sudah terjebak dalam permainan mu sendiri..." Darren melangkah mendekat pada Davin.


Dapat ia lihat dengan jelas jika wajah Davin terlihat bingung dan banyak pikiran.


"A.. Aku hanya terbawa emosi hingga mengata kan hal itu.." Cicit Davin dengan suara lirih dan terbata- bata.


Darren tersenyum miring, ia sudah menduga jika Davin akan berusaha menyangkal perasaan nya.


"Lalu kenapa kamu marah saat aku menjelek- jelek kan Aelin?" Tatapan Darren kini menyendu.


"Aku tidak tahu.." Jawab Davin singkat membuang wajah nya agar tidak bertatapan dengan Darren.


"Dengar Davin kita adalah teman sejak kecil.. Bahkan kita sahabat.. Aku mengenal diri mu dengan sangat baik... Aku bahkan hafal semua sikap mu. Mulai dari diri mu yang berbohong atau pun sedang menyembunyi kan sesuatu. Tapi sungguh untuk pertama kali nya aku melihat mu begitu marah hanya karna aku menjelek - jelek kan Aelin bahkan kamu melempar ku dengan mangkok...


Jika di pikir kan, untuk apa kamu semarah itu ketika aku menjelek- jelek kan orang yang sangat kamu benci. Seharus nya kamu mendukung ku Vin...


Memang aku bukan pria yang peka dan mengerti tentang cinta.. Tapi kamu.. Kamu bahkan sudah menikah sebelum menikah dengan Aelin. Apa kamu tidak pernah merasa kan rasa aneh itu saat berada di dekat Syaila..?" Ucap Darren panjang lebar.


Maka Davin harus segera menghenti kan perasaan itu.


Karna ada rumah tangga yang harus di jaga keutuhan nya. Yaitu rumah tangga antara Davin dan Syaila.


Karna Davin adalah pria beristri, dia bukan lagi pria singgle atau pun lajang yang bisa bermain api asmara dengan perempuan lain.


Davin terlihat mencerna apa yang di kata kan oleh Darren.


"Semua yang di kata kan Darren memang benar... Apa itu arti nya aku memang mencintai Aelin? Namun sejak kapan aku mulai jatuh cinta pada nya? Kenapa aku sama sekali tidak menyadari rasa ini?. Tapi aku merasa sakit dan terluka jika melihat dia terluka. Bahkan hati ku terbakar saat mendengar Darren menjelek - jelek kan diri nya.." Batin Davin yang masih bergelung dengan diri nya. Menggali lubuk hati nya terdalam. Di mana ia hanya bisa menemukan nama Aelin bukan Syaila istri nya.


Melihat Davin yang hanya diam, membuat Darren menyentuh paha Davin. Membuat sahabat kecil sekaligus majikan nya itu kini menatap nya.


"Aku tidak tahu sejak kapan rasa ini tumbuh Ren.. Yang hanya aku tahu aku tidak bisa melihat Aelin terluka dan siapa pun menjelek- jelek kan dia.. Jika rasa ini di sebut cinta. Maka aku memang sudah jatuh cinta dengan perempuan yang paling ku benci.. Lalu Syaila, selama ini aku hanya ingin melindungi nya, melihat nya bahagia dan selalu tersenyum rasa balas budi pada mendiang ibu nya membuat ku merasa berhutang seumur hidup pada Syaila. Jujur aku sama sekali tidak merasa kan perasaan yang sama pada Syaila.


Saat bersama Aelin aku bisa merasakan diri ku yang berbeda. Diri ku yang selalu rindu pada nya dan diri ku yang merasa bebas... Beban kehidupan ku terasa lenyap saat tangan ku menyentuh kulit nya..." Davin mengangkat tangan nya di udara.

__ADS_1


Mendengar pengakuan Davin membuat Dareen melemas.


Di mana raut wajah Darren frustasi.


Davin yang menyadari akan hal itu mengerut kan dahi nya.


Apa semua yang di kata nya salah?


Apa salah jika ia mengakui perasaan nya pada Aelin.?


Yang baru saja ia pahami.


"Apa aku salah?" Lanjut Davin dengan melempar pertanyaan.


Darren menatap Davin nanar.


"Tentu kau salah Davin... Seharus nya kamu tidak jatuh cinta dengan Aelin... Bahkan seharus nya kamu tidak terjebak dalam permainan mu sendiri.. Ingat Davin jika diri mu adalah pria beristri.. Dan istri mu Syaila sedang sakit... Rasa berbeda yang kamu rasa kan tidak akan mengubah status mu... Lebih baik sebelum rasa itu semakin dalam kamu menghapus nya.


Karna rasa itu akan menghancur kan rumah tangga mu dan dua hati Davin..." Jelas Darren.


Ia hanya tidak ingin rasa yang Davin miliki pada Aelin menjadi bumerang tersendiri pada Davin.


Davin terdiam seribu bahasa. Ia tidak tahu lagi apa yang bisa ia katakan.


Semua yang di katan Darren memang benar.


...----------------...


...****************...


Jangan Lupa like.


Koment


Vote


Gift.


Rak Favorit

__ADS_1


Budayakan beberapa hal yang di atas.


Supaya othor makin semangat😙


__ADS_2